Wednesday, June 26, 2019

Penyegaran

Bos baru...bos baru...yuhuuuu. Alhamdullillah seiring bos lama sudah selesai, tadi barusan datang bos baru. Hmm......yang buat gembira itu, baru jumpa, langsung transfer uang sebagai tanda jadi, bisalah akhir bulan ini menabung dalam "celengan ayam"ku itu, mudah-mudahan bisa jalan-jalan ke tiit...tittt...titt. Kalau sudah sampai disana, baru saia kasih tahu hehehe, ide jalan-jalan ke.....karena berhubung paspor saia masih berlaku sampai Agustus 2021 dan cerita dari salah seorang teman tentang tempat tersebut. 
Kemarin sudah mimpi ke suatu tempat asing dan selfi-selfi disana, dalam mimpi ada yang mengatakan tempat itu adalah x, sementara saia mau ke y. Mudah-mudahan terkabul ya, bantu dana dong hehehehehe... Just ngarep dotcom 😮
Btw busway balik ke cerita hari ini, ke kehidupan nyata saia, mudah-mudahan besok apa yang saia inginkan terkabul, aamiin. Salah satunya makan lotek di USA alias Umban Sari Atas. Katanya sihhh lezatosss, saia mau bandingkan sama lotek bude yang dijual dekat SD saia dulu, mana lebih dashyaat hehehe. Keinginan saia receh amat yaakkkk, padahal ada keinginan lain yang sungkan dijelaskan, diuraikan, diceritakan huhuhuhu... Ntar lo juga tahu ndiri 😍😍 💖💖   

Malam ini masih ada tugas babu, malah ada satu yang tugas babu yang buat galau, hitung-hitungan ribet amat, sticky cost dan modal intelektual. Mudah-mudahan bisa kelar besok 💪 Terdengar suara hujan dari luar, mudah-mudahan malam ini hujan lebat tanpa petir.  💖💖 
    

Monday, June 24, 2019

Roti Marie

Cemilan malam sudah tersedia dan semuanya berasa manisss semua, ada wafer, oreo, goodtime dan roti gabin juga hehehehe. Roti gabin ??? Roti legend itu, usianya bisa jadi seumuran dengankuh. Secara zaman kecil dulu roti gabin ini paling enak dimakan dengan cara dicelup pake teh hangat-hangat saat lapar melanda. Kalau dicelup ke kopi, rasanya kurang nendang. Namun dari roti gabin, ada satu jenis roti kering yang membuat aku melihatnya langsung kenyang, bukan tidak enak tapi roti ini selalu ada saat dulu bapakku abis melaut dari negeri seberang. Oleh-oleh dari negeri seberang yang tidak pernah absen dibawa adalah roti marie dalam kemasan kaleng krupuk sekarang. 
Dahulu kala banyak lagi sebenarnya oleh-oleh yang dibawa Bapakku sehabis melaut dari negeri seberang selain roti marie. Biasanya buah-buahan seperti anggur, apel, buah lay, syrup sampai ada beberapa hadiah karena naik kelas dan harus juara (baru dibelikan) seperti sepeda, walkman yang super mini dan baju ala-ala piyama dengan motif atau hiasan gambar anak laki-laki Tionghoa berkepala plontos. Salah satu kenangan manis zaman kecil itu adalah oleh-oleh yang dibawa Bapakku sehabis melaut dari negeri seberang. Negeri seberang biasa yang dikunjungi Bapak dulu adalah Malaysia dan Singapura, paling jauh cuma sampai Thailand. 

So, zaman dulu walaupun keluarga bukan kaya raya, kalau soal barang-barang bisa dibilang ada yang dari luar negeri seperti hadiah rangking 1 saat kelas II SD dulu, sebuah sepeda mini yang dibawa Bapak dari negeri seberang dan ukurannya sangat pas untukku. Jika kubandingkan dengan ukuran sepeda mini teman-temanku dulu dan modelnya, bagusan punyaku hahahahaha. Tapi apa ada orang yang percaya kalau sepeda yang kupakai dulu dibawa dari luar negeri sementara kehidupan keluarga sangat sederhana, tapi tidak susah juga ya hehehehe. Jadi bagaimana mau pamer kemana-mana soal asal muasal sepeda atau hadiah jam tangan atau baju piyama yang kupakai dulu ke teman-temanku, secara untuk ukuran keluarga hanya biasa aja. Jatuhnya jadi bahan cemeehan atau malah barangku dicuri seperti riwayat walkman miniku. Jadinya kalau Bapakku pulang melaut, tandanya kamu kukasih 1 buah apel. Pernahkah kamu kubawakan apel waktu sekolah dulu ???? Kalau iya, itu salah satu oleh-oleh Bapakku. 

Dan salah satu oleh-oleh yang tidak pernah absen adalah roti marie. Bukan dalam kemasan plastik atau ukuran kaleng kecil ya, tapi ukuran kaleng kerupuk besar. Bayangkan hari-hari cemilannya dirumah itu, ompung perempuan dari pihak bapakku paling suka roti ini, dicelupkan dalam teh saat sarapan pagi. Hampir selalu roti ini ada, dan anehnya Bapakku tidak pernah absen membawa roti ini padahal sesampai di rumah, roti ini dibagikan ke beberapa piring dan diedarkan beberapa tetangga dekat rumah. Rasa roti marie itu seperti melekat ditenggorokanku, sampai kini mungkin dan sampai kinipun roti marie ini tidak pernah masuk dalam keranjang belanja atau pilihanku kalau iseng membeli cemilan di warung atau swalayan. Rasanya sudah diatas khatam, ngak mau mengulang kaji hehehehehe...... Jadi kalau dulu ada yang menyuguhkan roti marie ini dan mataku tertunduk lesu, roti ini lagii ????  Bukannya somse atau apapun ya🙌🙌 
Membayangkan roti marie sama seperti membayangkan seseorang yang kemana-mana, gatalnya dimana-mana, gombalnya siapa aja, so membayangkannya seperti melihat roti marie.... Roti ini lagi ???? eh dia lagiiii ??? Kamu seroti marie itu ternyata, terceluplah engkau di teh yang lain ! 💃💃💃 Biar kembung badanpun dan melunak menjadi santapan pagi ini. 
Issh malam ini ada beberapa roti yang siap dieksekusi dan bakal mirip pahala Bulan Ramadhanlah perutku, berlipat-lipat 😣😣😣 
 
Membayangkan roti marie lagi eh dia lagi, ada baiknya akuh mulai fokus dengan tugas membabu itu dan Hijabagus. Aku pengen ke suatu tempat, uangnya belum ada, niatnya sudah dikepala. HHHhhhhh. Juga saat Ramadhan kemarin, ada beberapa hal yang ingin kulakukan abis lebaran ini, pengennya kursus masak, buat kue misalnya dan menghadiri beberapa pengajian sistem freelance begitu hehehehe, ngak terikat masuk komunitas apapun, jadi bisa gerak kesana kemari menyusup ke pengajian manapun dan apapun, nambah ilmu gratis. Soalnya jadwalnya, insya Allah sudah ada yang infokan. Tapi pas sudah dapat jadwal pengajian di beberapa tempat kemarin, ada ajjja  kendala. Mudah-mudahan bulan depan sudah bisa menghadirinya, sebenarnya bisa sihh liat di youtube beberapa kajian model begitu, tapi sesekali bolehlah merasakan suasana di TKP langsung hehehehe. Hitung-hitung ketemu....ketemu sandal yang dimau ! Hahahahaha...kidding.       





