Saturday, June 30, 2018

Tes 1 2 3


Tidak ada satu partai pun yang setia sampai semaput membela ketua geng partai kalau sudah melawan suara rakyat, suara tuhan...vox populi vox dei. Hmm...ngak ada yang berjuang sampai 10 cc darah penghabisan. Masyarakat sekarang sudah cerdas, walaupun dibuat pemetaan tentang partai ini unggul di sini dan unggul di sana atau partai merana sedunia di sini atau keok disana sini hehehehehee. Partai politik itu hanya sebagai kendaraan, kendaraan rental sebaik apapun dan selengkap apapun kondisi dan fasilitasnya, semua tergantung supirnya. Supir seorang ditambah kernet ciek hehehehehe... Pemilik mobil rental juga akan memilih rute yang disukai masyarakat karena "pendapatan jasa" terbesar dari mereka. 


Partai Amanat Nasional saat zaman reformasi dengan Amin Rais sebagai salah satu pendirinya "sukses" membuat poros tengah yang terdiri dari partai-partai Islam (PKB, PAN, PBB dan PKS). PAN menjadi motor utama dalam koalisi partai-partai Islam tersebut.
Now ??? Hasil pilkada di Sumatera menunjukkan calon hasil koalisi PAN menang di Sumut, Riau, Lampung dan Sumsel). Secara keseluruhan dari 17 propinsi yang melaksanakan pilkada, PAN unggul di Sumut, Riau, Lampung, Sumsel, Jatim, Bali, Kaltim, Sulsel dan Maluku. Sementara PDIP dari 17 propinsi hanya menang di 5 propinsi (Bali, Jateng, Sulsel, Papua dan Maluku).
Next Be Jo Vs The Master 2019. Biasanya analisamu lebih tajam terutama tentang take beer, hijab, urusan haji. Tumben tulisanmu kembung, masuk angin, lek ????

Seperti bunyi iklan...orang Be Jo lebih untung dari orang pintar minumnya bintang 7 Vs Orang pintar minumnya tolak angin.    

    

Friday, June 29, 2018

Jazakallahu Khairan

Orang yang pernah makan bangku sekolah pasti tahulah, sekitar 40 atau 45 teman satu kelas, pasti beragam kelakuannya, rambut boleh sama hitam, tas boleh sama model, buku boleh sama merek, pena boleh sama warna tapi.... pikiran dan kelakuan beragam, ada yang pendiam, tukang recok alias perusuh, cerewet, kegatalan, si cengeng bahkan ada yang hobi MPO. Dulu zaman sekolah, teman yang suka caper alias MPO alias Menarik Perhatian Orang ini membuat suasana kelas mirip pilihan pas pilkada, ada yang suka sama capernya namun ada juga yang mau muntah, pengen jambak, pengen tendang, pengen teriak..."masuk ajalah kau ke air-air tu lagi....." 

Dulu zaman sekolah sampai kuliah, teman model caper ini ngak banyak, paling banyak 2 orang dikelas model caper ini. Dibully bagaimanapun juga, si caper yang emang overdosis PD pasti merasa dia yang betul, dia paling okeh, dia paling baik, paling terhits, pokoke doi merasa malakait bersayap pembalut putih dengan noda merah di tengah. Asli pede abis. Saia aja geleng-geleng kalau si caper sudah berjalan ke depan kelas dengan membawa secarik kertas. Irama lagu penghantarnya pasti...look at me now now now...look me now now now... 

Semua pandangan tertuju pada si hartes, apa lagi nak dibuat budak betino satu ni agaknyo. Ndehhh...cakap orang Siak yang kali ini mendominasi beranda FB saia. Apakah ini efek Bupati Siak terpilih menjadi Gubernur Baru Riau dengan wakilnya Edy Natar Nasution hehehehehe. Selamat Menjaga Amanah. Alhamdullillah, walaupun menjelang pencoblosan kedua belah pihak timses saling adu komen yang sedikit memanas di FB tapi setelah selesai komen sejuk kedua belah pihak, dari pihak lawan ke pihak pemenang, begitu juga pihak pemenang ke pihak lawan. Walaupun satu ada dua orang yang masih optimis kemarin bakal ada keajaiban, bakal seri. 



















