Thursday, November 16, 2017

Laksamana Mengamuk

Laksamana Mengamuk
Yup. Laksamana mengamuk itu bukanlah nama seseorang melainkan minuman segar khas dari Riau dengan bahan buah kuini yang dicacah dicampur dengan "kuah" yang terbuat dari rebusan santan dan gula selanjutnya disantap dingin dengan ditambah potongan es batu. Antara kuini dan mangga, saia dapat membedakan rasanya, kalau mangga citarasanya lebih manis dibanding kuini dan jika dikunyah terasa lembut sedangkan kuini jika dikunyah terasa berserabut atau ada seratnya. Walaupun begitu kalau soal wangi, saia suka wangi kuini....Dan tadi sempat icip-icip Laksmana Mengamuk dan ditambah ketan dalam penyajiannya, mirip ketan mangga atau Mango Sticky Rice ala-ala Thailand. Menyegarkan walaupun bukan cacahan kuini dalam minuman Laksamana Mengamuk yang dipesan melainkan cacahan buah mangga, Laksamana Mengamuk tetap bernama hehehehehe. Dulu saia penasaran siapa atau bagaimana bentuk Laksamana Mengamuk, dan ternyata ketika tadi mencoba kembali gantian saya yang mengamuk, ini mangga bukan kuini huhuhuhu.. Lebay ahh...beti pun rasanya alias beda tipis. 
So, minuman mengamuk saja, saia sanggup menikmati rasa dan segarnya apalagi cuma bubur ayam. Ya ngak ??? Bubur ayam adalah makanan yang diperkenalkan teman SMA dulu, kami menyantapkan di sebuah tempat makan di Pasar Bawah. Sebelum memakannya, si teman langsung mengaduk-aduk bubur, ayam yang disuir-suir dan cakwe serta taburan kacang goreng. Setekah diaduk-aduk si teman dengan lahap memakan, tinggallah saia dengan kegelian menatap makanan yang juga saia aduk dengan cara teman tersebut, dicoba seujung sendok aja, langsung hueekkkk... Saia ngak fokus melihat antara bubur ayam atau.......
Pengalaman kedua pun sama dan cara makannya tetap sama, saia mengaduk-aduk semuanya dan setelah diaduk.... Yacchhh. "Ada aqua ???"
Dari dua pengalaman tersebut saia yakin bubur ayam adalah makanan terenak yang tidak bisa saia telan. Dan tadi pagi ketika iseng lewat di Jalan Melur, dimana mangkal sebuah gerobak bubur ayam yang tiap pagi selalu ramai dan banyak yang antri untuk beli. Tumben ketika jam 9 pagi lewat di sana, tidak seramai biasanya. Beli..ngak..beli....ngak...beli...ngak.... Sumpah saia penasaran dengan bubur ayam ini dari dulu, mungkin salah satunya karena ramainya pembeli. Godaan setan untuk mencoba bubur ayampun terlalu kuat sehingga sudah berdiri di depan gerobak bubur ayam dan memesannya. Kenapa godaan setan ??? Karena ini akan mubazir dan setan mubazir pun tersenyum dan berkata "Darma, bubur ayamnya enakkkkk, tidak seperti bubur ayam lainnya....liat orang yang antri untuk beli....."
Ahhh...lebai deh eike, masa beli bubur ayam saja adalah godaan setan, ya ngak ? Makan ya makan, mari memulai makan bubur ayam, saia merubah cara makannya supaya lewat di tenggorokan, saia tidak mengaduk-aduknya sekaligus seperti dulu. Pertama saia makan cakwe sedikit buburnya, suiran ayam ditambah sedikit buburnya, macaroni goreng sedikit buburnya...Alhamdullillah lewat semua, pokoknya bagian atas alias toppingnya udah selesai saia makan dan ketika tinggal buburnya....  Diicip seujung sendok sambil melihat bubur ayam..... Lama-lama saia gagal fokus seperti dulu, ini...ini....seperti ....muntahan. Yacckkk dan selesai. Ujung-ujung mubazir seperti dulu. So, bubur ayam ???..... Pass dulu lah 😎😎😎😎           

Tuesday, November 14, 2017

Are you smarter than a 5th grader ?

Berhubung gua pernah merasakan menjadi murid dari TK sampai kuliah juga pernah sepukul menjadi guru di salah satu SD negeri, gua tahu emang ngak semua guru itu berperilaku seperti malaikat tapi ngak semua juga seperti setan mentang-mentang salah satu oknum diduga seorang guru memukul/menampar atau melakukan kekerasan fisik lainnya terhadap murid-muridnya. Jika lagu dapat menyatakan "preman juga manusia" maka "guru juga manusia" yang tidak luput dari dosa dan salah. Guru itu emang orang yang digugu dan ditiru alias orang yang dipercaya dan diikuti tapi satu kesalahan seorang oknum yang dipersangka seorang guru melakukan tindakan kekerasan terhadap muridnya, semua guru dianggap sama terlebih bagi pernah merasakan hal yang serupa, pernah dipukul, dimarahi atau dicubit sama guru. 