Saturday, June 22, 2019

Hmmm

Kamu yang bernama cinta
Berwarna merah mudah dengan bintik hitam dusta
Dengan patahan janji ditepinya, dengan hiasan cerry merah
Menyuguhkan warna merah tanda ceria, katanya
Kamu yang bernama cinta dengan ukiran nama diatasnya
Dan lilin penanda usia tak lagi muda, cinta yang tertukar
Atau cinta yang tidak kunjung berbuah manis
Seperti panen mangga masam saat musin kemarau

Kamu yang bernama cinta
Yang berkata lembut seperti angin sepoi-sepoi
Kantuk tiada tertahan dan bermimpi indah
Tentang dunia dan pelangi indahnya
Kamu yang bernama cinta
Membungkus hadiah serupa ultah

Kamu yang bernama cinta
Kado buatku hanya cinta, cinta dan ehem cinta
Alah, itu hanya manis mulut saja
Apa mungkin makan dengan sambal cinta
Nasi sebutir dibagi dua, tergelak sepasang muda
Dunia hanya milik pecinta...dan pendusta

Kamu yang bernama cinta
Dustakan tentang semua
Tentang seorang perempuan
Dengan mimpinya yang tidak pernah usai !
Tentang kamu yang rentan terpapar wangi
Wangi kopi, wangi janji, wangi surgawi
Wangi melati, wangi....
Menepilah...berhentilah
Kubisik kata....selamat malam
Untukmu bernama dan tanpa cinta
Hari ini..lagukan tentang semuanya..... 




 


Remeh Temeh Part 3

Kemarin sudah mengerjakan 2 pr yang sama ribetnya apalagi sama-sama pake pengolahan data, untuk input data keuangannya sudah membuat bulu mataku kriting hehehehe. Ditambah menyusun dan menyajikan dalam bentuk laporan dan akan diuji di depan mahaguru. Jadi untuk urusan pr selama ini harus sedikit teliti kalau ngak mau aku mengulang kerja, mengulang dari awal karena "pr" yang dipresentasikan gagal atau tidak lulus dihadapan mahaguru. Malam ini masih ada sihh, masih sama-sama pengolahan data juga, badan sedikit meriang manjah karena dibantai tidak tidur sampai subuh supaya bisa selesai dua-duanya. Kalau yang kecewa karena keterlambatan penyelesaian pr itu, mohon maaf aja. Dari dulu terbiasa single fighter, karena pernah pake "asisten", tapi kok kurang memuaskan dan pernah pakai adik sendiri sebagai asisten, pekerjaan adikku lumayan oke tapi itu adikku yang tidak sesuai dengan cara-cara "Belanda", penjajahan katanya. Sampai beruraian airmata adikku meluahkan perasaan karena dipaksa tetap kerja saat jam makan ! 
Tapi itu dulu, kini..... sedikit mengubah cara dan para bos dan nyah tidak seramai dulu, kalau ramai...., ada yang pasang mantera lagi, supaya sepi. Capek dehhhhh. Oh ya, untukmu yang membaca dan melakukan cara-cara ini, dari dulu dan hingga kini, aku hanya berpesan..."ilmumu boleh tinggi, segala cara boleh kamu tempuh. Tapi hukum tabur tuai itu insyaAllah tidak pernah gagal panen. Mungkin bukan sekarang balasan-NYA, mungkin besok, atau lusa atau sebulan lagi, setahun lagi atau bahkan saat menunggu sakaratul maut" ???? 😎😎 Lagipula apa yang kesenangan berbuat tersebut ? Biar rezeki orang terhambat, biar usaha orang mampet, biar orang susah ??? Kalau iya, caramu sudah betul, aku sudah merasakan semua yang kamu mau hehehehe. Tapi InsyaAllah, semua "barang" yang dipilih, barang yang mau dibeli di "swalayan", ada masanya harus dibayar di kasir hehehehehe. Suuzon ?? No la yesss, karena suatu malam yang hening, aku mendengar suaramu dengan jelas........ 🙇🙇🙇 
Daripada membahas jampi-jampi dan segala niatnya, malam ini cuma menulis tentang sebuah harapan tahun ini....semoga kita sama-sama sukses dunia dan akhirat. Aamiin 💋💋 Walaupun kamu sudah sukses duluan, aku insyaAllah berikutnya. Hoammmssss...lanjut buat pr dulu    

Monday, June 10, 2019

Marsipature

Marsipature Hutanabe

Slogan marsipature hutanabe adalah slogan Pemerintah Propinsi Sumatera Utara saat era kepemimpinan Raja Inal Siregar. Saia dulu keciptratan tahu slogan tersebut ketika alm. Bapak saya paling suka menonton berita di TVRI. Marsipature hutanabe artinya kalau ngak betul adalah "perbaiki atau benahi kampung masing-masing".  Kampung disini bisa berarti dalam lingkup luas seperti satu kecamatan, kabupaten/kelurahan atau tingkat propinsi. Bagi saia sendiri, terlalu luas mengurusi sampai tingkat propinsi, jadi bisa diartikan perbaiki rumah (keluarga) atau diri masing-masing. Karena lingkup terkecil dari masyarakat adalah keluarga. So, ketika ada seorang perempuan atau laki-laki mengaku muslimah dengan niat hanya dia dan Tuhan Yang Tahu, tetiba membahas masalah negera, tokoh politik siapa aja serta hubungan bilateral antar negara apapun, saia tidak terlalu baper. Cuma ketika dia mengulik soal agama Islam, dengan opini dengan dasar pengamatan dan pengalaman, saia sedikit baper. Sebelumnya coba ditest dulu berapa persen temannya yang seaqidah atau lain aqidah ? Karena terasa lucu membahas agama sendiri dengan orang beda agama. Mirip saia dengan teman saat SMA dulu bermarga Sinaga. Ujung-ujung capek sendiri dan mikir, untukmu agamamu dan untukku agamaku. Untuk urusan agama, ada sihh yang woles seolah tidak apa-apa padahal saat dirumah ibadah masing-masing sudah diajari berbeda hehehehehe. 