Naaahhh balik lagi ke capercantropus erectus, pengenlah doi legawati dan jangan suka bolak balik fakta. Kenyataan kejadian sama status mirip koin rupiah, jauh berbeda alias ngak sama. Pembengak sangat, mau saia caption chat doi ke saia dulu ??? Soale udah muak dengan manusia super duper pede dan suka kapling sendiri pujian dunia akhirat ini. Kalau mau muji diri sendiri dari ujung rambut sampai ujung lantai, saia EGPlah, none of my business. Lantaklah.......
Mau temammu sejuta enam ratus ribu koma lima puluh lima, lantaklah
Mau usahamu busanya setinggi pohon di puncak gunung, lantaklah
Mau kebaikanmu enam ratus hektar, lantaklah
Mau kayamu mengalahkan Kekayaan Nabi Sulaiman, lantaklah
Tapi jangan usik orang.
Jazakallahu Khairan 🙏🙏🙏




  

Wednesday, June 27, 2018

At 01.39

Itu makanya harus ada pengganti kalau orang yang ahli dalam bidangnya kebetulan tidak dapat bekerja. Harusnya dari dulu saia punya cadangan yang walaupun tidak sama tapi mendekati sama jadilah. Akhirnya beginilah jadinya, berhubung datangnya tidak memberi kabar dan langsung datang ke ibu langganan yang rumahnya jauuuuhhhhhhh. Entah masih dalam kondisi lagi ngak enak body, perasaan jalan yang ditempuh ke sana terasa lebih jauh dari biasanya, pengen cepat-cepat masuk ke Desa Karya Indah. Bayangkan sampai masuk desa kabupaten tetangga demi berurut kampung yang hasilnya dirasakan dan menjadi langganan tetap si Ibu Tukang Urut dari tahun 2012. 

Namun setelah sampai ternyata si Ibu lagi proses penyembuhan dari bekas luka jahitan yang cukup panjang di lengan kanannya. Sebelum puasa si Ibu melakukan operasi pemotongan daging tumbuh di lengan kanannya, kata dokter daging tumbuh itu termasuk tumor jinak. Kemungkinan 1 bulan bisa menjalankan aktivitasnya secara normal seperti dulu, yaa apa boleh buat.
InsyaAllah kalau badan pegal-pegal ditambah demam seperti sekarang, diurut sekali aja sebatang badan ini, besoknya badan terasa ringan dan segar. Sepanjang jadi pelanggan tetap dari tahun 2012, pernah sihhh coba berurut di tempat lain, tapi hasilnya tidak memuaskan, bukannya capek atau pegal-pegalnya hilang, malah badan jadi sakit-sakit akibat cara urutnya menurut saia amit-amit, full power. Sepertinya si tukang urut pake tenaga kuda, ilmu dalam, ajian tapak sakti dan ilmu lumpuh lampah, badan saia seperti kain dimatanya, dikucek-kucek, dibilas lantas dijemur dengan minyak urut ntah hapa-hapa... Berasa esok harinya engsel-engsel pada mau copot dan badan malah tambah sakit. Akibat sudah 2 x pindah ke lain hati dari tukang urut langganan dan dua-duanya mengecewakan, akhirnya tetap menggunakan jasa si Ibu sampai kini. 

Ada sih rekomendasi dari beberapa orang yang dikenal tadi, tapi belum dicoba berhubung sudah nyampe rumah sudah malam. Ada perasaan sedikit kecewa ngak bisa berurut tadi, akhirnya singgah makan empek-empek hehehehe. Biar judul hari ini ngak  kecewa-kecewa amat, yaa....ngak papalah belum sempat berurut tapi sempat makan empek-empek di suatu tempat yang memang terkenal enak dan emang enak. Apa hubungan coba ?? Pelarian itu namanya hehehehehe.... 
Malam ini harusnya sudah tertidur pulas tapi terbangun karena pengen buang air kecil dan iseng liat hape, ternyata ada seorang teman mengabarkan tentang pembunuhan seorang perempuan yang tempat tinggalnya masih satu wilayah dengan saia. Kemarin memang sempat lihat foto perempuan itu di status FB orang lain dalam kondisi sudah jadi mayat, tapi foto kepalanya aja. Matanya hampir keluar, ihhhh ngeri ngeri... Alfatiha untuk Unyil sayang. Soalnya anaknya ramah dan rajin, sepanjang saia ketemu, pasti dia negur duluan, dulu sekedar senyum aja kalau ketemu tapi lama-lama kalau ketemu menyapa lengkap panggil kak dan nama saya. Ternyata adik bungsu saia kenal juga dan kayaknya emang anaknya baik, kata adik sihh dulu. 

Entah mengapa semua seperti rangkaian cerita, kemarin saia melihat foto kepala begitu langsung cepat-cepat pindah ke status lain di beranda dan tidak sempat baca beritanya. Tadi siang menjelang sore saat mau berurut ditemani seorang teman yang kebetulan mau berurut juga, sepanjang perjalanan doi cerita tentang si Unyil. Dan tadi malam salah seorang temanpun mengabarkan tentang si Unyil juga. Sebelum baca wa teman, barusan liat status di beranda, salah seorang teman FB yang juga teman si Unyil mengunggah ucapan bela sungkawa sambil menscreenshoot chatnya sama si Unyil seminggu yang lalu. Ya ampun, belum jadi suami, masih status pacar sudah main bogem. Isssh lama-lama jadi ingat fotonya kemarin, Alfatiha.
Hoammmssss......hujan malam ini lumayan deras dan kalau seperti ini bisa-bisa banjir eeehhh "tergenang". Ingat ya hanya genangan air, 2 jam lagi bakal surut tapi tahu ngak 2 jam itu ngapain ternyata....