Selama memerankan jadi murid, saia juga pernah dimarahi guru..ya karena ketahuan bawa majalah atau buku komik saaat belajar atau guru lagi menerangkan di depan, saia menerangkan juga di belakang alias meribut, pada dasarnya saia yang cari gara-gara duluan, guru saia bukan tipikal Mak Lampir sehingga mempunyai dendam kesumat sama murid-murid sehingga episode kalau guru mengajar selalu dipenuhi amukan dan amarah mirip serial radio Dendam Mak Lampir hihihihi. Coba jujur sama diri sendiri, cukup sama dirimu aja jujur, sama saia ngak perlu. Kalau sama dirimu saja kamu ngak bisa jujur, saia cuma bilang..."caper dehhhh" hehehehehe. Pertanyaan saia cuma satu, saat dipukul atau dimarahi guru, kamu merasa marah dan benci setengah mampus, sebelumnya di kelas saat belajar kamu dalam posisi :

a.   Mendengarkan penjelasan guru

b.   Aktif dalam proses mengajar dan belajar, suka bertanya dan menjawab pertanyaan 

      seputar pelajaran yang diberikan 

b.   Meribut, bercerita/menggosip dengan teman

c.   Keluar masuk kelas

d.  Membawa atribut lain seperti bawa mainan dan saat guru menerangkan di depan, 

      kamu main ludo di belakang  

e.   Kamu tertidur di kelas 

f.   ................................. (isi sendiri)


Sebenarnya guru dalam hati kecilnya berniat tulus membantu anak didikan menjadi orang-orang yang pandai minimal pandai dalam memahami pelajaran yang diberikan, jadilah. Kalau ngak pandai, maka pandai-pandailah membawa diri dalam kelas, cukup diam dan perhatikan. Guru juga paham dan sangat paham, dari 40 orang kepala di kelas yang diajarkannya tidak semua memiliki kemampuan yang sama, rambut boleh sama pirang hehehehe tapi kepandaian bisa beti seincek atau bahkan bagai langit dan bumi. Kalau semua murid yang diajarkan pandai semua, itu merupakan berkah bagi seorang guru. Ngak perlu berbuih-buih memberi penjelasan secara rinci, cukup menerangkan bahan pelajaran 15 - 20 menit, murid-murid mengerti baik pelajarannya maupun instruksi soal latihan hanya dengan membaca buku tanpa perlu penjelasan tambahan dari guru. Ngak ada pertanyaan bertele-tele dan semua fokus mengerjakan soal latihan. Ribut sedang-sedang aja ngak masalah misalnya pinjam-meminjam peralatan sekolah dan ketika dilihat langsung ke bangkunya, si murid memang sedang mengerjakan soal, bukan pura-pura atau seakan-akan mengerjakan soal latihan. 

Kamu pikir jadi guru itu gampang ?? Sudah dibantu dari dasar belajar membaca, menulis, berhitung dan pelajaran lainnya, masih juga kasak-kusuk membantai profesi guru. Lebih besar gajimu dibandingkan upah guru horor dulu, saking horornya saia sanggupnya hanya satu semester dan sampai kini saia sangat respect terhadap profesi guru bukan pernah mengalami sendiri dan menganggap seolah-olah guru itu seorang malaikat yang putih suci tanpa dosa. Selama memerankan menjadi guru, saia juga pernah marah sama murid-murid dan saia sadar memarahi murid-murid karena : 

  1. Meribut, sudah diperingati 2 atau 3 kali
  2. Mondar-mandir dalam kelas saat belajar, pokoke tebar-tebar pesona ke segala penjuru kelas bahkan rutenya udah sampai keluar kelas bahkan cabut
Sejujurnya dulu saat memerankan guru, saia tahu siapa-siapa murid yang pandai dan yang bodoh bahkan terbodoh. Terkadang bukannya guru berniat pilih kasih, anak-anak berkemampuan sangat baik, baik, cukup baik dalam belajar membantu kelancaran transfer ilmu, diperhatikan tentunya tapi perhatian yang paling utama adalah terhadap anak-anak yang berkemampuan kurang baik bahkan sangat tidak baik. Begini jadinya kenapa dulu saia marah saat memerankan jadi guru : 

Sudahlah pelajaran yang diberikan belum mengerti, sebut saja namanya "Bunga" meribut bahkan tatapan segarang singa kalau diberitahu baik-baik. Jika dipilihkan untuk keluar kelas supaya puas main-main diluar dan tidak menganggu murid yang lain, tapi Bunga tetap kekeuh duduk di kelas dan bersikap semaunya seperti kelas itu punya bapaknya. Apa iya kamu sebaik yang kamu sangka waktu di kelas saat guru mengajar ????  Or are you smarter than a 5th grader ?? Jujur saja pada dirimu ! 💗💗💗 

Sunday, November 12, 2017

Rakyat Zaman Now

Untuk zaman sekarang, belajar apapun gampang terlebih jika di rumah ada Wifi, rasanya seisi duniah pengen dijelajahi. Gua rasa buku RPUL zaman gua sekolah dulu paling terhits, sekarang tinggal duduk manis, pastikan jari gua yang segede gajah tidak salah mengetik kata-kata kunci mencari informasi di dunia siber. It's cyber world, belajar ini itu...ngak perlu capek membaca text yang hurufnya latin semua, ada video tutorialnya. Ngak hanya satu video tapi ratusan bahkan jutaan video membahas masalah yang sama. Seperti kemarin-kemarin gua pengen belajar tentang pengolahan statistik maupun aplikasi statistik tersebut, alhamdullillah...dapat. Beli buku ??? Entahlah buku yang dicari terkadang ngak ada, terkadang bukunya ada tapi setelah dibeli, yang gua ingin tahu ternyata bahasannya cuma seuprit, penjabaran ntah hapa-hapanya yang banyak, dan seringnya buku ada, harga rada mehong dan bahasan yang gua mau tahu dibahas hanya satu sub bab, yaaa....kecele, don't judge a book by it's cover but nilailah dari daftar isi hehehehehe lalu liat bahasan yang dicari 😇😇😇 

So, browsing adalah salah satu cara menambah gizi otak, apalagi akhir-akhir ini gua ngak pernah beli buku apapun apalagi majalah seperti saat zaman sekolah atau kuliah. Kondisi buku yang mehong, kuota internet yang terbatas dulu serta peraturan dan aturan yang suka tumpang tindih, mirip adegan film bokep, efeknya gua rentan terpapar berita hoax terlebih ngak cross check berita-berita yang ada, otak gua betul-betul kena penyakit gizi buruk, negatif mulu hehehehehehe..... Serba betul eh 😝😝😝 Teringat sebuah kata-kata teman dulu, dulu kali....."siapa yang menguasai informasi, dia akan menguasai dunia." Gua belum sarapan mengenai registrasi kartu hape yang gua gunakan, memang sihhh banyak penipuan yang mengatasnamakan ini itu bahkan ada pihak yang mengaku-ngaku dari telk****** segala dengan kalimat pembuka....."Selamat anda mendapat uang Rp, 200 juta...bla..bla..bla..." 