Lalu ada yang resek separuh mampus, kupikir doi berjilbab atau pengen pake jilbab, ternyata ngak. Cuma jadi bahan ulekan rujak di status, pengen kali menyangkal isi Alquran, diangkat jadi nabi ke 26 eh 27 lah. Karena nabi 26 udah untuk si Nyonyah satu itu hehehe dengan firman campur antara Katolik dan Islam hahahahaha. Secara saia tahu adik doi berjilbab syari atau Ayahnya dengan berpakaian koko tersenyum ramah terhadapku ketika dulu ke rumahnya dan ditanya ternyata si Ayah mau sholat Jumat. Lalu kini bertanya kenapa antar umat beragama ada pengkotak-kotakan. Ehem, kayaknya yang suka pake baju kotak-kotak dulu ente-lah. Amnesia ??? Rumah kita, milik kita sendiri ngak mau dikapling orang, dianggap rumah bersama, iya bukan ?? Bukan iya ???  Tiba-tiba orang masuk seenaknya ke rumah, buka pintu, dengerin musik di kamar, makan seenaknya di dapur dengan kitchen set semahal satu unit mobil, katanya sihhh. Lalu orang atau anggap aja tetangga sebelah seenaknya parkir mobil di halaman rumah dari pagi sampai malam, mau kek gitu ?? Saia jamin doi mencak-mencak, lalu bertanya culas...kenapa agama ...... mengkotak-kotakkan ??? Untuk urusan rumah sendiri, kamu pasang batas/garis. Nah lho. Yang muslim bukan kamu aja penganutnya lho jeng/bos ??? Jangan purba alias pura-pura baik mempertanyakan kenapa harus pake ini itu masuk ke kelompok yang itu. 
Kamu kayaknya sekolah loncat dari SD naik ke SMA, turun ke SMP lalu loncat ke Perguruan Tinggi. Kamu mirip murid seragam abu-abu pengen masuk sekolah berseragam putih dongker hehehehe. Apa ada siswa seragam abu-abu di kelasmu dulu saat zaman seragam dongker ??? Bisa campur gitu ??? 
Untuk urusan sekolah aja, udah dibedakan warna say. Kamu bukan buta warna kan waktu sekolah dulu ?? Masih ingat warna-warna seragam sekolah kan ??? Merah putih untuk seragam SD, Putih Dongker untuk seragam SMP, Putih abu-abu untuk seragam SMA dan tetiba kuliah bebas merdeka mau pake baju warna apapun asalkan tidak melanggar aturan cara berpakaian yang dianggap diterima publik dan TIDAK PAKAI sandal jepit waktu kuliah hehehehehe. Ketahuan dosen, dianggap melecehkan beliau saat mengajar dan diusir keluar.  Saia tahu "kamu" menyenangi pakaian ala-ala anak "dugem", sekseh dan memperlihatkan lekuk tubuh hasil diet 5 tahun lalu. 
Saat kuliah dulu biasanya adu tubuh sintal en sekseh begituh tapi kalau sudah diatas usia 40 tahun, penyakit pada ikutan ngejar....urusan adu sekseh sepertinya bukan trendnya lagi. Mau adu sekseh dengan anak bawang dulu yang kini glowing dimana-mana dengan skincare dijual bebas dimana-mana, muka glowing mirip cahaya senter saat bulan Purnama sementara usia saia tidak lagi muda. Begitu kali ya kalau ngak mau dikotak-kotakkan....Bodi abegeh masa kini aja mau dilawan. Hmmm. Tidak ada kotak-kotak antara usia muda dan tua, serasa alien makhluk sejenis highlander, merasa manusia hidup sepanjang masa dan abadi.😱😱 
Akhir curcol malam yang sepanjang tali beruk ini, izinkan saya bertanya sedikit saja bagaimana rasa yang selama ini dirasa kalau kamu menyinggung apa yang menjadi keyakinan saia hehehehe. 
Kamu punya orang tua ?? Ayah ke atau ibu ke ??? Oh ayah sajalah. Kamu mencintai ayahmu ???? Hmmm....lanjut. Antara nasehat yang saia beri sama Ayahmu beri, mana yang kamu percayai ??? Saya, hmmm...ngak ya. Okelah kamu mempercayai nasehat ayahmu, orang yang kamu percaya kan ??? Kamu percaya orang baik itu salahsatunya ayahmu. Kamu yakin ayahmu adalah orang yang mempengaruhi hidup dan cara pandangmu. Kamu sangat yakin kamu adalah hasil cinta ayahmu dengan ibumu. Kepercayaan kamu atas sosok ayah membuat kamu berdoa agar beliau masuk surga. Apakah kamu yakin sama ayahmu ???? Kamu...
Stop..stop pertanyaan mutar-mutar, unfaedah dan apa maksudnya, teriak suara centil seberang sana. Baiklah. Ketika sosok agung ayahmu, dimana saia tidak mau tahu dan tidak ingin tahu siapa dan seperti apa sosok ayahmu, lalu saia menulis begini berdasarkan pendapat dan pendapatan saia. ....."Ayahmu pembohong besar di dunia yang pernah ada. Ayahmu adalah manusia yang suka mengkotak-kotakkan karena membuat pagar rumah sementara kalau ke rumahmu, saia terpaksa harus berdiri di depan pagar memanggil namamu, karena pintu pagarmu terkunci. Apa tidak tahu oleh Ayahmu jam segitu jam sibuk untuk anak-anak bermain ???? Hehehehehehe. Ayahmu tidak gaul, pakaiannya kolot, suka pakai baju koko dan celana, apa salahnya ayahmu tidak pakai baju dan pakai boxer aja dalam rumah. Bagaimana kalau seperti itu penilaianku terhadap ayahmu. 100 % kamu marah dan 100 % kamu membela mati-matian ayahmu dan berteriak ..."dasar sinting !" 
Untuk hal-hal yang diyakini dan dicintai, tidak akan rela yakkk kan ????
Kalau lagi galau masalah agama sendiri dan butuh pencerahan sambil hiburan, bagusnya kamu menonton film India berjudul PK yang dibintangi Aamir Khan. Karena cerita tersebut mirip saia eh kamu yang datang dari ruang angkasa, jadinya mengenal agama saat sudah dewasa. Secara saat diruang angkasa tidak ada hal-hal begitu hehehe. Film ini kayaknya cocok karena kamu suka serba instan dan paling tahu karena di film ini, Aamir Khan cukup memegang tangan orang, semua bahasa manusia dia tahu. Hanya butuh beberapa jam untuk transfer begitu. Mungkin film itu bisa referensi dirimu untuk memilih agama sesuai keinginanmu. Salam damai. Kiss jauhhhh....😍😍😍

