Wednesday, May 29, 2019

Yang Tersisa

Masih ada 2 pe er malam ini, semoga menjelang subuh minimal jam 9 pagi sudah selesai. Namun saat ini mood seperti masih berserak antara liat youtube atau nonton drama korea yang stocknya lumayan banyak. Dari dua hal tersebut, biasanya saia suka liat youtube, biasanya video yang dilihat mulai dari dunia artis dengan segala isinya, dunia youtuber dengan segala hasil kerja mereka, suka liat dunia muslim di penjuru dunia sampai perdebatan antar agama, sampai mendengar video musik terutama lagu nostalgia yang mengingat saia pada suatu masa atau suatu kisah kalau mendengar lagu tersebut, seperti backsound suatu kisah πŸ˜‹ Tujuan nonton youtube ini menambah banyaknya waktu tersita di dunia maya, darimana coba informasi tercepat dan lumayan lengkap kalau ngak ngebrowsing, biarin diejek percaya Nabi Google, daripada percaya sama kamu semata hehehehe. Pokoknya saya mencari apa yang saia butuhkan, bisa digunakan minimal menetralisir "racun" dari suatu tulisan yang selalu menyudutkan apa yang selama ini saia percayai. Walaupun niatnya untuk meluruskan "oknum" pengikut, tapi terkadang tulisannya kebablasan menyinggung peranakan saia karena seakan-akan recehhhh amat yang menjadi hal-hal yang saia percaia atau yakini. Tulisannya suka mengutip kisah dari sisi dia merupakan keburukan, hal-hal yang selama ini sering diangkat menjadi tulisannya namun menurut saia ternyata itu masalah dia hehehehe, ibarat baca buku, sistem stabilo aja. Mana yang penting dan enak untuk dia aja. 
Tidak sarjana bidang agama, belum sepenuhnya menjalankan yang 5 perkara dengan baik tapi teramat baik dalam menilai hehehehe, salon muslimah ckckck...... Cukup satu itu aja menunjukkan bahwa profesi wartawati yang selalu didengungkannya tidak sebanding dengan tingkat pemahaman  atau wawasannya, hal ini salah satu hoax gampang menyebar terutama di medsos hehehehehe. Tapi anehnya doi cukup lihai melabel diri sendiri bukan hoax. Dasarnya ???? Pilihan dan junjungan 😝😝
Dicari arti profesi dirinya di mesin pencarian, wartawati dari asal kata wartawan, ternyata artinya adalah :

Orang yang pekerjaannya mencari dan menyusun berita untuk dimuat dalam surat kabar, majalah, radio, dan televisi; juru warta; jurnalis; (https://kbbi.web.id/wartawan)