Zaman sekarang membaca pesan masuk dengan iming-iming dapat hadiah uang Rp. 10 juta apalagi  Rp. 200 juta membuat iman bisa goyah, betulkah ??? Apakah ini rezeki atau jebakan batman. Tujuannya baik sihhh karena kejahatan lewat hape bermacam-macam. Tapi membaca ulah taipan Telkomsel https://www.kompasiana.com/abanggeutanyo/pemerintah-tak-berdaya-hadapi-taipan-telkomsel atau Singtel (Singapore Telecom Mobile) dengan saham 35 % di Telkomsel (https://www.singtel.com/content/dam/singtel/investorRelations), kalau ujung-ujungnya pengen buat ladang pajak baru semodel zaman dulu, dulu gua ingat ortu gua membayar pajak televisi hehehehehe, tahun 80 an.  Atau menghidupkan semodel pajak jadul semodel pajak radio atau pajak sepeda, apakah untuk itu ??? Pencerahan gan ! Gua kids zaman old hidup zaman now, juga pastinya mau bayar pajak. Ehem. Happy sunday. #rakyatzamannow

Saturday, November 11, 2017

Kids Zaman Old

Sebenarnya kemarin mau cerita tentang suatu zaman yang thorbaek dalam hidup eike, ceileeee tapi karena kecapekan, lagipula mood kemarin terbawa-bawa permasalahan "dendam lama" seorang Nyonya hehehehehehe...hikmahnya masih seperti dulu bagi gua. "ular ganti kulit tiap saat, tetap ular". Tapi ibu gua dibilangin dari dulu ngak percaya, tapi alhamdullillah feeling gua dari dulu tentang doi ternyata benar walaupun bertahun-tahun nunggu bukti yang jelas tersebut, satu bukti yang tidak bisa dielak atau ditutupi lagi hehehehehe. So, gua harap ibu gua sadar siapa teman, siapa lawan apalagi teman rasa lawan hehehehehe. Depan manis, belakang nusuk. Dulu dibantu, sekarang malah membantai hehehehehe...Pusing pala, ncess hehehehehe...  
Udah deh, lebih baik gua cerita suatu zaman dimana no smartphone, no baperzone, pokoke bebas tali merdeka ! Hore... Zaman kids zaman old, zaman gua memulai belajar matematika, menulis dan membaca tingkat dasar, zaman SD hehehehe. Ketika ada beberapa teman di group SD gua dulu berniat mengadakan pertemuan, gua niat banget datang karena apa yang bisa disembunyikan saat zaman itu, tidak ada. Zaman ingus masih maju mundur cantik di lubang hidung masih santai ngomong sama teman, zaman tanpa takut muka jelek kala melompat dalam rentangan tali dalam permainan tali merdeka, zaman lari-larian di lapangan sehingga keringat dan daki bersatu membentuk aroma khas, zaman dimana gua pengen punya buku diari seperti milik Nina, sebuah cerita bersambung yang dibaca di sebuah  majalah anak-anak dulu. Apa yang ditulis Nina dalam buku diarinya akan menjadi kenyataan dan gua pengen menulis dulu.....tentang bla..bla..bla...
Yang gua ingat di zaman itu adalah .......
  1. Mieso dan lontong apalah-apalah...tapi entah gua lapar, rasanya sampai sekarang masih terbaik, apalagi kuah lontong ditambah guyuran air cabe merah plus opak. 
  2. Punya teman anak orang kaya raya, sampai sekarang ukuran dan bentuk rumahnya masih seperti saat zaman gua SD dulu dan kalau sekarang ini, masih dianggap rumah orang kaya. Tiap pulang sekolah pasti maksa mampir sama teman-teman lainnya yang kebetulan searah pulang sekolah. Pokoknya diterima dan ngak diterima, maksa main ke rumah teman tersebut. Alasan minta minum dan teman yang punya rumah seberat apapun alasannya, ngak peduli. "Airnya panas, baru mendidih atau apalah..." Lho....jangan alasan deh, kita juga bukan alasannya minta minum doang hehehehehehe.... Apalagi bagi gua yang berasal dari golongan ya omma..ya omma... Kapan lagi main-main ke "surga dunia" hehehehe. 
  3. Punya teman terbaik dulu, kalau nemani dirinya pulang ke rumahnya untuk jemput peralatan sekolah yang tertinggal, oleh ibunya disuruh makan nasi goreng, atau dikasih telur asin.
  4. Punya teman yang rumahnya bebas main apa saja dari bongkar pasang, ambil buah cerry sampai tempat pesta reuni kids zaman old hehehehehe. Dulu ini teman ortunya dua-duanya PNS, beberapa lembar uang kertas baru seharga Rp. 100,00 selalu ada sebagai bekal jajannya di sekolah dan doi seperti "money changer", gua dan beberapa teman suka nukar duit seratus lecek atau logam kalau dia mau niat jajan pakai duit barunya. Huahahahahahaha...berebut coy ckckck, duit baru dan wangi barunya pun masih terasa, sayangkan dipegang dan diremuk-remuk penjaga kantin dalam laci uangnya hehehehehe...Bagusan gua elus-elus dan gua pelihara dan letakkan dalam buku tulis gua mana tahu mirip bulu ayam dulu yang diselip-selipkan didalam buku, katanya sihhh dulu bulu ayamnya akan tumbuh hehehehe. Kids zaman old ckckckc....
  5. Punya teman yang omanya tinggal di Jalan Bintara. gua dan beberapa teman termasuk si punya oma main ke sana, pulang pergi jalan kaki. Dan dulu berasa fine-fine aja, ngak ada anehnya perjalanan ke sana. Setelah gua besar dan beberapa kali lewat ke sana kebetulan ada mie ayam dulu sempat diicip-icip lokasinya disana. Ya...ampun, jalan yang gua tempuh itu ternyata ya..... Kids zaman old itu terasa menyenangkan semua, jarak dari Jalan Cempaka ke Jalan Bintara seperti ke lokal sebelah hehehehehehe....
  6. Punya teman nakal dan jahat, pastilah.... cuma dulu semua teman rasa teman, ngak suka ya dibalas kontan. 
  7. Punya teman sombong dan sok, jangan sampai tragedi kolam renang kalijuang jadi saksi lagi hehehehe. Ada seorang teman yang rada sok, cowok. Oleh teman-teman cowok yang lain diajak berenang ke kalijuang, masuk ke kolam, celananya diporoti sampai bugil. Hehehehe, itu cerita teman-teman cowok keesokan harinya disekolah.
  8. Berkelahi ama anak SD sebelah, lokasi dan waktu ditentukan di SD orang pulak ckckck, menang duonggg.... Entah kenapa kalau gua mikir sekarang ukuran tubuh gua dan teman-teman sekelas diatas ukuran anak-anak SD sebelah, soal ukuran aja udah menang apalagi ditambah repetan teman-teman gua. Kalau ngak menang, tinggal kompori anak cowok hehehehehe. "Masa kelen diejek bla..bla..bla.. sama anak cewek sebelah..." Tapi untungnya menang hehehehe, kalau ngak....
  9. Gua sampai kini ngak ngerti dengan pendapat mantan teman SMP dulu saat sekarang berjumpa. "Masih ada teman SDmu, ma ???" Gua spontan jawab dong pertanyaan receh ini, "emang kau tamat sekolah, tamat pula kawanmu !" 
Beberapa kami hari ini.......