Sunday, June 9, 2019

Nobody

Sebenarnya tulisan ini hanya sebagai pengingat buat saia, manakala jikalau Yang Diatas memberikan umur untuk bertemu Ramadhan tahun depan. Ternyata setelah keliling dari beberapa mesjid yang ada di dalam Kota Pekanbaru untuk mengikuti Sholat Tarawih, hal yang paling menarik adalah tata cara Tarawih dan Witirnya. Ini hanya pengingat dan tidak ada maksud ria resti fauzi, pamerlah atau merasa sok alim. Just remind me for Ramadhan next year, InsyaAllah. Berhubung diawal ramadhan, tamu bulanan datang, jadi saia mulai ke mesjid untuk tarawih adalah saat malam ramadhan ke-7. Kok lama ??? Padahal 5 atau 6 hari sudah bersih, tapi yang begitulahhhhhh. Kebiasaan saia kalau datang bulan saat puasa, suka lebihin hari hehehehe. Sepertinya keinginan tahun ini untuk mengawali tarawih dimulai dari Mesjid Raya yang letaknya dekat Pasar Bawah, belakang Polsek Senapelan. Mengingat ini mesjid paling historikal karena mesjid tertua peninggalan pendiri Pekanbaru, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah. Mesjid ini dibangun pada abad ke-18. Disampingnya terdapat makam marhum Pekanbaru  merupakan komplek pemakaman pendiri Kota Pekanbaru beserta keluarga dan kerabat dekatnya. Sebenarnya bagi saia sendiri, mesjid ini memiliki cerita tersendiri, sedikit mistis. Dulu pernah saat selesai Sholat Isya, adik saia numpang buang air kecil di mesjid ini sementara saia menunggu di tepi jalan, pas depan mesjid tersebut. Tiba-tiba datang sesosok nenek masih menggunakan telekung/mukena, abis sholat kayaknya. Beliau datang dan menghampiri mobil, tepat disamping. Setelah menurunkan kaca mobil, nenek tersebut berkata dengan wajah yang dingin supaya saya mengunci pintu, jendela dan hati-hati sama orang yang tidak dikenal karena katanya beliau baru kerampokan. "Nenek baru diramppk orang, hati-hati. Kunci pintu, kunci jendela...." Itu pesannya, saia sedikit heran tapi berhubung adik saia sudah datang dan duduk disamping saia, ketika hendak pulang, saia sempat menawarkan diri memberi beliau tumpangan. Nenek tersebut menolak dan berkata..."jangan tumpangkan orang yang tidak dikenal.."
Lalu di nenek berjalan ke depan, sebenarnya searah pulang sihh. Lewat samping Polsek Senapelan. Ya udahlah, kami biarkan nenek tersebut berjalan duluan, sambil melihat siapakah nenek tersebut. Sumpah, saia meneliti kakinya masih menapak di jalan, kayaknya ngak ada yang aneh. Ya sudah, kami ngak memperhatikan beliau pulang lewat mana setelah beliau jalan melewati gerbang jalan samping Polsek Senapelan. Beliau belok kirikah atau kanankah. Tapi anehnya besoknya ada kejadian, seorang laki-laki aneh bertamu ke rumah, tapi ketika dipergoki mengintip-intip dikaca depan, ketika ditanya, si Bapak bergegas pergi sambil berkata..."ngak ada. Cari Jhon..cari Jhon..."
Mana ada dirumah namanya Jhon dan dari gelagatnya sangat mencurigakan. Untung nomor BM sepeda motornya sempat dilihat serta menghapal sepeda motor Mio Merahnya. Dan kejadian serupa terulang, saat itu pintu rumah lagi terbuka lebar dan saia fokus depan komputer, si tamu dengan ciri-ciri yang sama, laki-laki gempal, rambut sedikit cepak mendekati botak, pakai kaos oblong putih dan celana pendek putih. Kakinya sudah masuk sejarak sepetak keramik dari pintu rumah, dan saia reflek menoleh ke pintu depan. Lalu bertanya cari siapa, seperti gelagapan, dia berkata lagi cari rumah. Tapi anehnya dia langsung baik ke sepeda motornya, dan masih menggunakan sepeda motor Yamaha Mio merah juga. Aneh bukan, semoga niat jahat balik ke orangnya. Aminn.
Cerita selanjutnya saat tarawih beberapa tahun yang lalu sama ibu saia, mungkin karena ayat yang dibaca rada panjang, saia sempat hampir tertidur, tapi dalam posisi berdiri hehehehe. Tiba-tiba selintas dalam mimpi teramat pendek saia, saia mendengar omelan ibu saia dan beliau mencubit pinggang saia. Reflek saia kaget karena kesakitan dan tersentak dari tidur sesaat, sah atau tidak sah sholat, wallahualam....saia tetap melanjutnya sholat. Padahal ibu saia sebenarnya tidak melakukan apa-apa apalagi mencubit saia, beliau khusuk sholat kok. Abis sholat, saia menanyakan ibu saia, apa yang dirasakan..."Iya, imamnya bacaannya panjang kali, mana kuat aku berdiri lama..." Hmmmm...berarti betul ibu saia pasti lagi sewot gegara bacaannya imamnya hehehehehe. Itu kalau imamnya dari Yaman tapi berhubung tawarih kemarin, pengurus mesjid mengumumkan bahwa imam dari Yaman berhalangan hadir ke Indonesia karena terkendala visa, makanya digunakan imam lokal. Eh kalau ngak salah kemarin mesjid ini lagi membutuhkan imam mesjid. Tapi yang sangat disayangkan sebenarnya sebagai masyarakat biasa ini adalah toilet mesjid. Harus nyebarang jalan, dan alhamdullillah kondisi air lancar dan toilet bersih tapi ya ituuuu, nyebrang jalan dengan kondisi jalan seperti......
Alhamdullillahnya lagi saat mengawali kemesjid tersebut, rombongan Gubri juga lagi sholat disana dan nampaklah dari dekat wajah Gubri yang baru dan hadir juga pajabat Bank Riau sebagai program CSR perusahaannya dengan memberikan bantuan terhadap mesjid tersebut. Awal tarawih yang bagus. Sebagai catatan, sholat tarawih di mesjid ini 20 rakaat masing-masing 2 rakaat dan witir 3 rakaat tapi dipecah menjadi 2 rakaat dan 1 rakaat. Jadinya kalau bagi yang belum tahu agak sedikit lama, tapi ada juga yang menyudahi menjadi 8 rakaat tarawih. Ini kalau ngak salah sama dengan mesjid An Nur, tahun lalu pernah tarawih ke Annur, tapi tahun ini belum kesampaian karena datang bulan rada aneh ramadhan ini. Awal ramadahan udah kena, ehhh pas menjelang 10 hari ramadhan datang lagi....
Selanjutnya Mesjid Namira, dekat Mall SKA. Kalau memasuki areal mesjid ini mengingatkan masjidil haram tahun 2004, dimana samping mesjid terdapat pasar seng, kek gitu ya tulisannya. Karena orang menyebutnya pasar seng. Memasuki areal mesjid Namira ini, disuguhi beberapa toko yang menjual baju dan perlengkapan muslim. Tempat wudhunya juga ngak menempel dengan bangunan mesjid. Lumayan cepat dan sama seperti mesjid biasa jumlah tarawihnya 8 rakaat, dibagi menjadi 2 rakaat dan 3 rakaat witir dengan satu salam. Cepat karena doa-doa sehabis tarawih rakaat ke empat dan rakaat ke delapan tidak ada. 
Mesjid Tentara dekat SD Kartika Jalan Sutomo, depan Platter kalau ngak salah. Tarawihnya 8 rakaat dipecah menjadi 2 rakaat, witirnya 3 rakaat dengan 2 kali salam. Jadinya witirnya mirip mesjid Raya.
Sementara Mesjid Brimob Jalan Durian, tarawih 8 rakaat dipecah menjadi 2 rakaat dan witir 3 rakaat sekaligus lalu salam. Sama seperti mesjid di Komplek Kejaksaan Jalan Dahlia, mesjid sebelah SD saia dulu di Jalan Cempaka, Mesjid Paripurna Jalan Jenderal dan Mesjid Baitul Jalal di areal SMA saia dulu Jalan Budi Utomo, langit-langit mesjidnya dilukis gambar awan. 
Mesjid Akramunnas UNRI Gobah sama seperti mesjid di Jalan Teratai arah ITTR, tarawihnya 8 rakaat dipecah menjadi 4 rakaat (seperti Sholat Isya) dan witirnya 3 rakaat sekaligus. Lumayan cepat. Hmm selebihnya ada beberapa mesjid yang diulang ke sana lagi tarawih berhubung perginya sudah mau masuk Isya, biasanya mesjid yang dekat rumah 😁 Hal yang menarik dari "tour tarawih" ini adalah suasananya selalu baru, jadinya sholat tarawihnya insyaAllah tidak membosankan, bertemu dengan orang baru, minimal sedikit mengurangi ngobrol ngalor ngidul kalau ketemu yang dikenal, buktinya ketemu teman saat sholat diareal mesjid dekat SMA dulu, untung ketemunya pas sama-sama ambil sandal mau pulang. Ngalor ngidul didepan halaman mesjid, cekikan bahas ntah hapa-hapa hehehehe. Tapi asyik juga jumpa sama yang dikenal, setengah jam lebih cerita ngalor-ngidul, waktu nga terasa hehehehe. Cuma pengingat, untuk tahun depan saia harus siap sediakan dari rumah uang pecahan 2 ribu, karena kalau lihat uang sepuluh ribu masukkan ke kotak infak, apalagi kotak infaknya ada 3 deret untuk mesjid, anak yatim dan pembangunan mesjid, sifat kikir saia muncul. Bercanda kelesss. Uhuk uhuk... Maafkeunnnn, untuk urusan kotak infak terkadang sejujurnya saia lebih memilih uang 2 ribu dibandingkan 10 ribu. Pelit ya ??? Bukan lho sayyy.... 😎😎 Melihat situasi dan kondisi juga, apalagi di dompet tinggal beberapa sementara pulang sholat tarawih mau mampir makan lontong malam atau makan soto hehehehehehe. Maafkeunnnn..... 
Pengingat kedua, kalau diberi umur bertemu Ramadhan tahun depan, saia harus berangkat dari rumah jam 7.10 an, berarti jangan lama-lama makan waktu buka karena jarak waktu sholat magrib dan Isya lumayan dekat. Kalau mau sholat yang rada jauh, bawa bekal dan ketika sampai ditempat yang dituju, sekalian buka dan Sholat Magrib di mesjid. Kalau masih seputar rumah, palinggg jangan lama-lama kunyah makanan. Oh ya, saat sendirian sholat di suatu mesjid X, kebetulan terlambat datang dan belum wudhu, berhubung areal wc nya di belakang mesjid dan orang-orang sudah bersiap sholat, saia memberanikan ambil wudhu sendiri, ngak suuzun, ada cowok yang mengikuti, udah berdiri semeter dari pintu wc, nanyakan apakah lampu wc nya menyala. Saia kok rada cemas, tapi untung dari arah wc cowok ada yang menjawab bahwa lampu wc cewek sudah mati sejak kemarin, saia tidak melihat cowok yang menjawab tersebut, cuma bergegas pergi, takut kenapa-napa......Alhamdullillah ngak kenapa-napa. Pengingat bagi saia, kalau ke wc bawa TEMAN ! Karena orang-orang sudah sholat, imam sudah membaca Alfatiha, sementara 2 orang ini berkeliaran sampai ke wc. Untuk menghemat waktu, lebih baik wudhu dari rumah hehehehe. 
Tips ini sedikit manjur untuk mengurangi kantuk saia saat mendengar ceramah ustad/ustadzah adalah bawa tasbih, bagusnya tasbih digital, zikir masing-masing 100 x. Diulang-ulang aja kalau masih ada waktu. Alhamdullillah boring itu dapat dialihkan hehehehehe. Yang enak itu kalau di hape ada aplikasi murotal alquran atau baca alquran kek. Atau chat via wa kek sama teman sebelah hehehehehe. Kenapa ceramah terutama saat tarawih membosankan, dari hasil berselancar didunia maya dengan mengetik kenapa boring mendengarkan ceramah ustad, tarraaa....dijumpai beberapa alasannya ternyata.....