Profesi yang teramat mulia seperti suluh atau penerang, sama seperti profesi guru. Guru dalam arti sebenarnya dengan lingkup sekolah sampai universitas. Atau guru karena pengalaman hidup atau keahlian yang dimiliki. Sementara wartawan lingkupnya sebagai suluh atau penerang di bidang media massa. Karena informasi di media massa sangat komplek dan penerima informasi beragam, menyusun berita yang disampaikan hendaknya memberi "penerangan" yang dapat diuji kebenarannya. Taruhlah kebenarannya ditutupi sementara, tapi karena yang baca saia juga, jadinya kok...lha kok...kok....  Kritik bolehlah ya, karena ngak takut gitu kalau kemanisan dipuja-puja melulu. Karena lebih bahaya orang yang suka memuja, kalau saia bilang sihh manis mulut. Ketika jaya saja cam iya, sudah jatuh dan ngak ada apa-apa, ngak semua orang bisa setia sampai saat "tanpa semua". Percayalah apa kata Rudi hehehehehe. Kenapa bisa begitu ??? Karena sudah banyak contoh, rumah saia dekat dengan komplek Pemda, alhamdullillahnya walaupun saia tinggal di gubuk dekat pinggiran komplek, banyak hal-hal menyenangkan tinggal dekat dengan perumahan pejabat  πŸ˜‡ Saat ramadhan ini misalnya, paling gampang melihat pejabat setingkat "kepala" sholat tarawih di mesjid dekat komplek tersebut. Kebetulan saat kecil saia suka sholat tarawih disana, keciptaran dapat bantuan "1 buah buku catatan rohani dan 1 buah pena" yang dibagi gratis oleh gharim mesjid jika sholat disana saat malam pertama Ramadhan. Buku catatan rohani itu dulu diperjual belikan di toko buku. Nahhh....walaupun tidak semua penghuni komplek selalu sholat tarawih di mesjid, tapi setidaknya ada beberapa pejabat yang rutin sholat disana, salah satunya bapak xxx. Pejabat tepatnya kepala dinas di sebuah instansi pemerintah, pernah sih bapak tersebut mengisi ceramah saat tarawih. Buku catatan Ramadhan saia terisi pulaklah paraf sang pejabat itu dulu. Dulu saia dan teman-teman ribut meminta tanda tanga dibuku catatan Ramadhan, padahal gharim mesjid sudah memerintahka mengumpulkan buku tersebut dan setelah itu diparaf atau ditanda tangai sama pejabat  yang mengisi ceramah, tapi ada teman yang curang. Ketika semua buku sudah terkumpul dan siap-siap mau ditanda tangani, tiba-tiba seorang teman sengaja "tidak masuk barisan", meletakkan buku catatan rohaninya di tumpukan paling atas. Biasanya semua protes karena buku setelah ditanda tangani/diparaf baru diminta stempel sama gharim mesjid. Sehingga masing-masing orang "menjaga" bukunya, akibat takut dicurangi lagi sampai rela mengelilingi sang pejabat saat memaraf buku sambil teriak..."saya lagi pak"... "saya lagi pak"  Padahal buku masih dalam barisan, diparaf pun sesuai urutan. Tapi namanya anak-anak, ngak ribut, ngak seru. Sampai si bapak pejabat menenangkan dengan ramah, "tenang semua diparaf..." paling kalau mulai kesal dia bilang...."kalau meribut, tidak saya paraf". Kami semua diam memperhatikan tangan si bapak pejabat menggoreskan parafnya dan ketika selesai diparaf, langsung mendatangi gharim mesjid yang duduk tidak jauh dari bapak pejabat tersebut dan sudah siap sedia dengan stempel mesjid, lagi-lagi berebut serta saling sikut hehehehe. 
Jangankan di mesjid jadi rebutan tanda tangan si pejabat, di kantornya pasti juga berebut orang yang mau dekat dan terlihat akrab hehehehe. 
Seiring waktu, usia bertambah dan saia makin dewasa, si bapak pensiun dan dulu ada orang yang saya kenal suka SKSD dengan beliau, tapi seiring jabatan sudah selesai, semua tidak sehangat dan sehormat dulu. Masih banyak sihh contoh, bahkan ada yang dulu saia ingat adalah pejabat "level RT" yang dulunya somse sewaktu masih menjabat, bayangkan saya minta tanda tangan surat pengantar pembuatan KTP, sudah bermalam di rumahnya tapi lantaran saya kelupaan minta tanda tangan alm. bapak saya di formulir surat pengantar tersebut, besok paginya formulir saya dikembalikan melalui istrinya, tanpa ditanda tangani, padahal masih tetangga juga huhuhuhu...
Mana dulu Bapak saya pulang kerjanya malam hari hmmm...hhhh. Sementara lowongan kerja ingin saya lamar itu hari itu juga tutup. Paman angkat saia yang mau membantu saia sudah menyuruh cukup surat keterangan pengantar pengurusan KTP dari lurah aja. Jadi kalau sudah ditanda tangani, paginya saia bisa mengurus ke RW dan kelurahan. InsyaAllah kalau sudah dapat surat pengantar dari RT, tinggal ke bapak RW minta tanda tangan, hari itu insyaAllah bisa selesai. 
Padahal disurat pengantar tersebut tidak perlu tanda tangan ortu saya, yang perlu tanda tangan itu RT dan RW, baru dari surat pengantar tersebut dibuatkan surat pengantar pengurusan KTP oleh pegawai kelurahan. Cuma saia disuruh buat tambahan seperti keterangan pribadi yang saya tanda tangani dan apesnya, lupa di sebelahnya harus mengetahui Bapak saya. Sebenarnya surat pengantar RT dan RW itu hanya berisi surat keterangan bahwa saya memang warga daerah tersebut. Cuma itu aja kok 😒. Lalu di kantor lurah baru dari surat pengantar RT dan RW dibuat surat pengantar pembuatan KTP, setelah itu baru diteruskan ke kantor camat. Panjang yaaaaaa hehehehehe
Tapi paman angkat saya bilang, cukup surat pengantar sampai lurah saja, sudah cukup. Isshhh sampai kini kisah itu selalu teringat kalau berpapasan muka sama mantan pejabat RT itu, saya sihh berharap bisa menyembunyikan muka kalau ketemu. Bukannya sombong ya, tapi kalau sudilah dia membuatkan saia surat pengantar tersebut dulu, kali ada rezeki saia kerja ditempat itu huhuhu.... karena tahun besoknya jurusan yang diterima di tempat itu hanya untuk jurusan A1 (fisik) dan A3 (Sosial) sedangkan jurusan A2 (Biologi), ngak ada sama sekali. Itu pengalaman saia saat tamat SMA dulu, saat ada pembukaan di kantor.....  
  