                    


Wanita-Wanita Penyihir

Malam ini hujan mengguyur Kota Pekanbaru, doa gua hari ini semoga segala "kiriman" dan keinginan "wanita penyihir" yang tadi sore tegak di jalan depan rumah, komat kamit hadap kiri kanan, muka belakang sambil menghitung bacaan mantera pakai tangan kiri sementara tangan kanannya pura-pura akting menelpon, semoga hujan menghapus "kirimannya"nya hehehehe. Semoga berbalik apa semua kejahatan kepada pemesan dan pengirimnya. Balasan Diatas cepat atau lambat, tapi yang gua yakini sampai sekarang PASTI. Ya Allah....wanita-wanita penyihir dalam Surat Annas dan Al Falaq tertangkap mata hehehehehe. Ibu gua pernah cerita si pemesan wanita penyihir ini, dicuekin oleh tukang lotek di Jalan Kenanga aja, udah bolak-balik baca mantera depan tukang lotek dan berharap penjual lotek gulung tikar dengan rapalan manteranya. Apalagi gua yang saat zaman SMP atau SMA dulu adu mulut sama doi, jadinya bisa liat sendiri kan akibatnya hehehehehe. Tapi santai aja, Allah tidak tidur hehehehehe. Lagipula kalau udah memproklamirkan diri terang-terangkan sebagai orang berilmu tinggi, gua paling angkat kedua tangan dan bentuk salam takzim dan berkata....."Sattabi jolo, hehehehehe...."  Hidup ini berputar..berputar....berputar....setidaknya "ilmu yang tinggi itu" dimanfaatkan untuk membantu orang banyak, bukan berniat memudharatkan orang, NYONYA ! Hehehehehehe.....bermanfaatlah di hari tuamu 💚💚💚💚 

Sunday, November 5, 2017

Air sudekat

November Rain
Seperti judul lagu Guns and Roses seperti itulah awal Bulan November ini, November Rain 😂😂😂
 Kemarin diawal November, akhirnya gua jumpa juga dengan makanan yang disebut Nyah gua beberapa minggu lalu. Ternyata makanan yang dimaksud menurut selera gua, ya....lumayanlah daripada lumanyun, apalagi ternyata satu rasa yang dibeli ternyata pedass bingitz. Uhhhhh hah uuuhh hah...kepedasan.
 Pulangnya suasana mendung, terlihat awan hitam menggantung di langit Pekanbaru yang separuh masih biru dan separuh lagi menghitam. Hujan lebat mengguyur Kota Pekanbaru dan alamatlah pasti akan ada demo air dimana-mana menuntut penurunan "landasan", tempat curahan si air mata atau membuka "lowongan air", sehingga air lokal atau air tempatan dapat hidup berdampingan dengan air aseng yang terperangkap dalam kemasan, si aqu a, aqu b atau aqu c......"Sekarang sumber air sudekat....."
 Teringat iklan lama....