Ternyata hujannya lagi kampanye hehehehehehe atau kalau sudah lewat pilkada istilahnya hujannya lagi arisan, atau kalau ngak hujannya lagi kumpul keluarga. Untuk urusan masalah, siapa sihhh yang mau ambil masalahmu bukan masalahku.....tidak ada yang seberani iklan "menyelesaikan masalah tanpa masalah" dan saia termasuk yang mempermasalahkan masalah dengan masalah hehehehe. Lantas dikoment menjadi menyelesaikan masalah dengan mempermasalahkan. Sekarang itu yang rumit cari biang keroknya...si masalah. Jauh-jauhlah masalah.... paling 5 tahun kedepan saat pilkada baru itu masalahnya, sepanjang 5 tahun itu bukan masalah, itu hanya genangan air. Titik ! 

"Naiklah tanpa mematikan lampu orang lain, darma...." Maaff  🙏🙏🙏🙏🙏🙏, kali ini efek pernah terjebak hujan deras di jalan dan di depan air tergenang sampai pinggang....ditempat yang itu itu juga. Maafffffff 🙏🙏🙏🙏🙏


Tuesday, June 26, 2018

Makasih



Sudah 3 hari ini, lagi ngak enak body, mungkin karena perubahan cuaca ditambah sebelum lebaran, saia sibuk kesana kemari jadinya sangat sangat kelelahan, sehingga malam takbiran sampai beberapa setelah lebaran kedua, aktivitas terpadat adalah tidur hehehehe. Pokoknya tiada hari tanpa tidur, asli capcay kali. Sebenarnya udah niat menjelang lebaran mau servis body, ya apalagi kalau ngak berurut. Tapi ?? Masih mikir dan menimbang enak dan tidak enaknya sama ibu langganan tukang urut karena beliau juga sibuk menjelang lebaran terlebih hari lebaran. Satu lagi, kalau ke tempat si ibu emang harus niattt banget karena tempat tinggalnya jauh, di perbatasan kota. Moga besok terlaksana 😓😓 Bicara lebaran kemarin yang paling berkesan itu adalah dapat teman yang baikkkkk banget, walaupun pergi lebaran baru di hari kelima syawal, di salah satu tempat teman disuguhi bakso, roti jala, sate dan aneka buah serta kue khas lebaran lainnya. Ditempat ini terlaksana ibarat pepatah sekali dayung, dua tiga pulau terlampau, sudah diundang makan eeh beliau tertarik membeli juga kerudung yang selama ini dijual, alhamdullillah 7 orang saudara ceweknya dibelikannya 2 buah seorang, belum termasuk untuk doi. 

Hari berikutnya dapat undangan makan langsung, kalau teman ini selain teman dari kecil saat SD juga pelanggan setia, pokoknya kalau diundang ke rumahnya jualan, pasti berezeki karena berkat bantuan Allah dan Ibunya yang sudi memanggil para tetangganya membeli kerudung yang dijual. Makasih ya teman dan juga makasih untuk seorang Ibu disana. Beruntung ya kamu punya mama seperti beliau, hiks hiks hiks....Makasih atas opor ayam, dendeng dan segala makanannya....

Dilain waktu niatnya cuma lebaran doang ke salah seorang teman, ternyata tercicipi juga tekwan buatannya. Kalau ke teman ini, suka dapat "door prize", soale cuma iseng datang ke rumahnya ternyata....di rumahnya lagi acara arisanlah, atau pertemuan jemaah haji travelnyalah atau bahkan acara perkumpulan kampungnyalah, pokoknya disana ada acara makan-makannya. Padahal ngak ada dikasih tahu sebelunmya, cuma iseng datang tapi selalu "langkah kanan". Itu yang terkadang buat kami ketawa terbahak-bahak....."Rezeki kalian ya, selalu datang saat ada acara disini."
Sumpah mampus Demi Allah, ngak pernah tahu sebelumnya di rumahnya bakalan ada acara "pesta-pesti", kalau tahuuuuuuu......tengsin jugalah, dikira "Para Pemburu Nasi Berkah."
Tapi kalau emang rezeki, yaaaaa....makanlah 😋😋😋 