Jadi ketika si pejabat tidak menjabat lagi dan pernah "dipersulit", saia kok masih sepersepuluh gondok ya, tapi mungkin doi ngak merasa apa yang saia rasakan, saia yang dianggap somse. Terserahlah, karena asal ingat wajah keduanya, suami istri tersebut ada perasaan πŸ˜ͺπŸ˜ͺπŸ˜ͺπŸ˜ͺπŸ˜ͺ  Sampai hati yaaa,,,, Udah dulu yaaaa, selamat sholat subuh. Besok disambung  lagi, dan hari ini sukses cuma ngeblog πŸ™ŠπŸ™ŠπŸ™Š 

Monday, May 27, 2019

Salon Muslim..."jadi gue nga boleh masuk nih ???"

Ramadhan sebentar lagi memasuki malam 10 terakhir, malam akan ditemukan malam Lailatul Qadar, malam pelimpahan rahmat. Semoga kamu, terutama aku khususnya menemukan malam Lailatul Qadar tersebut, amin. Dulu saat zaman SD, dirumah salah seorang temanku, panggil saja namanya Thata,  membuka pengobatan  bagi masyarakat, pengobatan penyakit non medis sih. Pengobatnya dipanggil ustad, kata Thata. Orangtua Thata sengaja menyediakan rumahnya sebagai tempat pengobatan ustad tersebut dan katanya lagi "keahlian" ustad tersebut karena pernah bertemu malam Lailatul Qadar. Entahalah, tapi begitulah temanku itu berkata dulu. Pernah saat aku dan dua orang temaku bermain ke rumah Thata, saat asyik ngobrol di ruang tamu, tiba-tiba pesuruh ustad tersebut menemui kami, menanyakan apakah ada diantara kami yang lagi datang bulan/haid. Kalau ada diharapkan untuk sementara keluar dari rumah Thata, karena sedang berlangsung pengobatan, karena kalau ada yang datang bulan/haid, maka itu merupakan pantangan pengobatan yang sedang berlangsung.
Dulu aku pikir karena selama haid itu maka keadaan diri "dalam keadaan kotor", ngak bisa sholat. Tapi baru kusadari kini, kali kami dulu ngobrolnya rada kencang, jadi ngusir secara halusnya begitu hehehehe. Tapi alhamdullillah, diantara kami tidak ada yang lagi haid dan kami tetap ngobrol di ruang tamu tapi dengan suara agak dikecilkan volumenya. Untuk menuntaskan rasa ingin tahu beberapa puluh tahun lalu, malam ini aku sengaja browsing di mesin pencarian google, jemariku mengetik .."hubungan jin dengan pengobatan alternatif", yang keluar malah artikel dan satu ulasan dalam format video..."darah haid makanan jin ??"
Hmmm...sama aja, tidak memuaskan penjelasannya. Ya sudahlah, biarlah tertimbun bersama kenangan cerita Ustad tersebut yang sampai detik inipun aku belum pernah bertatapan muka dengan ustad tersebut walau beberapa kali bermain ke rumah Thata. 
Balik ke sepuluh malam terakhir Ramadhan tahun ini, dimana keberuntungan bertemu malam Lailatul Qadar ada pada sepuluh malam terakhir terutama malam-malam ganjil. Sejak mendengar temanku dulu yakni Thata bercerita tentang ustad tersebut memperoleh kepandaiannya karena bertemu malam penuh rahmat alias bertemu malam Lailatul Qadar, aku pun pengen punya kepandaian mengobati orang, terutama hatimu. Ehemmm...agar selalu damai melihatku terutama saat pamer di sosmed dengan segala kurang dan lebih dikitku hehehehehe. 
Saat di medsos, banyak hal menarik yang menjadi keingintahuan atau sifat kepoismeku seperti membaca postingan orang hehehehe, sampai ada penulis eh wartawati ding, sedikit kurang suka karena aku "terjun payung" dan mendarat di wall FBnya, sampai didaratan wall-nya terdengar bunyi pedang beradu, mirip perkelahian pendekar hehehehe. Soalnya dia awal pembuka statusnya, tertulis kalimat, seolah penegasan paling tegas menurutku.....
"Sepupu saya, dia seorang wanita katholik. "
Selanjutnya dia membahas bertemu salon yang didepannya bertulis "Salon Muslimah".
Just that's it. Dia tidak masuk ke salon itu dan hanya menjawab penasarannya sendiri, ibarat ketemu masalah sendiri, baca sendiri, bahas sendiri, ambil kesimpulan sendiri. Kalau nulis skripsi habis dibantai penguji, manusia seperti ini....
  