Anak :
Sekarang sumber air sudekat.
Beta sonde pernah terlambat lagi
Lebih mudah bantu mamak ambil air untuk mandi adik
Karna mudah ambil air, katong bisa hidup sehat
Bapak ikut bantu jeung bapak desa

Bapak :
Bila seandainya air macet
Kita mencekkan setiap hari

Bapak desa :
Merawat air, pompa
Kita bentuk panitia 10 orang



Tuesday, October 31, 2017

Darmalicious








Nyah atau Pak Bos gua rata-rata baik semua, gua yang kurang baik hehehehe. Berhubung mau akhir tahun, lebih kurang 2 bulan lagi...Dalam tahun ini yang gua ingat hal-hal yang menyebalkan paling hanya 2 orang, selebihnya baik semua. Baik dalam artian ngak membuat gua sampai emosian tingkat dewi hehehehe. Gua juga yang salah sih, gua bukan mau PHP-in anak orang, tapi terkadang bad mood melanda planet Darmalicious, tapi gua terlanjur janji, terkadang janjinya dempet-dempet mirip bayi kembar siam, jadinya gua sedikit sulit memisahkan mana janji yang mesti dipenuhi... mana janji yang mesti diingkari. Ngak la, just kidding...gua penuhi walau minta perpanjangan waktu lagipula bodi gua ngak selincah dulu, gerak sepukul...langsung kecapekan. By the way busway, gua selalu mengingat yang manis-manis aja tentang Nyah atau Pak Bos gua, kalau yang asem-asemnya udah gua angsur-angsur timbun di tumpukan lemak di dalam bodi gua. Bisa gitu ??? Bisalah, apa yang ngak bisa karena memori gua juga harus mendelete file-file lama yang ngak digunakan lagi supaya gerak gua sedikit bisa dipercepat. Kenangan manis yang gua ingat biasanya kalau gua dikasih sih hehehehehe...misalnya diberi pembayaran lebih, tapi paling malas dengar yang model..."syarat dan ketentuan berlaku", lagipula gua ngak maksa. Jadinya kalau dengar..."saya akan beri kakak bla..bla..bla... kalau selesai nanti, kakak tenang aja..." 

Biasanya omongan kayak gitu ngak gua masukkan ke memori, karena itu perkataan yang ke 1.351 dari orang yang berbeda. Ngak lah hehehehe...cukup banyak, pastinya dan gua cukup tahu diri, gua kerjanya juga ngak semaksimal yang diharapkan Nyah atau Pak Bos gua, lantaran...ya itu tadi...ibarat pohon gua mulai menua, tapi terkadang gua suka lupa dan menganggap beda usia gua ama Bos atau Nyah gua paling 5 tahunan, jadi berasa punya adik melulu..."Adik yang baik hati, maaf ya hari ini bla..bla..bla..., jadi besok aja ya...." 

Akibat terpapar janji PHP, usia gua bisa jadi hanya beda sehari...buktinya ??? Diseberang sana doi mendongkol setinggi puncak Himalaya...."Ndehhh si Darma ni he.."  

Hal yang manis yang gua ingat..ya seperti barusan tadi...ada salah seorang Nyah gua yang kalau setiap pertemuan selalu memberi rezeki lebih. Gua ngak mata duitan atau mata setan ya, namanya rezeki..kalau diberi, diucapkan terimakasih hehehehehe. Kalau ngak diberi, ya alhamdullilah telah sudi memberikan kesempatan ikut sedikit membantu tugasnya. Dan satu yang membuat gua merasa "dihitung" juga adalah doi membagi info tentang operasi zebra di Pekanbaru mulai tanggal 1 s/d 14 November ini melalui WA, sebenarnya gua udah dengar infonya melalui radio kemarin. Terimakasih infonya, gan. Berbagi info kan hal yang biasa sih menurut gua tapi kalau yang melakukan Nyah atau Pak Bos terhadap gua, gua merasa terharu ru ru ru, "Tq Nyah !" Banyak sih hal manis yang gua ingat seperti :

  1. Saat perayaan keberhasilan salah satu Bos gua, gua diundang makan, tapi gua emang ngak pede ikut acara beginian, tapi doi tetap maksa dan datang jemput ke rumah, untungnya gua lagi diluar. Jadi ada alasan bilang lagi di tempat saudara, pulangnya besok pagi hahahaha. Pembayaran yang diberikan udah cukup kok menurut gua dan ngak ada kewajiban doi lagi. Tapi kalau sempat maksa besoknya ngantar sekotak pizza ukuran jumbo, siapa bisa menolak ??? Itu namanya rezeki gua yang emang rezeki, udah ditolak undangan makannya tapi namanya rezeki gua, ngak kemana....
  2. Jumpa mantan Nyah gua ditempat makan dulu. Doi masih ramah dan hangat sampai sudi cium tangan emak gua.
  3. Diminta jadi mak comblang, paling berkesan...dulu datang ke tempat gua dengan pasangan masing-masing, pas nikah ternyata dengan yang dijumpai di tempat gua. 
  4. Dibeli makanan yang doi suka seperti bubur ayam. Gua ??? Bubur ayam adalah makanan yang tidak bisa gua makan. Entahlah...udah pernah 2 x coba dan dua-duanya gagal membuat pandangan gua fokus antara bubur ayam atau muntahan. Maaf ya bagi pecinta bubur ayam. Menu ini bikin gua hhhhhhh......   
  5. Lagi pengen makan tapi malas keluar, tiba-tiba bos datang bawa kue terhits di Pekanbaru...., seperti kemarin. Jadilah janji gua sama adik bungsu gua bisa sedikit terbayar dengan kue tersebut. 
  6. Pas dulu ngurus EKTP sebelum umroh, gua dibantu sangat dibantu dan satu hal gua udah janji dalam hati mau ngasih oleh-oleh umroh, tapi sampai saat ini belum terlaksana. Kapan-kapan ya...InsyaAllah ada.
  7. Buannyyyyaakkkk lagi...udah ngantuk. 💆💆💆💆  












Thursday, October 26, 2017

Sumpah Pemudi


Capek gua tadi sore udah lumayan berkurang karena tadi malam jam 8 udah sempat tidur dan terbangun karena ada panggilan masuk dari sahabat lama, zaman kuliah yang kini di Papua sana. Kalau mengingat masa-masa dulu zaman kuliah sama doi, kami sama-sama ngakak. Dulu pulang dan pergi kuliah kami sering bareng walaupun gua dan doi tergabung dalam "kelompok" atau istilahnya geng waktu zaman kuliah yang jumlahnya 7 orang, diantaranya teman-teman satu geng, kalau pergi ramai-ramai sekedar jalan-jalan atau kemana aja, gua sering boncengan naik sepeda motor ama doi, lagian karena rumah kami searah, jadi pulang atau pergi kuliah sering bareng. Hal yang seru setelah abis pulang kuliah, kami berdua suka cerita diatas sepeda motor, pokoknya hayalan tingkat mahasiswi atau sekedar cuci mata ke mall, zaman uang jajan gua alakadarnya. Jadi ke mall sering ngelus-ngelus baju yang pengen banget dibeli tapi uang ngak punya. Ngelus-ngelus baju itu udah senang dan kalau sekarang diingat jadi miriss hehehehe. 