Berhubung lagi ngak enak body segitu aja acara lebaran sampai hari ini, lagipula itupun sudah bahagia dapat merasakan lebaran walau hanya dengan beberapa orang teman. Memang betul kata orang-orang dulu, salah satu rezeki itu adalah mempunyai teman yang baikkkkk, makasih ya 😊😊😊😊
Ternyata Allah mengganti 3 x lipat apa yang tidak pernah kudapat saat ini 😂😂😂😂 Sengaja banyakin pake emot kalau nulis apalagi nulis status di WA, soale ada yang resah dan gelisah karena katanya doi jarang menggunakan tanda emotion, katanya sihhh. 😀😁😂😃😄😎😍😌😋😊😉😈😇😆😅😏😐😑😒😓😔😕😖😗😘😢😡😠😟😞😝😜😛😚😙😭😮😯😰😱😲😳😴😵😶🙀😿😾😽😼😻😺😹😸😷🙅🙆🙇🙈🙉🙊🙋🙌🙍🙎🙏🙏🙏

Kamu yaaaaa, teringat kata-kata Buya Hamka yang kemarin dibaca di beranda ....."Kita memang hanya dipertemukan dengan apa-apa yang kita cari", itu kata Buya Hamka ketika ditanya kenapa ada pelacur di Mekah...


-----------------------

Ini adalah kisah dari Buya Hamka sebagai berikut :

suatu hari seorang lelaki menemui Buya hamka. Kepada beliau dengan gemas dan mengebu dia bercerita : “Subhanallah Buya ujarnya: Sungguh tidak menyangka ternyata di Mekah itu ada pelacur Buya, Kok bisa ya Buya?

Oh ya ” sahut Buya Hamka. ” Saya baru saja dari LA dan NY di Amerika, Masyaallah ternyata disana tidak ada pelacur.

Ah mana mungkin Buya..!.di Mekah az ada kok, pasti di Amerika akan jauh lebih banyak lagi.”
“Kita memang hanya dipertemukan dengan apa-apa yang kita cari,” tukas Buya Hamka dengan senyum teduhnya.
Jleb  ! hati lelaki itu terasa tersindir mendengar kalimat sederhana Buya Hamka itu.

Lanjut Hamka: Meski pergi ke Mekah, tetapi jika yang diburu oleh hati kita memang adalah hal-hal yang buruk, setan dan golongan jin maupun manusia tidak akan kehilangan cara untuk membantu mendapatkan apa apa yang kita cari. Sebaliknya meski berada di LA dan NY, jika yang dicarinya adalah kebajikan, maka segala kejelekan akan enggan dan bersembunyi dari kita.

Sumber : https://perkarahati.wordpress.com/2016/09/16/buya-hamka-kita-akan-dipertemukan-dengan-apa-apa-yang-kita-cari)

---------------------------

So, tanda emot itu adalah sesuai apa yang ditemukannya dengan apa yang dicarinya.....ya cari gara-gara 😁😁😁





Saturday, June 23, 2018

Jus Pokat

Hari Sabtu ini mulai dari subuh sampai siang sebelum zuhur, hujan masih mengguyur Pekanbaru, eh mungkin wilayah tempat saia aja. Efeknya sampai siang menjelang jam 3 ini masih terasa dingin. Untuk menghangatkan suasana dingin ini, yang paling gampang adalah melihat status di FB tentang Pilgub Riau yang akan diadakan tanggal 27 Juni 2018, makin rajin dan banyak baca komen sampai balasan komen dari pendukung masing-masing "pilihan hati", suasana mulai menghangat. Terkadang saia ikuti "berantam" 8 ronde tanpa KO di status yang nampak di beranda. Namun tetiba kurir barang datang, ya ampunnnn benar tebakan buah manggis, pasti baju buat ponakan yang dipesan sebelum lebaran tepatnya tanggal 29 Mei lalu. Alhamdullillah biar lambat asal nyampe aja walaupun moment untuk pakai bajunya sudah lewat. Hoammmmmsss, kalau siang-siang nulis remeh temeh ini moodnya nampaknya kurang enak. Kenapa ya ???
Hal lucu dari dulu terutama orang-orang yang pernah dikenal, ntar saia bicara agak lamaan sama teman cowok dikira salah satunya suka atau bahkan dua-duanya saling suka. Hanya bicara doang sudah mengindikasikan saling suka, apalagi makan sepiring berdua, berjalan sepayung berdua, beuhhhhh...udah dikira minta kawin hehehehehe. Terkiding orang terutama adik saia tadi menghayati cerita sinetron atau drama korea tentang asal muasal perjumpaan sepasang kekasih dalam cerita tersebut. Gara-gara jumpa di face beauty, tabrakan di tengah jalan, ngak sengaja jumpa di somewhere every where bahkan salah kirim sms atau salah sambung nelpon atau kecopetan ditolongin, kesasar masuk rumah eeehhh  ketemuan dan akhirnya jadian, atau saat berteduh kala hujan eehh kenalan, atau awalnya dari teman biasa merembet jadi bukan teman biasa. Kali adik saia mencoba memirip-miripkan ngobrol ngalor ngidul tersebut dengan skenario sinetron atau drama korea. Kalau sudah begitu, saia membiarkan orang aja yang paling tahu endingnya, sementara saia lagi mikirkan jus alpokat yang sejak bulan Ramadhan menjadi hantu dalam menu buka puasa di tempat makan.
Kenapa  menjadi hantu ??? Karena dari dulu saia kurang suka jus pokat, entahlahhh kalau milih minuman, paling murahnya air putih dan paling tingginya paling sejenis cocktail buah, kalau yang ada unsur alpokatnya paling es teler. Karena pernah icip-icip pokat yang belum diolah, dijus atau menjadi campuran minuman, pokat atau alpokat atau avocado tidak terlalu spesial. Sampai akhirnya saia iseng mengikuti selera teman mencoba minuman jus pokat. Katanya kalau jus pokat di Rumah Makan Padang yang paling terhits atau ternama, umumnya jus pokatnya enak. Awalnya saia ngak percaia, rasanya jus pokat itu sama aja.... Alpokat ditambah gula, susu putih sedikit dan es batu lalu diblender. Rasanya sama aja, rasa pokat. Sama saja jus pokat...sama saja rasanya...sama ngak ada beda. Pokoknya samm....sam..... sa.....ma....ma...ma
Eh iya..iya..., jus pokat yang saia icip rasanya nikmat sekali. Dicoba kedua dan ketiga di Rumah Makan Padang ternama itu rasanya emang beda, rasa pokatnya lebih spesial. Kata teman itu karena jenis pokatnya, kali ibarat durian mentega, maka pokat itu jenis Pokat Mentega. Hmmm...betul-betul nikmat dan harganya juga ngak mehong segelas, cuma Rp. 9.000. Dan iseng-iseng juga mencoba jus pokat di tempat sate terkenal bahkan tempat makan terhits di Jalan Sudirman, emang beda lagipula harganya diatas Rp. 15.000 segelas. Jadinya kalau makan dimanapun, sering mampir lagi ke Rumah Makan Padang tersebut sekedar memesan segelas Jus Alpokat. Mudah-mudahan besok-besok sambil menikmati Jus Alpokat ditemani seseorang jenis mentega hahahahahaha. Peace yo !