Penguji       :     Apa topik yang diangkat dan masalah lo ? (gaul dikit coy, secara dosen lebih "elegan" kalau ngomong, sedikit revisi skripsi, hanya tulis tanda tanya gede di halaman skripsi, saya yang muntaber sampai mencret meraba-raba maksud tulisan tanda tanya tersebut, ditanya balik ke dosen, takut tambah pusing lagi, jalan tengahnya bertanya sama teman yang tingkat kepintarannya 1 atau 2 oktaf diatas aku hehehehe).

Dia              :    Hubungan Salon Muslimah dengan Tingkat Kedatangan Pelanggan Beragama Beda Ditinjau dari Teori Perpindahan Pelanggan dalam Membaca Teks Dipintu Masuk Periode Tahun 20xx
Permasalahannya adalah...."gue ngak boleh masuk nih ???"

Penguji       :   Grand teori siapa yang kamu pakai ??
Dia             :   Hmmm...hmmmm...Toleransi, karena itu tidak bla...bla...bla...
Penguji       :   Salon Muslimah itu apa ?? Sudah berapa kali kamu datangi salon muslimah ?
Dia             :   Saya baru membaca teks dipintu masuk, dan saya rasa hal yang menjadi
                       masalahnya..."gue ngak boleh masuk nih". Kedatangan saya hanya sampai depan 
                       pintu lalu kami pergi mencari salon lain yang sesuai rasa ketoleransian, rasa kesukaan
                       saya tanpa embel-embel muslimah

Sebagai notulen sidang ujian skripsi, saya menulis jalannya persidangan ujian tersebut dengan ulasan sebagai berikut karena kalau didengarkan lagi tanya jawab antara "penguji" sama dia, membuat saia menarik sarung dipedang hehehehe. 
Udah nga jadi nyalon, cuma baca doang, ingin memberi gambaran betapa tidak toleransinya hal-hal yang dikhususkan tersebut, jangankan mencoba, minimal baca dari artikel yang ada, katanya wartawati, pengetahuannya seperti wartawati hehehehe. Setidaknya kamu punya sedikit waktu, meluangkan hatimu membaca apa itu salon muslimah ??
Kenapa dia tidak mempertanyakan dipintu kantor atau mall sekalipun, ada tulisan di pintu suatu ruangan, terbaca..."Dilarang masuk bagi yang tidak berkepantingan !", kalau pun mau dibawa pake undang-undang, salah satunya undang-undang Lalu Lintas No. 22 Tahun 2009 yang membahas tanda larangan. Ada rambu-rambu lalu lintas dimana tidak boleh masuk, tidak boleh berhenti, dilarang belok kiri, dilarang masuk bagi orang jelek hehehehehe. Yang terakgir cuma candaan. See, ada aturan tertulis maupun tidak tertulis sebelum menulis...."jadi gue ngak boleh masuk nihhhh"
Untuk ukuran salon muslimah, ngak perlu juga sampai pake undang-undang, cukup TST alias Tahu Sama Tahu, bukan Tahu Sama Tempe. Sebagai tahu sesama tahu yang dibekali keingintahuan dan mencari rasa tahu, bukan berarti harus menjadi sok tahu atau ketahuan tidak mau tahu hehehehehe
Salon muslimah itu tidak perlu harus merazia KTP, cuma ada aturan khusus selama menggunakan jasa pelayanan salon muslimah. Diantaranya TIDAK BOLEH bercampur dengan laki-laki, jadi selama kamu di salon muslimah, harap jangan bawa laki-laki. Mungkin muhrim bagimu tapi bagi pengguna jasa lainnya gimana ?? Lalu produk yang digunakan halal, artinya tidak terkontaminasi dengan bahan-bahan yang diharamkan oleh syariat agama Islam. Jangan minta treatment yang tidak dibolehkan dalam syariat Islam diantaranya cabut atau cukur alis, mewarnai rambut dengan warna hitam, menyambung rambut atau hair extension sampai tanam bulu mata. 
Ya..kalau mau facial, creambath dan spa serta perawatan rambut mulai potong sampai masker rambut, bisa kok. Terlebih melayani wanita non muslim seperti yang diberitakan Republika....

  "Salon Muslimah. Ini Kelebihannya ? (Bagian-1)"


..."jadi gue ngak boleh masuk ini ???"