Dan ketika teman lama gua itu cerita dan gua tahu juga dari keadaannya di medsos, semua keinginan zaman kuliah bisa dicicipinya. Dulu zaman kuliah berkhayal bisa ke salon minimal 2 x sebulan kayak anak-anak borju itu, kayaknya sudah buat bahagia, bisa punyai kendaraan sendiri, kayaknya bisa bahagia, bisa punya rumah sendiri, kayaknya bisa bahagia...ternyata...

"Ketika semua sudah kurasakan, ternyata bukan itu kebahagiaan itu sesungguhnya bagiku, Ma.." katanya. Bla..bla..bla..bla...bla.. diapun bercerita tentang garis besar perjalanan hidupnya. Gua yakin dan sangat yakin, pasti banyak pengalaman yang sudah dirasakannya. Bayangkan doi berasal dari Tarutung, kuliah di Pekanbaru dan kerja di Papua. Satu hal yang gua ingat dari doi dan membuat doi ikutan ngakak malam tadi adalah nasehatnya zaman kuliah....."kita kalau milih pacar jangan yang seusia, banyak rewelnya, bagusan kita milih yang udah tuaan dikit." Dan entah ucapan kami berdua diaminkan malaikat lewat, zaman kuliah ngak kayak mana-mana, dekat sama cowok cuma selayang aja, karena target gua sama doi seolah-olah dipersamakan dengan perjanjian bual-bualan diatas sepeda motor pulang kuliah dulu. Malam ini gua mau bilang :"Sobat, tahukah kamu, kalau dulu cowok yang kita idam-idamkan itu usianya mesti 40 tahun ke atas, sekarang aku harus mencabut sumpah pemudaku dulu. Soalnya cowok itu sekarang harus berumur 65 atau 70 tahun hahahahahahahha. Peace ! Pertanyaannya usia 65 tahun itu apakah disebut cowok ?? Bukan darma sayang, doi sudah aki-aki alias kakek-kakek. Kalau jodoh ??? Ndehhh mana Hari Sumpah Pemuda masih 2 hari lagi, hhhhhh.....       


Tuesday, October 24, 2017

Semangat, Darma !

Nasehat yang paling "klik" sama gua saat ini adalah sebuah nasehat motivasi semisal "semangat ya, badai pasti berlalu berikut bodatnya...." atau "Semangat darma, jadikan semua yang kemarin-kemarin itu sebagai pelajaran dan ambil hikmahnya..."  atau "Kamu pasti bisa". Ehhh busyet ketika gua coba aplikasi permainan di face beauty, mesin aja bisa memberi gua motivasi..."Sabar ya kak, lagi diterawang." Hehehehehe, soalnya tangan gua gatal klik mulu hasil aplikasi 😂😂😂  Untungnya adonan dasar gua dari dulu paling "klik" meresapi nasehat sesuai kondisi yang gua alami dan siapapun bisa menjadi "Mario Teguh" bagi gua. Gua ngak milih harus mendengarkan motivator ulung atau alim ulama kaum cerdik pandai handal baru gua move on. Gua kayaknya klik sama nasehat dari orang yang ngalamin sendiri, bukan yang ahli nasehat. Walau yang ngalamin masih anak abegeh atau orang yang dianggap bukan siapa-siapa, atau orangnya masih adik bagi gua tapi kalau nasehatnya cucok, bungkus ! Gua serasa mendapat semangat baru, toss kita dulu. Semangat, darma ! Begitu juga kayak sore menjelang magrib tadi, buka puasa gua kayaknya buka puasa sama setan, lafar mata gua. Udah beli semangkuk buah buat buka, ditambah kue sus dan ampun masih gua tambah lagi beli 4 potong kue bolu gulung. Berhubung udah mau magrib, gua singgah ke suatu mesjid karena nanggung mau pulang ke rumah, kelamaan nyampenya nanti. Setelah buka puasa lanjut ke toilet, ambil wudhu....Ya ampun, ternyata bulan udah datang. Entah ya bagi wanita yang mendapat haid pas buka, bagi gua kalau datang bulan pas udah buka, alhamdullillah tapi kalau dapatnya 10 menit sebelum buka ??? Serasa mendapat tulisan undian..."anda belum beruntung." Ada yang pernah ngalami ? Ini yang dinamakan takdir bagi gua ya hehehehe (ceile...), soalnya gua pengennya sampai kamis ini puasanya tapi kalau Allah berkehendak, gua mau apa. "Ya Allah, tega ya..,padahal gua niatnya baik, puasa. Kenapa sampai hati huhuhuhuhuhu..." Lebai deh eike. 