Wednesday, June 20, 2018

Dua Nyai (Untuk Alm. Bapakku)

Cinta lama yang tidak sampai
Sampai kini jadi dendam
Dendam kesumat Dua Nyai
Nyai Ireng dan Nyai Abang
Abang sayang sudah tiada
Tiada hilang rasa cinta
Cinta terpendam berbalut dendam
Dendam terlampiaskan melalui dukun hitam

Hitam hati berbuat keji, bermantera pemanggil
Pemanggil terdengar di telinga
Telinga menangkap suara Nyai
Nyai..nyai pemanggil dendam
Nyani..nyai menabur luka
Luka berharap celaka
Celakalah mereka semua

Semua terlupa diatas ilmu manusia
Manusia tiada bisa melawan ilmu-Nya
Ilmu-Nya pasti membuka rahasia
Rahasia kenapa semua terjadi
Terjadi karena cinta lama yang tidak pernah usai
Usailah sudah permainan keji ini


Teruntuk Alm. Bapakku

   


Catatan Kecil Awal Syawal

Kalau orang sini bilang "temakan kato" alias termakan kata jadinya terpaksa status poles-poles dikit biar kata-kata yang sempat keluar di status dulu kalau dikunyah-kunyah sekarang jadi renyah hehehehehe. Namanya media sosial, tempat interaksi, atraksi, bereaksi, berkreasi dan segala aksi-aksi lainnya. Sama saat menghadiri arisan bu-ibu, tetap ada interaksi, atraksi, bereaksi, berkreasi dan segala aksi-aksi lainnya dalam bentuk lisan. Sementara kalau di media sosial dalam bentuk tulisan dan gambar atau video. Sepanjang tidak menganggu pendapatan, rasanya tidak masalah melihat orang dalam kelompok arisan bicarin anaknya, bicarain semua harta bendanya, gua karena ngak ada aja, kalau ada.... beuhhhh semua gua ceritain sampai ke kutil-kutil hahaha. 