Trang..trang..trang....terdengar sabetan pedangku beradu dengan pedangnya, sampai mencret adu pedang begini pasti sampai pagi malah berepisode menjadi sindiran di statusnya ! Kamu wartawati apa wartawati sihhhhh ??

Wednesday, April 24, 2019

Ketika itu

Aihhhh ada postingan di fb yang membuat aku teringat masa kecil. Gambar seorang anak kecil yang kakinya diikat di bawah sadel sepeda, Mirip seperti keadaan aku saat usia 5 tahun, sebelum masuk TK. Karena aku ingat saat TK dulu aku diantar jemput pakai sepeda motor, kalau di Pekanbaru sepeda motor itu disebut Honda astaga star hehehehehehe. 
Saat zaman orangtuaku hanya punya sepeda dan ada beberapa kali aku diajak "raun-raun" alias jalan-jalan sama alm. Bapakku keliling Pekanbaru. Seringnya kearah Pasar Bawah sambil lihat kapal yang bersandar di pelabuhan. Aku ingat ada fotoku sama adikku yang nomor dua memakai celana pendek berfoto dengan latar pelabuhan, tapi fotonya entah kemana. 
Alm. Bapakku membawaku raun-raun ke arah Pasar Bawah sekalian menjumpai teman-temannya di pelabuhan karena alm. ayahku dulu pelaut. Lalu dari pelabuhan diajak ke Jalan Juanda. Satu yang kuingat zaman itu adalah burung yang menutupi kabel listrik, banyakkk sekali. Burung-burung itu bertengger menutupi hampir semua kabel yang ada di depan RTH A. Yani sekarang. Kali dulu kabelnya sudah dibungkus jadi aman bagi burung untuk bertengger. 
Kalau raun-raun pakai sepeda Alm. Bapakku memastikan kedua kakiku "terpasung" dengan baik dibawah sadel. 
Lalu saat orangtua punya sepeda motor, aku juga sering diajak jalan-jalan keliling kota, kuingat pernah nonton "motor cross-motor crossan" di Jalan Gajahmada dulu. Saat kecil dulu ada sebuah pertanyaan yang menurutku sampai sekarang jawabannya kok simpel amat yakk. Jadinya sampai sekarang "agak" membekas. Saat raun-raun dulu, melewati sebuah Studio Radio Swaradia yang kini sudah almarhum, pertanyaanku cuma...."kenapa dinamakan Swaradia ???" Lalu orangtuaku menjawab "karena yang kita dengar suara dia, penyiarnya..." 
Ishhhh sampai sekarang jawabannya keknya ngak ngena dan menurutku terlalu simple. Agak sulit dikit kenapa ???? hehehehe. Itulah pertanyaan dulu yang sekarang masih kuingat karena jawabannya itu lho hehehehe...         