............................................................
Dari Kompasiana (https://www.kompasiana.com/www.warungaqiqah.com) dengan judul "Ceramah Tarawih Membosankan ???"

Diantaranya persiapan ustadz atau penceramah yang kurang siap dengan materi yang akan disampaikan. Selain itu, panitia Ramadhan dimasjid-masjid masih banyak yang belum menentukan tema materi ceramah yang akan disampaikan, jadi semuanya diserahkan pada sang penceramah, hingga banyak materi ceramah diulang-ulang atau sama antara satu penceramah dengan penceramah lainnya. Jika tiap harinya temanya selalu berganti tentu akan menarik bagi pendengar. Misalkan hari pertama, tema ceramah keutamaan puasa Ramadhan, hari kedua, manfaat puasa ditinjau dari sisi medis, dan seterusnya, termasuk untuk tema kultum sehabis sholat subuh.

Waktu ceramah juga dibatasi, hingga tak molor terlalu malam yang membuat jamaah kurang semangat lagi untuk mendengarkan. Jika semua sudah dibuat menarik, tema berbeda tiap harinya, penceramah juga berganti-ganti serta mempunyai kapabilitas, namun masih terasa membosankan, mungkin ada yang bermasalah dengan diri anda atau jamaah. 
...........................................................
Sebenarnya banyak lagi opini atau pandangan mengapa mendengarkan ceramah Tarawih membosankan. Mending buat bosan tapi kalau sampai ngantuk, muka menengadah keatas dan mulut mengangga lebar. Ngak tega pengen foto seorang ibu di sebuah mesjid kemarin, lagipula kurang ajar kali saia sudah difoto lalu diupload di medsos, padahal ngantuk itu hal yang manusiawi kan ?? 

Dulu ada guru agama zaman SMA saia dulu, bermarga Nasution, lupa nama depannya. Beliau pernah berkata kalau saya ceramah saat pelajaran agama lalu kasih contoh ceritakan sikap A, tingkah si B atau mengibaratkan ..."ada orang..." Beliau bilang sama seperti saia menceritakan keburukan orang juga tapi di Al Quran kan juga diceritakan tentang orang-orang yang berkelakuan buruk tapi kalau ceramah terkadang "sedikit" menjudge orang, "Ada orang bla..bla..bla..."
Jadinya solusinya Beliau katakan bagus diperbaiki tata cara sholat, terkadang hal-hal itu masih dijumpai kesalahan, kata Beliau. Ternyata setelah diadakan test sholat di Mesjid dekat areal SMA dulu, ada beberapa orang yang diperbaiki tata cara sholatnya. Juga diberi penerangan tentang wudhu sampai hal-hal yang membatalkan sholat. Sudah dulu ya, nampak kali saya alim kali malam ini hahahahaha, ada yang sedikit tersenyum ngejek. "Siapa sihhhh ????" katanya
Saia wolesss aja, "siapa aja, ngak masalah hehehehehe..."   Lalu dia posting status Iblis itu sangat alim. Saia ???  Isshhhh kuajak batalkan puasa dengan janji ditraktir makan dan nonton, dia aja nolak. Atau jangan-jangan Iblis itu sombong, dia tidak mau menghormati Nabi Adam dan merasa dirinya lebih dari Nabi Adam, kalau sombong itu kayaknya kamu dehhhhh. Bukan ahli agama, mempelajari agama seperti menyerap tenaga dalam hehehehe, mirip disuntik vaksin tetanus, tau-tau udah kebal semua, paling tahu sejagad maya seantero nusantara hehehehehehe. Salon Muslimah ???? hehehehehehe. I am nobody lah 😐😐😐





Wednesday, May 29, 2019

Yang Tersisa

Masih ada 2 pe er malam ini, semoga menjelang subuh minimal jam 9 pagi sudah selesai. Namun saat ini mood seperti masih berserak antara liat youtube atau nonton drama korea yang stocknya lumayan banyak. Dari dua hal tersebut, biasanya saia suka liat youtube, biasanya video yang dilihat mulai dari dunia artis dengan segala isinya, dunia youtuber dengan segala hasil kerja mereka, suka liat dunia muslim di penjuru dunia sampai perdebatan antar agama, sampai mendengar video musik terutama lagu nostalgia yang mengingat saia pada suatu masa atau suatu kisah kalau mendengar lagu tersebut, seperti backsound suatu kisah 😋 Tujuan nonton youtube ini menambah banyaknya waktu tersita di dunia maya, darimana coba informasi tercepat dan lumayan lengkap kalau ngak ngebrowsing, biarin diejek percaya Nabi Google, daripada percaya sama kamu semata hehehehe. Pokoknya saya mencari apa yang saia butuhkan, bisa digunakan minimal menetralisir "racun" dari suatu tulisan yang selalu menyudutkan apa yang selama ini saia percayai. Walaupun niatnya untuk meluruskan "oknum" pengikut, tapi terkadang tulisannya kebablasan menyinggung peranakan saia karena seakan-akan recehhhh amat yang menjadi hal-hal yang saia percaia atau yakini. Tulisannya suka mengutip kisah dari sisi dia merupakan keburukan, hal-hal yang selama ini sering diangkat menjadi tulisannya namun menurut saia ternyata itu masalah dia hehehehe, ibarat baca buku, sistem stabilo aja. Mana yang penting dan enak untuk dia aja. 
Tidak sarjana bidang agama, belum sepenuhnya menjalankan yang 5 perkara dengan baik tapi teramat baik dalam menilai hehehehe, salon muslimah ckckck...... Cukup satu itu aja menunjukkan bahwa profesi wartawati yang selalu didengungkannya tidak sebanding dengan tingkat pemahaman  atau wawasannya, hal ini salah satu hoax gampang menyebar terutama di medsos hehehehehe. Tapi anehnya doi cukup lihai melabel diri sendiri bukan hoax. Dasarnya ???? Pilihan dan junjungan 😝😝
Dicari arti profesi dirinya di mesin pencarian, wartawati dari asal kata wartawan, ternyata artinya adalah :

Orang yang pekerjaannya mencari dan menyusun berita untuk dimuat dalam surat kabar, majalah, radio, dan televisi; juru warta; jurnalis; (https://kbbi.web.id/wartawan)