Didunia ini terkadang bicara apa adanya, seadanya, diada-adakannya...kalau niatnya menghakimi orang dengan kata-kata pamer, yaaa saya hanya bisa bilang SO WHAT ??? Ada yang salah ??? Kenapa rupanya ??? Apa masalahmu ???? Apa katanya ???? Apa katamu ??? Lalu apa  katanya ???? Apa kau bilang ???? Apa katamu ???
Tetiba di hari suci nan fitri, 1 syawal ketika semua orang menandai hari tersebut dengan status permohonan maaf, kumpul keluarga, makanan khas lebaran, rekreasi ke luar kota/negeri serta kebahagiaan lainnya, masih nyinyir bilang pamer ??? Atau jadi salah tingkah pengen buat status Otw, menyuruk-nyuruk tulisan bela diri dalam caption foto lebaran sekeluarga dengan diawali....sebenarnya bla..bla..bla..bla.... ini bukanlah pamer bla...bla..bla
Pokoknya gimana caranya bukan pamer biasa atau terpaksa pamer itu dapat diterima "penggemarnya". Selowlah beibeh, mau ngapa-ngapain juga sampai ke kutub utara sampai berpose dengan Kepala Negara manapun sampai Kepala Ikan Tongkol, pasti ada yang resek, ada yang suka, ada yang cuma liat aja, bahkan ada yang langsung skip liat status kita. Kita ???? Elu kali. Orang cepat melupakan status orang yang lagi bahagia, kalau status berantam atau berkelahi...dijamin satu kelurahan mengikuti hehehehe.
Tapi yang bikin semak acara pamer itu sebenarnya adalah....ketika saia pamer foto makan bakso di warung kaki lima, dia pasang foto makan pizza di hotel berbintang. Ketika saia pasang foto naik mobil, dia pasang foto lagi duduk manis di pesawat. Dan ketika doi lagi naik mobil bergengsi keluaran terbaru, saia terpaksa pasang foto lagi melihatnya dengan cara menunduk....karena saya naik heli hehehehehe. Jadi ajang kompetisi walau sekedar status di face beauty, namanya hidup tetap ada persaingan walaupun dalam hal remeh temeh sekalipun ....

-----------------------------------------------------------------------

Kompetisi adalah hubungan antara makhluk hidup dalam satu ekosistem di mana makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lain saling bersaing untuk mendapatkan suatu yang diperlukan untuk hidupnya, misalnya ruang (tempat), makanan, air, sinar matahari, udara, dan pasangan kawin. Hal ini terjadi karena masing-masing spesies memiliki kebutuhan yang sama. Persaingan dapat mengakibatkan organisme atau spesies yang kalah bersaing akan mati, tersingkir, atau berpindah ke tempat lain.  Sumber : https://www.temukanpengertian.com

----------------------------------------------------------------------------

Jadi semua karena memiliki kebutuhan yang sama ! Dalam media sosial kebutuhan yang sama itu berasal dari pertanyaan yang sama dalam membuat status...."Apa yang anda pikirkan sekarang ???" 
Hmmm....Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon Maaf Lahir Bhatin... Cekrek...cekrek...

Tuesday, June 5, 2018

Pekanbaru 34* C



Cuaca siang tadi betul-betul terik dan hingga sore sisa-sisa terik matahari masih terasa, mau beli perbukaan rasanya malasss sangat, hmmm...semoga cuaca berubah sedikit dalam beberapa hari ke depan. Cuaca panas begini enaknya minum es teler dan alhamdullillah tercicipi juga walaupun isi es telernya tidak semeriah biasanya. Ngomong-ngomong panas, yang membuat panas adalah baca status whatsapp para Bos dan Nyah. Makanya dari dulu paling malas inisiatif berteman di media sosial sama Bos dan Nyah, kalaupun ada yang intip-intif fb saia, terserah. Kadang seseorang butuh hiburan untuk melampiaskan kenyinyiran yang tertunda sama saia hehehehehehe, jadi sekedar melihat fb saia semoga dapat mengobati rasa kesalnya, apalagi melihat pose terhits saia, menopang dagu. Selow beibeh 😋😋😋 

Daripada tertular aura negatif status apapun terlebih di whatsapp, emang lebih baik privasi status. Kalau status masih terbaca, paling "dibisukan" statusnya sehingga komunikasi di whatsapp tetap terjalin. Dan yang ngak aneh selama urusan perbabuan, setelah selesai tugasnya, barulah berani nulis pesan via whatsapp, nyinyirnya seember...

Ya kalau udah seperti itu dan emang ngak ada urusan sama saya dan saya juga ngak ada urusan sama beliau, emang bagus, blokir dan delete. Selesai. 😊😊😊 Daripada ikut menyimak dan menyamak di whatsapp saia terlebih sejak terjun di dunia persilatan kerudung, saia lebih banyak menambah nomor-nomor penjual barang yang saya butuhkan untuk dijual kembali, daripada merecok di whatsapp dengan omongannya setelah selesai tugas, lebih baik nomor tersebut di delete. Ngak sempat baca semua nyinyiran apalagi kalau dulu sms, ngak sempat baca semua pesannya di sms tapi langsung didelete semua pesan, karena takut keimbas aura negatif, bisa amsyong urusan perbabuan dan perkerudungan. Ntar bikin status balasan, ditembak lain eeeh yang kena yang lain. Status ditujukan untuk A, eeehh PMS malah si B. Selalu begitu dan begitulah selalu. Lagipula urusan perbabuan hanya hubungan "kebutuhan" sementara aja dan terakhir selesai, mau kenal dan ngak kenal lagi.....terserah, ngak jadi pikiran lagi karena berganti Nyah dan Bos baru, begitu seterusnya dan selanjutnya.... 
Semoga di bulan-bulan mendatang, apa yang saya harapkan dan cita-citakan tercapai, salah satunya adalah........
"Jangan bikin panas, darma !" 😛😛😛😛 