Ringan-ringan saja

Apakah anak bungsu memang pikiran seperti itu ?? Beberapa bulan ini aku lebih sering jalan sama adik bungsuku, berhubung ngak ada kawan. Hehehehe...yakin ??? Ngak apalah orang punya pemikiran begitu, itu lebih bagus untuk menjaga pikiran tetap terasah, agar cerdas dan ahli dibidang urusan kehidupan terutama kehidupan orang lain. 
Balik cerita ke adik bungsuku, ada aja yang membuat seakan-akan seseorang "memiliki niat jahat". Kemarin-kemarin cerita tentang si A atau si B, dan untuk yang diceritakannya aku ngak masalah dan membenarkan ceritanya. Tapi lama-lama cerita si A dan Si B, setelah kucek saldo tabungan, ngak mempengaruhi saldo tabungan hehehehe. Akhirnya ceritanya sering kualihkan menceritakan film mana yang mau ditonton minggu depan. Rencananya mau nonton film yang ringan-ringan aja seperti kemarin nonton Shazam, karena hidupku udah rumit hehehe. Minggu depan rencananya mau nonton film xxx dan menonton ini dilakukan apabila aku sudah menyelesaikan beberapa tugas perbabuan dan seiring pembayaran saat tugas babu itu diambil. "Hadiah" menonton sebagai kompensasi karena otakku perlu direfresh juga. Dulu kompensasinya paling makan tapi efeknya terkadang menyakitkan, lemakku nambah ke samping hehehehe. Hampir lupa yang membuat aku pengen menulis malam ini adalah "over thinking" adikku. Kemarin-kemarin cerita si A atau si B, telingaku masih mau menampung. Tapi tadi sore ketika mau beli buka puasa, dia cerita tentang tukang sate. Tukang sate ??? Apa hubungannya coba. Tetangga bukan, teman sekolah bukan, apalagi teman kuliah, lebih bukan lagi. Nah lho ?? Darimana punya pandangan over begitu.
Sampai-sampai disela-sela aku ketawa ngakak mendengar cerita adikku tentang tukang sate, aku curhat...."Aku sempat berpikir kemarin, apakah anak bungsu emang begitu pikirannya ??? Kau sama seperti xxx xxx (aku menyebutkan nama temanku yang kebetulan anak bungsu juga) tetangganya jahit baju baik-baik dirumah, pikirannya sudah kemana-mana. Apa salahnya pasang headset, dengerin lagu kesukaan kek  atau murotal Alquran kek.. Cie..cie...sok alim yak daku hehehehe. Woles aja. 
Ya sudahlah pokoknya sepanjang mencari makanan buka puasa, aku meledeknya. "Sekarang tukang sate, besok tukang jamu...." Cape dehhhh
Kemarin juga adikku cerita yang membuat aku ketawa ngakak, manakala mengingat masa dia kecil dulu. Saat dia balita dulu, oh ya lupa. Jarak usiaku sama adik bungsuku 17 tahun. Jadi saat dia berumur 5 tahun, aku berusia 22 tahun. Adik bungsuku cerita pernah curhat sama ibuku tentang asal usul dirinya, dia menyangka mungkin bukan anak ortuku. Ibuku menanyakan kenapa punya pikiran begitu, lalu adik bungsuku cerita saat aku mendapat tugas membersihkan kotorannya sehabis buang air besar. Kalau orang Pekanbaru bilang mencebok. Aku tidak pernah menggunakan tangan, tapi kaki. Aku ingat dulu dengan perasaan kesal karena dapat giliran mencebok adik bungsuku di kamar mandi, aku menyuruh dia duduk menjongkok sehabis buang air besar lalu selang air kuarahkan ke pantatnya. Seiring air tercurah deras ke arah pantatnya dan kakiku pun membilas pantatnya. Kuingat aba-aba sewaktu mencebok dulu.
"Duduk ! " Dan adikku pun menurut duduk menjongkok dan kakiku pun membilas pantatnya. Sadisnya. Bukan sadis say, dulu kalau lihat kotoran, nafsu makanku bisa hilang dalam beberapa hari karena teringat si kuning. Issh ceritanya kok jorki sihh, ngak ada cerita lain hehehehehe               

  

Friday, April 5, 2019

Seberapa kuat

Malam ini tercium wangi pandan, seperti aroma pandan yang dimasukkan ke dalam kolak pisang. Wangiiii...hmmm...hmmm. Kejadian wangi pandan yang hanya tercium oleh hidungku saja pernah terjadi saat beberapa bulan menjelang umroh 2016 lalu. Sebenarnya aku ngak ada niat untuk umroh, rencananya yang umroh itu ibu sama tanteku. Tidak ada terlintas sedikitpun. Beberapa bulan sebelum umroh, aku sering mencium wangi pandan. Yang terasa saat menemani adik bungsu ke perpustakaan UNRI. Dari awal parkir, masuk ke gedung pustaka sampai leyeh-leyeh manja di bangku taman samping perpustakaan, aku mencium wangi pandan. Adik bungsuku yang ditanya apakah mencium wangi yang sama menjawab tidak mencium apa-apa. Entahlah, wangi pandan itu  terlupa sampai proses akhirnya aku ikut umroh sama ibuku, menggantikan posisi tanteku yang batal berangkat. Karena mengingat ibuku akan sendirian berangkat umroh makanya akhirnya kuputuskan menemani ibuku. Perjalanan umroh pertamaku ini banyak memberikan pelajaran dan hikmah. Terlalu banyak...
Memang ada niat sihh kembali ke tanah suci, minimal umroh jadilah. Aku tahu kalau Allah SWT sudah menggariskan ke sana, semuanya insyaAllah lancar. Ada aja jalannya. Amin, mudah-mudahan ya Allah. 
Kini wangi pandan itu sudah menghilang, insyaAllah "tamu" yang tadi datang orangnya baik dan berasal dari tempat yang wangi. Mudah-mudahan semua harapan dan keinginanku tercapai tahun ini, salah satunya aku pengen Hijabagus, usaha yang kurintis itu seperti yang kuangankan. Apakah itu ??? Nanti juga elo tahu hehehehehe.... Hijabagus yang berasal dari 2 kata yang digabung menjadi satu hijab dan bagus, huruf B yang kuartikan "baik" menjadi penyambung yang tak putus dari rezekiku dengan HIJABAGUS. Mudah-mudahan amin. 
Aku pernah berusaha sekuat tenaga sampai lupa sholat, siang malam sibuk dengan urusan dunia. Memang ada hal yang kuinginkan dapat kuraih tapi akhirnya kini terlepas semua yang kukejar itu dulu. Kalau mengingat dulu, mungkin yang mengenalku merasa aku sok sibuk, padahal sibuk hehehehe. Mantan bos atau nyahku dulu mungkin ada yang ingat sampai subuh begadang sama aku, sampai lupa makan apalagi sholat. Hampr beberapa tahun menjalani dunia jahiliah hihihi tapi akhirnya aku ditunjukkan jalan kembali. Suatu peristiwa demi peristiwa menyadarkan bahwa seberapa kuat aku menggenggam dunia, akan lepas juga, ada masanya terlepas. Namanya juga titipan, harta dan segalanya. πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡ Tapi bagi yang belum merasakan kisah yang kualami, dianggap ini adalah cerita perlebaian atau peralayan, terserah. Up to you, mana yang buat kau enak, lanjutkan...mana yang buatmu tidak enak, hentikan hehehehe.
Nanti saat kamu merasakan hal yang sama, dimana kamu merasa bisa dan akan menggenggam dunia. Tapi ingatlah, semua akan ada limitnya. Yakin, haqqul yakin. Syukuri aja saat tiba dimasa itu, kamu ditunjukkan jalan kembali. Walau banyak penyesalan dan kekesalan saat titipan diambil-NYA, semua tidak akan kembali, seberapa banyak meratapi di media sosial seperti akuh saat itu. πŸ‘ΌπŸ‘Ό 