Profesi yang teramat mulia seperti suluh atau penerang, sama seperti profesi guru. Guru dalam arti sebenarnya dengan lingkup sekolah sampai universitas. Atau guru karena pengalaman hidup atau keahlian yang dimiliki. Sementara wartawan lingkupnya sebagai suluh atau penerang di bidang media massa. Karena informasi di media massa sangat komplek dan penerima informasi beragam, menyusun berita yang disampaikan hendaknya memberi "penerangan" yang dapat diuji kebenarannya. Taruhlah kebenarannya ditutupi sementara, tapi karena yang baca saia juga, jadinya kok...lha kok...kok....  Kritik bolehlah ya, karena ngak takut gitu kalau kemanisan dipuja-puja melulu. Karena lebih bahaya orang yang suka memuja, kalau saia bilang sihh manis mulut. Ketika jaya saja cam iya, sudah jatuh dan ngak ada apa-apa, ngak semua orang bisa setia sampai saat "tanpa semua". Percayalah apa kata Rudi hehehehehe. Kenapa bisa begitu ??? Karena sudah banyak contoh, rumah saia dekat dengan komplek Pemda, alhamdullillahnya walaupun saia tinggal di gubuk dekat pinggiran komplek, banyak hal-hal menyenangkan tinggal dekat dengan perumahan pejabat  😇 Saat ramadhan ini misalnya, paling gampang melihat pejabat setingkat "kepala" sholat tarawih di mesjid dekat komplek tersebut. Kebetulan saat kecil saia suka sholat tarawih disana, keciptaran dapat bantuan "1 buah buku catatan rohani dan 1 buah pena" yang dibagi gratis oleh gharim mesjid jika sholat disana saat malam pertama Ramadhan. Buku catatan rohani itu dulu diperjual belikan di toko buku. Nahhh....walaupun tidak semua penghuni komplek selalu sholat tarawih di mesjid, tapi setidaknya ada beberapa pejabat yang rutin sholat disana, salah satunya bapak xxx. Pejabat tepatnya kepala dinas di sebuah instansi pemerintah, pernah sih bapak tersebut mengisi ceramah saat tarawih. Buku catatan Ramadhan saia terisi pulaklah paraf sang pejabat itu dulu. Dulu saia dan teman-teman ribut meminta tanda tanga dibuku catatan Ramadhan, padahal gharim mesjid sudah memerintahka mengumpulkan buku tersebut dan setelah itu diparaf atau ditanda tangai sama pejabat  yang mengisi ceramah, tapi ada teman yang curang. Ketika semua buku sudah terkumpul dan siap-siap mau ditanda tangani, tiba-tiba seorang teman sengaja "tidak masuk barisan", meletakkan buku catatan rohaninya di tumpukan paling atas. Biasanya semua protes karena buku setelah ditanda tangani/diparaf baru diminta stempel sama gharim mesjid. Sehingga masing-masing orang "menjaga" bukunya, akibat takut dicurangi lagi sampai rela mengelilingi sang pejabat saat memaraf buku sambil teriak..."saya lagi pak"... "saya lagi pak"  Padahal buku masih dalam barisan, diparaf pun sesuai urutan. Tapi namanya anak-anak, ngak ribut, ngak seru. Sampai si bapak pejabat menenangkan dengan ramah, "tenang semua diparaf..." paling kalau mulai kesal dia bilang...."kalau meribut, tidak saya paraf". Kami semua diam memperhatikan tangan si bapak pejabat menggoreskan parafnya dan ketika selesai diparaf, langsung mendatangi gharim mesjid yang duduk tidak jauh dari bapak pejabat tersebut dan sudah siap sedia dengan stempel mesjid, lagi-lagi berebut serta saling sikut hehehehe. 
Jangankan di mesjid jadi rebutan tanda tangan si pejabat, di kantornya pasti juga berebut orang yang mau dekat dan terlihat akrab hehehehe. 
Seiring waktu, usia bertambah dan saia makin dewasa, si bapak pensiun dan dulu ada orang yang saya kenal suka SKSD dengan beliau, tapi seiring jabatan sudah selesai, semua tidak sehangat dan sehormat dulu. Masih banyak sihh contoh, bahkan ada yang dulu saia ingat adalah pejabat "level RT" yang dulunya somse sewaktu masih menjabat, bayangkan saya minta tanda tangan surat pengantar pembuatan KTP, sudah bermalam di rumahnya tapi lantaran saya kelupaan minta tanda tangan alm. bapak saya di formulir surat pengantar tersebut, besok paginya formulir saya dikembalikan melalui istrinya, tanpa ditanda tangani, padahal masih tetangga juga huhuhuhu...
Mana dulu Bapak saya pulang kerjanya malam hari hmmm...hhhh. Sementara lowongan kerja ingin saya lamar itu hari itu juga tutup. Paman angkat saia yang mau membantu saia sudah menyuruh cukup surat keterangan pengantar pengurusan KTP dari lurah aja. Jadi kalau sudah ditanda tangani, paginya saia bisa mengurus ke RW dan kelurahan. InsyaAllah kalau sudah dapat surat pengantar dari RT, tinggal ke bapak RW minta tanda tangan, hari itu insyaAllah bisa selesai. 
Padahal disurat pengantar tersebut tidak perlu tanda tangan ortu saya, yang perlu tanda tangan itu RT dan RW, baru dari surat pengantar tersebut dibuatkan surat pengantar pengurusan KTP oleh pegawai kelurahan. Cuma saia disuruh buat tambahan seperti keterangan pribadi yang saya tanda tangani dan apesnya, lupa di sebelahnya harus mengetahui Bapak saya. Sebenarnya surat pengantar RT dan RW itu hanya berisi surat keterangan bahwa saya memang warga daerah tersebut. Cuma itu aja kok 😢. Lalu di kantor lurah baru dari surat pengantar RT dan RW dibuat surat pengantar pembuatan KTP, setelah itu baru diteruskan ke kantor camat. Panjang yaaaaaa hehehehehe
Tapi paman angkat saya bilang, cukup surat pengantar sampai lurah saja, sudah cukup. Isshhh sampai kini kisah itu selalu teringat kalau berpapasan muka sama mantan pejabat RT itu, saya sihh berharap bisa menyembunyikan muka kalau ketemu. Bukannya sombong ya, tapi kalau sudilah dia membuatkan saia surat pengantar tersebut dulu, kali ada rezeki saia kerja ditempat itu huhuhu.... karena tahun besoknya jurusan yang diterima di tempat itu hanya untuk jurusan A1 (fisik) dan A3 (Sosial) sedangkan jurusan A2 (Biologi), ngak ada sama sekali. Itu pengalaman saia saat tamat SMA dulu, saat ada pembukaan di kantor.....  
  
Jadi ketika si pejabat tidak menjabat lagi dan pernah "dipersulit", saia kok masih sepersepuluh gondok ya, tapi mungkin doi ngak merasa apa yang saia rasakan, saia yang dianggap somse. Terserahlah, karena asal ingat wajah keduanya, suami istri tersebut ada perasaan 😪😪😪😪😪  Sampai hati yaaa,,,, Udah dulu yaaaa, selamat sholat subuh. Besok disambung  lagi, dan hari ini sukses cuma ngeblog 🙊🙊🙊 

Monday, May 27, 2019

Salon Muslim..."jadi gue nga boleh masuk nih ???"

Ramadhan sebentar lagi memasuki malam 10 terakhir, malam akan ditemukan malam Lailatul Qadar, malam pelimpahan rahmat. Semoga kamu, terutama aku khususnya menemukan malam Lailatul Qadar tersebut, amin. Dulu saat zaman SD, dirumah salah seorang temanku, panggil saja namanya Thata,  membuka pengobatan  bagi masyarakat, pengobatan penyakit non medis sih. Pengobatnya dipanggil ustad, kata Thata. Orangtua Thata sengaja menyediakan rumahnya sebagai tempat pengobatan ustad tersebut dan katanya lagi "keahlian" ustad tersebut karena pernah bertemu malam Lailatul Qadar. Entahalah, tapi begitulah temanku itu berkata dulu. Pernah saat aku dan dua orang temaku bermain ke rumah Thata, saat asyik ngobrol di ruang tamu, tiba-tiba pesuruh ustad tersebut menemui kami, menanyakan apakah ada diantara kami yang lagi datang bulan/haid. Kalau ada diharapkan untuk sementara keluar dari rumah Thata, karena sedang berlangsung pengobatan, karena kalau ada yang datang bulan/haid, maka itu merupakan pantangan pengobatan yang sedang berlangsung.
Dulu aku pikir karena selama haid itu maka keadaan diri "dalam keadaan kotor", ngak bisa sholat. Tapi baru kusadari kini, kali kami dulu ngobrolnya rada kencang, jadi ngusir secara halusnya begitu hehehehe. Tapi alhamdullillah, diantara kami tidak ada yang lagi haid dan kami tetap ngobrol di ruang tamu tapi dengan suara agak dikecilkan volumenya. Untuk menuntaskan rasa ingin tahu beberapa puluh tahun lalu, malam ini aku sengaja browsing di mesin pencarian google, jemariku mengetik .."hubungan jin dengan pengobatan alternatif", yang keluar malah artikel dan satu ulasan dalam format video..."darah haid makanan jin ??"
Hmmm...sama aja, tidak memuaskan penjelasannya. Ya sudahlah, biarlah tertimbun bersama kenangan cerita Ustad tersebut yang sampai detik inipun aku belum pernah bertatapan muka dengan ustad tersebut walau beberapa kali bermain ke rumah Thata. 
Balik ke sepuluh malam terakhir Ramadhan tahun ini, dimana keberuntungan bertemu malam Lailatul Qadar ada pada sepuluh malam terakhir terutama malam-malam ganjil. Sejak mendengar temanku dulu yakni Thata bercerita tentang ustad tersebut memperoleh kepandaiannya karena bertemu malam penuh rahmat alias bertemu malam Lailatul Qadar, aku pun pengen punya kepandaian mengobati orang, terutama hatimu. Ehemmm...agar selalu damai melihatku terutama saat pamer di sosmed dengan segala kurang dan lebih dikitku hehehehehe. 
Saat di medsos, banyak hal menarik yang menjadi keingintahuan atau sifat kepoismeku seperti membaca postingan orang hehehehe, sampai ada penulis eh wartawati ding, sedikit kurang suka karena aku "terjun payung" dan mendarat di wall FBnya, sampai didaratan wall-nya terdengar bunyi pedang beradu, mirip perkelahian pendekar hehehehe. Soalnya dia awal pembuka statusnya, tertulis kalimat, seolah penegasan paling tegas menurutku.....
"Sepupu saya, dia seorang wanita katholik. "
Selanjutnya dia membahas bertemu salon yang didepannya bertulis "Salon Muslimah".
Just that's it. Dia tidak masuk ke salon itu dan hanya menjawab penasarannya sendiri, ibarat ketemu masalah sendiri, baca sendiri, bahas sendiri, ambil kesimpulan sendiri. Kalau nulis skripsi habis dibantai penguji, manusia seperti ini....
  