Akhirnya gua melahap makanan buka puasa gua dan mendengarkan radio di dalam mobil masih di halaman mesjid di saat orang lagi sholat magrib, nahhhh....gua mendengar suara seorang penyiar memberi nasehat. Gua ngak tahu orangnya siapa, namanya apa apalagi turunannya, gua cuma dengar suaranya yang berkata....."Sukses itu seberapa banyak engkau bangkit dari "jatuh" bla..bla..bla..bla... "kamu pasti bisa." Ya ampun kok bisa klop ya sama warna pelangi hati gua di tahun masehi 2017 ini, gua betul-betul merasa tahun ini banyak cobaannya, gua banyak memperoleh pelajaran, banyak sekali pelajaran yang mungkin tak terlupakan. Betul-betul mirip judul film ..."Yang Terhempas"...... pokoke "hempas cantik, hempas cantik...hellow, lotiah tahu!" Yang menyedihkan adalah tentang si Ibu Gendut, 2008 perjuangan gua, tapi perjuangan itu sepertinya sia-sia. Ya sudahlah...... 😢😢😢😢😢😢 Adik bungsu gua kalau gua mengulang-ulang cerita tentang ini, paling doi memberi semangat dengan menepuk pundak gua. Kalau gua curhat ama seorang teman, kawan lama gua saat SMA dulu, doi langsung memberi semangat via sms... Betul-betul Mamah Dedeh gua. Gua tahu teman lama gua itu dan doi juga tahu perangai gua kalau lagi galau tingkat dewi-dewi, satu bulan itu mulu topiknya. "Aku tahu kau..." 

Begitu jawabnya ketika gua mulai curhat dan diawal pake intro,...."Terserah kau mau muntah ya As, aku mau cerita tentang bla..bla..bla lagi, @$#^$^%&%^$%&^%&*&^%$^#$$$*@$#$$&*.." 

Dan seminggu, dua minggu atau paling lama sebulan cerita itu-itu aja sama dia, praktis gua sendiri aja udah merasa "eneq" tentang si hantu belau dan sakit hati gua rada mendingan dan berangsur membaik. Gua ya kayak memperlakukan "hantu belau" mirip makanan... Diicip terus, terus..terus..lagi..lagi..lagi sampai bosan sendiri. Sampai gua sendiri betul-betul eneq sendiri, jadinya berkisah untuk besok-besok tentang hantu belau, gua cukup tahu, malas bahas lagi. 😄😄😄😄😄 Baru gua mikir, teman gua itu paling 2 x kali aja diceritakan tentang itu-itu pasti udah "eneq" tapi kok dia tahan dengerin "curhat yang bermartabat ini" sampai hampir sebulan. Curhat bermartabat ??? Hahahahaha...."Maaf jeng...tadi ada Sosialita Kelas Atas ngomongnya begitu."

Kelas atas apa ajalah hehehehehe.... Gua sahut dari sini..."WOW...." 

Orang yang ahli sosialita sama yang sosialita beneran, emang beda ! Sama halnya orang ahli nasehat sama yang ngalamin sendiri peristiwa, emang beda juga. Masalahnya ? Gua butuh Mario Teguh dengan Golden Ways-nya, bukan Maria Tega ! Maria Tega-lah Godok ! Selamat Malam...😛😛😛     


Monday, October 23, 2017

Semua langsing pada waktunya


Berhubung beberapa hari ini gua merasa body gua udah mirip drum, ngak galon lagi apalagi beberapa minggu yang lalu jumpa tetangga belakang rumah, mengkomentari langsung ke kondisi fisik gua. "Gendut sekarang, Darma !" Tapi omongan tetangga gua ngak lagsung dimasukkan ke dalam hati, masih gua kunyah-kunyah dimulut hehehehe. Gimana kalau semua omongan orang, gua telan bulat-bulat dan masukkan ke dalam hati semua. Hellow ?? Hati gua bukan tempat sampah, masih banyak tong kosong di luar sana yang bersedia menerima. 

Wong kemarin teman FB gua pernah buat status "cerdas" menjawab semua apa yang ada di pikiran gua. Statusnya cuma singkat, padat dan jelas...."kenapa ya orang su'uzon sama orang lain ?" Kalau gua menjadi juri atas jawaban dari yang mengkomentari status tersebut, terpilih 3 pemenang menurut gua : 1. Sirik tanda tak mampu, 2. Kurang piknik, 3. Kurang kerjaan/ngak ada kegiatan.

 

Dan tetangga gua kemarin yang mengkomentari kondisi fisik gua kemarin, bukan su'uzon lagi, tapi emang kenyataan. Gua aja udah merasa baju yang biasanya masih bisa diputar kiri atau kanan, asli cuma bisa menempel ketat di bodi gua, bikin sesak. Tapi omongan tetangga gua itu ngak langsung dimasukkan ke dalam hati, bisa-bisa gua panas dingin pengen kurus instan dalam jangka waktu 2 x 24 jam hehehehehe. Untuk menghapus dosa lemak gua salah satunya olahraga mimimal lari, tapi untuk usia sekarang, abis olahraga gua langsung tepar sampai besoknya, kali jarang olahraga ya, sekali olahraga langsung drop. Cara aman kedua gua biasanya puasa sunat. Insya Allah 4 hari aja puasanya berturut-turut, lemak gua perlahan-lahan tobat hahahahahaha, badan terasa ringan dan biasanya gua suka merutinkan tiap bulan berurut, ngak lagi. Kayaknya lemak gua mulai insyaf dibawa ke jalan yang benar hahahaha, tapi tunggu dulu, kalau bulan depannya gua berulah...ngemil asal masuk, asal enak dan assalamualaikum, ada yang baru  nihhh ? Alamatlah bodi gua mengembang kembali, mirip adonan tepung diberi ragi, jadilah pipi gua mirip roti tawar beroda. Gua ngak perlu hal aneh-aneh, mesti langsing ala-ala, sederhana aja, yang tahu bodimu, ya kamu, Kenapa mesti cek toko sebelah, kalau ternyata....... TST lah, tahu sama tahu. Bodi ku dulu ngak begini, mau bukti ?? bisa nangis airmata kerinduan kalau gua melihat baju zaman kuliah atau sekolah yang masih tersisa,...... "Semua masa, ada langsingnya.  Semua langsing, ada masanya hehehehehehe...  Kalau sekarang, nikmati aja...., pancaran wajah dan mata tidak dapat membohongi dunia. Apakata dunia ???? Lelah hayati, bang jadi mobil tamiya mulu hehehehehe... Semua langsing pada waktunya. Met Malam 😘😜😜😜😜   Lagu malam ini terasa syahdu...."Me enamore de ti by Chayenne...." 