Nikmat itu seperti memakan kue coklat itu, setelah diicip dan hampir abis, baru ingat bodi. Bengkaklah bodiku ini........

Thursday, April 4, 2019

Nyummiii....

Hari-hari ini itu terasa manis dan menyenangkan kalau diselingi dengan icip-icip blackforest atau kue coklat dan sebangsanya. Mood booster ! πŸ˜‹πŸ˜πŸ˜ Ternyata setelah bertahun-tahun melupakan toko kue jadul tersebut, entah kenapa kemarin pengen icip-icip kue pastry. Pengen lagi berhubung beberapa minggu lalu beli pastry tuna di sebuah tempat perbelanjaan, dapat harga promo pula. Tapi karena terlalu jauh untuk beli di Jalan Pattimura Gobah, sementara di Jalan Sudirman yang dekat rumah ada. Jadi sekalian jalan, belanja jilbab buat dagang dengan transfer via atm ke supplier jilbab di ATM BNI Sudirman dan lanjut singgah di toko kue yang letaknya tidak jauh dari gedung BNI  tersebut. Belanja buat dagang dan perut sejalan sehaluan, terasa damai sentosa dikepala hehehehe. 

Tidak perlu memberatkan kepala lagi kalau antara tempat satu dengan tempat lain yang dituju ibarat menyusun strategi "perang", mana jalan tercepat dan teraman dari utara ke selatan, lalu kembali ke selatan lagi tapi pulangnya harus melewati barat hehehehe. Hadeehhhh. Ujung-ujungnya tiba dirumah tepar, kecapean.      

Kembali ke cerita kue pastry, kembali ke toko jadul yang memang menjual kue pastry dari isi coklat sampai ayam suir. Ternyata masih jual kue pastry tapi model kuenya sudah berbeda namun rasa sama. Alhamdullillah. Pilihan isi ayam suir sudah tidak ada lagi, yang ada rasa isi coklat, selai strawberry dan berry lainnya yang tidak jadi kesukaan πŸ˜€πŸ˜€ Ternyata ada jual kue coklat dan blackforest, saya pikir kedua kue bisa dikatakan blackforest, tapi mbak penjaganya bilang kue tersebut kue coklat dan yang model serutan coklat itu baru kue blackforest. Apa katamu ajalah, mbak. Setelah dirasa, rasanya...hm....hmmmmmm nyoklat kaliiii. Enyak..enyak. Jadi mood booster terbaik tapi membuat pipi membuaseerrrr alias nduutttt...ndut. 

    

  

Tuesday, April 2, 2019

Love and Respect

April 2019.....


 Siang ini sebenarnya masih ada yang masih harus diselesaikan, tapi mood saya masih menyebar kesana-kemari. Untuk menyatukan mood siang ini ditambah memang sedang  puasa ganti, jadinya segelas cendol bisa membatalkan puasa, hehehehe. Semoga semua tugas perbabuan ini bisa selesai, minimal 2 atau 3 dalam hari ini sehingga menjelang tanggal 5 April ini bisa dijemput Nyonyah bos saia. Karena tanggal 7 April ini saya pengen nonton ama adik saya seperti minggu kemarin. Kemarin nonton film request adik bungsu saya yaitu film Friendzone, dan tanggal 7 April nanti mau nonton film request saya, judulnya...... 