Penguji       :     Apa topik yang diangkat dan masalah lo ? (gaul dikit coy, secara dosen lebih "elegan" kalau ngomong, sedikit revisi skripsi, hanya tulis tanda tanya gede di halaman skripsi, saya yang muntaber sampai mencret meraba-raba maksud tulisan tanda tanya tersebut, ditanya balik ke dosen, takut tambah pusing lagi, jalan tengahnya bertanya sama teman yang tingkat kepintarannya 1 atau 2 oktaf diatas aku hehehehe).

Dia              :    Hubungan Salon Muslimah dengan Tingkat Kedatangan Pelanggan Beragama Beda Ditinjau dari Teori Perpindahan Pelanggan dalam Membaca Teks Dipintu Masuk Periode Tahun 20xx
Permasalahannya adalah...."gue ngak boleh masuk nih ???"

Penguji       :   Grand teori siapa yang kamu pakai ??
Dia             :   Hmmm...hmmmm...Toleransi, karena itu tidak bla...bla...bla...
Penguji       :   Salon Muslimah itu apa ?? Sudah berapa kali kamu datangi salon muslimah ?
Dia             :   Saya baru membaca teks dipintu masuk, dan saya rasa hal yang menjadi
                       masalahnya..."gue ngak boleh masuk nih". Kedatangan saya hanya sampai depan 
                       pintu lalu kami pergi mencari salon lain yang sesuai rasa ketoleransian, rasa kesukaan
                       saya tanpa embel-embel muslimah

Sebagai notulen sidang ujian skripsi, saya menulis jalannya persidangan ujian tersebut dengan ulasan sebagai berikut karena kalau didengarkan lagi tanya jawab antara "penguji" sama dia, membuat saia menarik sarung dipedang hehehehe. 
Udah nga jadi nyalon, cuma baca doang, ingin memberi gambaran betapa tidak toleransinya hal-hal yang dikhususkan tersebut, jangankan mencoba, minimal baca dari artikel yang ada, katanya wartawati, pengetahuannya seperti wartawati hehehehe. Setidaknya kamu punya sedikit waktu, meluangkan hatimu membaca apa itu salon muslimah ??
Kenapa dia tidak mempertanyakan dipintu kantor atau mall sekalipun, ada tulisan di pintu suatu ruangan, terbaca..."Dilarang masuk bagi yang tidak berkepantingan !", kalau pun mau dibawa pake undang-undang, salah satunya undang-undang Lalu Lintas No. 22 Tahun 2009 yang membahas tanda larangan. Ada rambu-rambu lalu lintas dimana tidak boleh masuk, tidak boleh berhenti, dilarang belok kiri, dilarang masuk bagi orang jelek hehehehehe. Yang terakgir cuma candaan. See, ada aturan tertulis maupun tidak tertulis sebelum menulis...."jadi gue ngak boleh masuk nihhhh"
Untuk ukuran salon muslimah, ngak perlu juga sampai pake undang-undang, cukup TST alias Tahu Sama Tahu, bukan Tahu Sama Tempe. Sebagai tahu sesama tahu yang dibekali keingintahuan dan mencari rasa tahu, bukan berarti harus menjadi sok tahu atau ketahuan tidak mau tahu hehehehehe
Salon muslimah itu tidak perlu harus merazia KTP, cuma ada aturan khusus selama menggunakan jasa pelayanan salon muslimah. Diantaranya TIDAK BOLEH bercampur dengan laki-laki, jadi selama kamu di salon muslimah, harap jangan bawa laki-laki. Mungkin muhrim bagimu tapi bagi pengguna jasa lainnya gimana ?? Lalu produk yang digunakan halal, artinya tidak terkontaminasi dengan bahan-bahan yang diharamkan oleh syariat agama Islam. Jangan minta treatment yang tidak dibolehkan dalam syariat Islam diantaranya cabut atau cukur alis, mewarnai rambut dengan warna hitam, menyambung rambut atau hair extension sampai tanam bulu mata. 
Ya..kalau mau facial, creambath dan spa serta perawatan rambut mulai potong sampai masker rambut, bisa kok. Terlebih melayani wanita non muslim seperti yang diberitakan Republika....

  "Salon Muslimah. Ini Kelebihannya ? (Bagian-1)"


..."jadi gue ngak boleh masuk ini ???"

Trang..trang..trang....terdengar sabetan pedangku beradu dengan pedangnya, sampai mencret adu pedang begini pasti sampai pagi malah berepisode menjadi sindiran di statusnya ! Kamu wartawati apa wartawati sihhhhh ??

Wednesday, April 24, 2019

Ketika itu

Aihhhh ada postingan di fb yang membuat aku teringat masa kecil. Gambar seorang anak kecil yang kakinya diikat di bawah sadel sepeda, Mirip seperti keadaan aku saat usia 5 tahun, sebelum masuk TK. Karena aku ingat saat TK dulu aku diantar jemput pakai sepeda motor, kalau di Pekanbaru sepeda motor itu disebut Honda astaga star hehehehehehe. 
Saat zaman orangtuaku hanya punya sepeda dan ada beberapa kali aku diajak "raun-raun" alias jalan-jalan sama alm. Bapakku keliling Pekanbaru. Seringnya kearah Pasar Bawah sambil lihat kapal yang bersandar di pelabuhan. Aku ingat ada fotoku sama adikku yang nomor dua memakai celana pendek berfoto dengan latar pelabuhan, tapi fotonya entah kemana. 
Alm. Bapakku membawaku raun-raun ke arah Pasar Bawah sekalian menjumpai teman-temannya di pelabuhan karena alm. ayahku dulu pelaut. Lalu dari pelabuhan diajak ke Jalan Juanda. Satu yang kuingat zaman itu adalah burung yang menutupi kabel listrik, banyakkk sekali. Burung-burung itu bertengger menutupi hampir semua kabel yang ada di depan RTH A. Yani sekarang. Kali dulu kabelnya sudah dibungkus jadi aman bagi burung untuk bertengger. 
Kalau raun-raun pakai sepeda Alm. Bapakku memastikan kedua kakiku "terpasung" dengan baik dibawah sadel. 
Lalu saat orangtua punya sepeda motor, aku juga sering diajak jalan-jalan keliling kota, kuingat pernah nonton "motor cross-motor crossan" di Jalan Gajahmada dulu. Saat kecil dulu ada sebuah pertanyaan yang menurutku sampai sekarang jawabannya kok simpel amat yakk. Jadinya sampai sekarang "agak" membekas. Saat raun-raun dulu, melewati sebuah Studio Radio Swaradia yang kini sudah almarhum, pertanyaanku cuma...."kenapa dinamakan Swaradia ???" Lalu orangtuaku menjawab "karena yang kita dengar suara dia, penyiarnya..." 
Ishhhh sampai sekarang jawabannya keknya ngak ngena dan menurutku terlalu simple. Agak sulit dikit kenapa ???? hehehehe. Itulah pertanyaan dulu yang sekarang masih kuingat karena jawabannya itu lho hehehehe...         