Teror pe er

Sore seabis asyar rencananya mau leha-leha dulu tapi tiba-tiba hp gua berbunyi, ternyata ponakan gua minta dicarikan tugas sekolahnya, masih kelas 3 SD. Terdengar lamat-lamat suara emaknya alias adik gua ngajari ponakan gua apa yang musti dibilang. Gua ngak tahu entah mana yang emak atau mana yang anak kalau urusan tugas sekolah, kayaknya emaknya yang paling cemas, gusar, resah, paling ribut, paling heboh. Anaknya alias ponakan gua santai serasa di pantai. Kalau perlu emaknya yang masuk sekolah gantiin anaknya kali, hah lebai deh eike. 

Ketika nyampe di rumah kalau urusan minta bantu buat tugas atau pr sekolah, anak beranak ini mirip sarden, berendeng kesana kemari mencari "mangsa" siapa yang mau bantuin tugas. Kemarin masih enak, ada adik bungsu gua yang siap sedia membantu, berhubung adik bungsu gua lagi di Bogor, ya...pilihannya tinggal 1, soalnya yang tahu password internet hanya gua sama adik bungsu gua hehehehe. Tugas yang diminta sebenarnya gampang, cari gambar untuk buat kliping tentang pemanasan global tapi kebiasaan dari dulu yang gua liat, waktunya dimepet-mepetin, kalau bisa tengah malam baru dibilang. Apa salahnya dari tadi pagi dibilang, ini ketika gua pengen leha-leha. Apalagi tadi, alhamdullillah hehehehehe 😊😊😊😊

Tapi sumpah, emang kayak gitu penampakan anak beranak itu kalau udah "teror pr" ke rumah, suara emaknya yang terdengar, yang menjelaskan juga emaknya, yang sibuk juga emaknya, yang prnya mau ini mau itu emaknya, klipingnya dijilid warna apa, dibuat kayak mana, jemputnya jam berapa, juga emaknya. Anaknya ???? "Kakak capek...." atau "Kakak ngantuk..." 

Untung ngak anak gua, kalau anak gua ??? "Kakak capek, bobok gihh"... Hehehehehe...podo, sebelas dua belas kayaknya. Soalnya gua paling tahu betapa susahnya ngak ada yang bantu tugas sekolah dulu seperti tugas buat prakarya. Salah satu tugas prakarya yang berkesan buat gua adalah tugas prakarya saat di kelas I SMA yakni buat kanvas lukisan dari goni tepung terigu cap segitiga dan minggu berikutnya baru buat lukisan. 

Saat buat kanvas, gua kerjain sendiri, mulai buat rangka kayunya sampai mencuci goni tepung terigu dan merendamnya dengan air yang dicampur kanji lantas dijemur, gunanya supaya kain/goni tepung terigu tegang/ngak gampang lecek dan dapat dilukis dengan baik. Urusan buat kanvas untuk tugas minggu pertama, bolehlah teman-teman gua kanvasnya bagus semua bahkan kayaknya ada yang dibeli jadi, mirip kelakuan si emak ponakan gua kalau soal prakarya alias pekerjaan tangan. Minggu berikutnya tugas melukis dan berhubung waktunya ngak cukup, boleh dilanjutkan dirumah dan minggu depan harus selesai. Dulu ada sampul buku sekolah gua gambar lukisan wanita dan gua mencontoh gambar tersebut. Ngak mirip-mirip amat tapi bagi pemula seperti gua, gua merasa puas dengan prakarya gua. Jarang-jarang gua suka atau puas dengan prakarya sendiri karena biasanya hasil prakarya kebanyakan amburadul, mulai dari buat bunga dari kertas krep, menghiasi tembikar, buat sulaman di kain strimin sampai buat taplak meja dari kain perca dsb dsb dsb.  

Yang membuat gua senang pada akhirnya, dulu ada 2 lukisan yang dipajang di depan kelas dan oleh guru kesenian, teman-teman gua di suruh menilai hasil lukisan yang dibuat, pokoknya mirip acara "bedah lukisan" hehehehehe. Salah satu lukisan yang dipajang adalah lukisan gua. Ada pertanyaan salah seorang teman gua yang masih gua ingat..."kok kesannya gambarnya bagian dadanya di potong, bla..bla..bla.." Isshhh, gimana kalau doi menilai lukisan abstrak, pertanyaan cari gara-garanya pasti banyak hehehehehe. Untung guru gua membantu menjawab....

-----------------------------------------

Seni adalah ide, gagasan, perasaan, suara hati, gejolak jiwa, yang diwujudkan atau di ekspresikan, melalui unsur unsur tertentu, yang bersifat indah untuk memenuhi kebutuhan manusia walaupun banyak juga karya seni yang digunakan untuk binatang. Seni indah menurut ukuran yang menikmati.

Irving Stone :

Kesenian adalah kebutuhan pokok. Seperti  roti atau anggur atau mantel hangat dimusim dingin. Mereka yang mengira kesenian adalah barang mewah, pikirannya tidak utuh. Roh manusia menjadi lapar akan kesenian seperti halnya perutnya keroncongan minta makan. (Sumber : https://ilmuseni.com)



 Alhamdullilah akhirnya bisa diakses juga....💘💗💖💕