Wednesday, May 30, 2018

somewhere_everywhere

Kalau udah cinta, tai kambing rasa coklat. Kalau udah benci, coklat rasa tai kambing. Tidak perlu heran dan tidak perlu baper ketika mengintip status di beranda face beauty. Anggap aja lucu-lucuan sepanjang hari, tiada hari selucu kamu. Tidak ada sedikitpun kacungrigaan di hati ini hehehehe... 
Disebuah tempat makan yang lagi hits di Kota Pekanbaru, dari sebagian besar meja yang sudah dipesan untuk berbuka puasa, akhirnya saia dan teman dapat meja juga. Pelayanan di resto ini lebih sigap dibandingkan resto dengan nama yang sama yang teletak di Jalan Sudirman. Tepat dibelakang meja terdapat ruangan VIP, terlihat satu keluarga berkumpul untuk merayakan acara pesta ultah dan ruangan itu emang dipesan terlebih dahulu. Hidangan makanan di ruangan VIP tersebut sudah tersedia begitu juga dengan hidangan di depan saia dan meja lainnya. Semuanya menunggu lima belas menit lagi untuk buka puasa. Tiba-tiba satu keluarga datang dan mengambil tempat tepat di meja depan yang letaknya tidak jauh dari meja saia. Dan beberapa menit kemudian hidangan juga tersedia di depan meja keluarga yang baru datang tersebut. 
Dalam ruangan  VIP, anggota keluarga tersebut masih juga belum menyantap makanannya ataupun minumannya dan hanya terdengar nyanyian lagu Happy Birthday, 100 % mereka bukan muslim, mereka satu keluarga besar nasrani. Terlihat dari pernak-pernik perhiasan salib di kalung yang dipakai dari beberapa anggota keluarga besar tersebut, tidak ada aktivitas makan minum diantara anggota keluarga tersebut. Dan ketika pelayanan resto menyatakan bahwa sudah waktunya berbuka, tidak ada suara radio yang memperdengarkan azan magrib walaupun mayoritas yang datang ke resto untuk berbuka puasa. 
Ngak papalah, tidak ada suara azan magrib dan cukupnya aba-aba dari pelayanan yang menyatakan sudah waktunya berbuka. Dan satu keluarga di ruang VIP itupun bersamaan dengan tamu muslim yang berbuka puasa dan menyantap hidangan, satu keluarga besar tersebut juga mulai menyantap hidangan mereka. 
Berbeda dengan satu keluarga yang berada di depan saia dengan wajah dengan ciri khas mata yang sangat bisa ditebak orang mana, sudah sebelum azan magrib tadi menyantap hidangannya. Salah mereka apa ??? Kan mereka bayar makanannya sendiri ???  
Salahnya.....mereka tepat duduk di depan saia, dan saia sempat mengences liat mereka makan es campur tadi hehehehehe. Untuk soal apapun mereka paling utama, terlebih buat lucu-lucuan apalagi teriak paling...... Apakah ini ini soal kacungrigaan mereka terhadap saia atau kacungrigaan saia terhadap mereka, entahlah....yang jadi tanda tanya, sampai hari ini pasti tidak akan ada azan magrib di sana untuk sekedar tanda waktu buka puasa. Ada apa ???? Apakah bukan wilayah NKRI hehehehehehe ??  
#somewhere_everywhere 

Thursday, May 17, 2018

Teror is...............

Teror Is......