Ringan-ringan saja

Apakah anak bungsu memang pikiran seperti itu ?? Beberapa bulan ini aku lebih sering jalan sama adik bungsuku, berhubung ngak ada kawan. Hehehehe...yakin ??? Ngak apalah orang punya pemikiran begitu, itu lebih bagus untuk menjaga pikiran tetap terasah, agar cerdas dan ahli dibidang urusan kehidupan terutama kehidupan orang lain. 
Balik cerita ke adik bungsuku, ada aja yang membuat seakan-akan seseorang "memiliki niat jahat". Kemarin-kemarin cerita tentang si A atau si B, dan untuk yang diceritakannya aku ngak masalah dan membenarkan ceritanya. Tapi lama-lama cerita si A dan Si B, setelah kucek saldo tabungan, ngak mempengaruhi saldo tabungan hehehehe. Akhirnya ceritanya sering kualihkan menceritakan film mana yang mau ditonton minggu depan. Rencananya mau nonton film yang ringan-ringan aja seperti kemarin nonton Shazam, karena hidupku udah rumit hehehe. Minggu depan rencananya mau nonton film xxx dan menonton ini dilakukan apabila aku sudah menyelesaikan beberapa tugas perbabuan dan seiring pembayaran saat tugas babu itu diambil. "Hadiah" menonton sebagai kompensasi karena otakku perlu direfresh juga. Dulu kompensasinya paling makan tapi efeknya terkadang menyakitkan, lemakku nambah ke samping hehehehe. Hampir lupa yang membuat aku pengen menulis malam ini adalah "over thinking" adikku. Kemarin-kemarin cerita si A atau si B, telingaku masih mau menampung. Tapi tadi sore ketika mau beli buka puasa, dia cerita tentang tukang sate. Tukang sate ??? Apa hubungannya coba. Tetangga bukan, teman sekolah bukan, apalagi teman kuliah, lebih bukan lagi. Nah lho ?? Darimana punya pandangan over begitu.
Sampai-sampai disela-sela aku ketawa ngakak mendengar cerita adikku tentang tukang sate, aku curhat...."Aku sempat berpikir kemarin, apakah anak bungsu emang begitu pikirannya ??? Kau sama seperti xxx xxx (aku menyebutkan nama temanku yang kebetulan anak bungsu juga) tetangganya jahit baju baik-baik dirumah, pikirannya sudah kemana-mana. Apa salahnya pasang headset, dengerin lagu kesukaan kek  atau murotal Alquran kek.. Cie..cie...sok alim yak daku hehehehe. Woles aja. 
Ya sudahlah pokoknya sepanjang mencari makanan buka puasa, aku meledeknya. "Sekarang tukang sate, besok tukang jamu...." Cape dehhhh
Kemarin juga adikku cerita yang membuat aku ketawa ngakak, manakala mengingat masa dia kecil dulu. Saat dia balita dulu, oh ya lupa. Jarak usiaku sama adik bungsuku 17 tahun. Jadi saat dia berumur 5 tahun, aku berusia 22 tahun. Adik bungsuku cerita pernah curhat sama ibuku tentang asal usul dirinya, dia menyangka mungkin bukan anak ortuku. Ibuku menanyakan kenapa punya pikiran begitu, lalu adik bungsuku cerita saat aku mendapat tugas membersihkan kotorannya sehabis buang air besar. Kalau orang Pekanbaru bilang mencebok. Aku tidak pernah menggunakan tangan, tapi kaki. Aku ingat dulu dengan perasaan kesal karena dapat giliran mencebok adik bungsuku di kamar mandi, aku menyuruh dia duduk menjongkok sehabis buang air besar lalu selang air kuarahkan ke pantatnya. Seiring air tercurah deras ke arah pantatnya dan kakiku pun membilas pantatnya. Kuingat aba-aba sewaktu mencebok dulu.
"Duduk ! " Dan adikku pun menurut duduk menjongkok dan kakiku pun membilas pantatnya. Sadisnya. Bukan sadis say, dulu kalau lihat kotoran, nafsu makanku bisa hilang dalam beberapa hari karena teringat si kuning. Issh ceritanya kok jorki sihh, ngak ada cerita lain hehehehehe               

  

Friday, April 5, 2019

Seberapa kuat

Malam ini tercium wangi pandan, seperti aroma pandan yang dimasukkan ke dalam kolak pisang. Wangiiii...hmmm...hmmm. Kejadian wangi pandan yang hanya tercium oleh hidungku saja pernah terjadi saat beberapa bulan menjelang umroh 2016 lalu. Sebenarnya aku ngak ada niat untuk umroh, rencananya yang umroh itu ibu sama tanteku. Tidak ada terlintas sedikitpun. Beberapa bulan sebelum umroh, aku sering mencium wangi pandan. Yang terasa saat menemani adik bungsu ke perpustakaan UNRI. Dari awal parkir, masuk ke gedung pustaka sampai leyeh-leyeh manja di bangku taman samping perpustakaan, aku mencium wangi pandan. Adik bungsuku yang ditanya apakah mencium wangi yang sama menjawab tidak mencium apa-apa. Entahlah, wangi pandan itu  terlupa sampai proses akhirnya aku ikut umroh sama ibuku, menggantikan posisi tanteku yang batal berangkat. Karena mengingat ibuku akan sendirian berangkat umroh makanya akhirnya kuputuskan menemani ibuku. Perjalanan umroh pertamaku ini banyak memberikan pelajaran dan hikmah. Terlalu banyak...
Memang ada niat sihh kembali ke tanah suci, minimal umroh jadilah. Aku tahu kalau Allah SWT sudah menggariskan ke sana, semuanya insyaAllah lancar. Ada aja jalannya. Amin, mudah-mudahan ya Allah. 
Kini wangi pandan itu sudah menghilang, insyaAllah "tamu" yang tadi datang orangnya baik dan berasal dari tempat yang wangi. Mudah-mudahan semua harapan dan keinginanku tercapai tahun ini, salah satunya aku pengen Hijabagus, usaha yang kurintis itu seperti yang kuangankan. Apakah itu ??? Nanti juga elo tahu hehehehehe.... Hijabagus yang berasal dari 2 kata yang digabung menjadi satu hijab dan bagus, huruf B yang kuartikan "baik" menjadi penyambung yang tak putus dari rezekiku dengan HIJABAGUS. Mudah-mudahan amin. 
Aku pernah berusaha sekuat tenaga sampai lupa sholat, siang malam sibuk dengan urusan dunia. Memang ada hal yang kuinginkan dapat kuraih tapi akhirnya kini terlepas semua yang kukejar itu dulu. Kalau mengingat dulu, mungkin yang mengenalku merasa aku sok sibuk, padahal sibuk hehehehe. Mantan bos atau nyahku dulu mungkin ada yang ingat sampai subuh begadang sama aku, sampai lupa makan apalagi sholat. Hampr beberapa tahun menjalani dunia jahiliah hihihi tapi akhirnya aku ditunjukkan jalan kembali. Suatu peristiwa demi peristiwa menyadarkan bahwa seberapa kuat aku menggenggam dunia, akan lepas juga, ada masanya terlepas. Namanya juga titipan, harta dan segalanya. 😇😇😇 Tapi bagi yang belum merasakan kisah yang kualami, dianggap ini adalah cerita perlebaian atau peralayan, terserah. Up to you, mana yang buat kau enak, lanjutkan...mana yang buatmu tidak enak, hentikan hehehehe.
Nanti saat kamu merasakan hal yang sama, dimana kamu merasa bisa dan akan menggenggam dunia. Tapi ingatlah, semua akan ada limitnya. Yakin, haqqul yakin. Syukuri aja saat tiba dimasa itu, kamu ditunjukkan jalan kembali. Walau banyak penyesalan dan kekesalan saat titipan diambil-NYA, semua tidak akan kembali, seberapa banyak meratapi di media sosial seperti akuh saat itu. 👼👼 

Nikmat itu seperti memakan kue coklat itu, setelah diicip dan hampir abis, baru ingat bodi. Bengkaklah bodiku ini........

 Alhamdullilah akhirnya bisa diakses juga....💘💗💖💕