Dari kemarin pengen nulis tentang kejadian penyerangan teror is di Pekanbaru juga kebetulan setelah kejadian penyerangan tersebut saia berniat ke bank swasta di Jalan A. Yani yang letaknya tidak jauh dari Mapolda Riau di Jalan Jenderal Sudirman. Bukannya saya tidak mengetahui hari itu adalah teroris's day, karena pesan di wa saia menampilkan berita dan gambar tentang penyerangan teror is di Mapolda. Sampai-sampai "Bos" saia membuka ponselnya dan dengan keras membaca berita tentang penyerangan teroris di Mapolda. Saia tahu hari itu dan tetap kekeh sukekeh keluar karena menyangkut kejadian uang yang saia setor di ATM kemarin dan belum selesai proses pindah ke tabungan, proses setor tunai langsung terhenti, proses setor tunai tidak terupdate dilayar ATM dan uang saia masih tetap didalam mesin ATM. Dan segera lapor satpam karena kejadiannya sudah lewat jam kantor yakni jam 17.11 Wib. 
Selama pengurusan cingkunek saya di bank tersebut, terdengar kasak-kusuk antar pegawai CS tentang kejadian penyerangan teroris di Mapolda dan ketakutan seandainya terorisnya menyerang bank mereka, juga kasak-kusuk tentang kebijakan pimpinan mereka yang tetap beroperasi saat itu padahal kantor cabang bank tersebut yang letaknya di Panam dan jaraknya kiloan meter dari TKP, hari itu tidak beroperasi sementara.
Selesai urusan saia di bank tersebut, saia melanjutkan perjalanan menuju gedung Telkom yang masih satu jalan dan letaknya sejajar Mapolda namun jaraknya agak jauh, urusan ke Telkom sekalian membayar tagihan. Melewati jalan depan Mapolda di jalur kiri, jalanan lengang tapi disisi kanan yang letaknya persis di depan Mapolda, macet total. Untung telkom buka walaupun arah pulang dibelokkan ke belakang gedung, biasanya lewat dari depan keluarnya pun bisa dari depan. 
Untuk korban penyerangan teroris pada hari itu saia turut mengucapkan bela sungkawa dan bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga tabah. 
Pekanbaru dari dulu rasanya aman-aman saja tapi entahlah zaman now teroris membidik Pekanbaru setelah Surabaya, apakah setelah itu "K" biar sesuai urutan SPK alias Surat Perintah Kerja atau Surabaya Pekanbaru K....... dan entah kebetulan..entah emang tidak sengaja, lagi-lagi label brand ternama itu selalu ada sebagai asesoris pelaku Teroris. Cek foto kita dulu kejadian lalu dan sekarang....

Kejadian 14 Januari 2016 sekitar pukul 10.39 Wib peristiwa teror bom di kawasan sekitar Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat

Pelaku Teror di Mapolda Riau Tanggal 16 Mei 2018 jam 09.00 pagi




Pelaku teror alias teroris ternyata penggemar berat merek "Nike" hehehehe dengan sepatu yang masih sama-sama baru dipakai untuk "acara" tersebut kayaknya. Diberanda face beauty bertebaran tagar #kamitidaktakut. Apalagi ditakut-takuti ya, ngak ??? Teroris ini pun munculnya saat menyambut ramadhan dan kebetulan pulak di gedung Gubernuran, depan Mapolda selesainya acara UAS, ustad kebanggaan memberikan tausiah. 
Penyebar teror alias teroris menciptakan kondisi yang tidak nyaman dan aman. Ternyata zaman sekarang, rasa yang dulu pernah ada berlahan sirna. Rasa itu adalah rasa nyaman dan aman yang pernah ada, ceileee...  Semua serba serbu alias "meriah". Apakah harus dilakukan sayembara mirip cerita dulu kala, siapa yang sanggup memberikan rasa aman dan nyaman maka akan dijadikan raja kerajaan. Saksikanlah pilkada Riau yang sebentar lagi dan juga Pilpres tentunya......
Apalagi secara tidak sengaja terbaca di Baliho yang terpasang di sebuah jalan tentang penyelenggaran Asien Games tanggal 18 Agustus  sd 2 September 2018 di Palembang, jangan gegara teroris, acara ini jadi batal ya hehehehehe 😋😋😋
Akhirul tulisan remeh-temen ini, selamat berpuasa dan memperoleh berkah di Bulan Ramadhan ini 😍😍😍😍 
   

Thursday, May 3, 2018

Chaos VS Chaos

Chaos VS Chaos

Musim sablonan chaos dan perang chaos hehehehe.... "Dia Sibuk Kerja" Vs #Gantipresiden2019, menjadi penonton sajalah saia sambil mendalami kehidupan ini, toh setolol atau secerdas apapun manusianya dapat menilai dan punya penilaian sendiri selama era Jokowi. Cara sederhananya adalah dengan melihat status di face beauty sebelum dan sedang berlangsungnya era Jokowi saat ini. Merah meriah eeeyyyy, ramai sekaleee. 
Apa musti begituh untuk menaikkan atau menurunkan nilai saham atau investasi di Bursa Efek atau bisnis trading ?? Posisi buy atau sell salah satunya dipengaruhi keadaan politik dan ekonomi baik dalam maupun luar negeri, makin bergejolak...maka diyakini ada pihak yang memanfaatkan sebagai peluang menghasilkan laba. Siapakah pengambil ceruk tersebut ? Udah malam malas mikir hehehehe...merah meriah eyyy, kenangan zaman. Setiap zaman pemerintahan dari Soeharto sampai dengan Jokowi, siapapun yang pernah merasakannya, apa yang kau rasa ??? Mustikah saia menyablon dan memakai chaos "Piye kabare, penak zamanku toh ?" Peace ! Democrazy itu ketika pilihanku bukan pilihannya dan pilihannya bukan pilihanku. Lantas ada yang teriak ..."muslim macam apa kalian ???" Yang jelas bukan muslim musiman, yang menjamur saat mau pilkada/pilpres. Peace yo !     


   

 Alhamdullilah akhirnya bisa diakses juga....💘💗💖💕