Kenapa mesti tanggal 7 April ??? Soalnya tayang perdana secara serentak di bioskop ya emang tanggal segitu. Besoklah kalau jadi nonton filmnya, saya tulis judul filmnya. Takut dicontek hahahahahaha, ng ding. Takut ketemu sama seleb yang hobi nonton juga dan sepertinya suka baca blog ini. Pede ya saya..... Pede ajalah soalnya naluri persaingan itu terasa nyata hihihihi. Nyatanya dimana ??? Dimana-mana eksis bok. Udahlah somponglah puasa ini ceritain doi.

Bagusnya cerita calon Bos Baru, tadi malam adik bungsu saya cerita kalau kenalan temannya butuh babu untuk tugas abang kenalannya. Dan barusan tadi calon bos baru menghubungi saya dan seperti biasa dari seberang sana dia berkata tanpa dosa....."Assaalamualaikum....." 
Dan saya membalas salamnya dan dia melanjutkan..."Bang Darma, saya bla..bla..."
Dengan cepat dan sigap saya meralat, "saya kakak..." 
Begitulah selalu, nga penting amat tapi teramat sering nga penting amat hehehehehe... 
Dia janji mau datang minggu depan, doakan yaaa dibayar lunas langsung, biar saya traktir nonton. 
Eitsss....boleh sih ditraktir sekalian dijemput juga ke rumah tapi hmmm....itu saya yang dulu kayaknya hehehehehe. 
Karena kini seakan saya dinilai masih seperti dulu, bayangkan doi chating sama teman yang lain janjian ketemu dan saya juga mesti jemput teman yang diajaknya chating, kalau itu sih belum menyebalkan kali hehehehe 😀😀😀😀😀 
Yang buat kesal dan menyebalkan adalah doi chatingan sama teman yang dulu ada masalah sama saya dan sedikit maksa ketemu mantan teman dulu yang ada masalah tersebut. Issshhhhh...sepele amat kali yakkkk. 
Kini, masalah dia mau bantu atau ngak, saya ngak mikir bakal mau. Saya berharap dalam bulan ini adik bungsu saya diterima kerja ditempat dia melamar via pos kemarin. Amiinnnn. Menyakitkan meminta bantuan itu harus pamrih diawal dulu huhuhuhu....
Karena dulu saya minta syarat tentang pengurusan E-KTP aja dijawab ..."bukan bidangku..." 
Maaf sayyyy, mungkin dulu saya begitu.....
Tapi beginilah saya jadinya karena kamu.... 
Terkadang kamu atau saya berpikir merasa sudah baik bahkan terlalu baik, ternyata kata-kata arif dan bijaksana di medsos terpampang indahnya.....
..."Jangan berhenti berbuat baik....."
Tapi jangan pulak terlalu baik. Cukup...."baik saja". Jadi kalau mau ngajak, datang ke rumah aja ya sayy, nanti perginya pakai kendaraan saya. Gimana ???? Oke friend ? 
Udahhh yaaa...mood saya udah berkumpul didada dan otak saya mengirim sinyal..."ayo kerja".....hehehehehe. Peace love and respect !      

Friday, March 15, 2019

si Letter L

Tadi siang ada cerita miris lucu, pokoknya campur sari. Ini bukan tentang nyonya atau boss baru. Tapi tentang "saudara" yang dulu pernah saya panggil dengan sebutan xxxx, menandakan hubungan tali persaudaran itu dekat dan kental secara teori, ternyata di lapangannya encer cer cer.... Siang tadi ketika mau berangkat ke Jalan Riau, saya singgah di Indoxxx. Mau beli pulsa sekalian jajan buah potong seperti biasa. Ketika antri di meja kasir, tetiba tatapan saya tertuju dua orang wanita yang berdiri membelakangi saya dan lagi sibuk melihat rak berisi pencuci piring, salah satunya sempat saya tangkap sisi wajah samping kanannya yang saya ingat sekali, potongan separuh wajahnya itu cepat-cepat membalikkan badannya, sehingga saya betul-betul hanya melihat punggung dua wanita tersebut. Bagaimana kalau kita test hehehehehe ?? Saya pura-pura tidak tahu juga lah say hehehehe. Saya menjauh meja kasir, melihat minuman dingin. Dan kembali ke meja kasir, tapi kedua perempuan tersebut seperti dilem dirak pencuci piring, kayaknya pura-pura ngobrol berdua tapi suaranya tidak terdengar, walau jarak saya di meja kasir dengan mereka yang berdiri di rak tesebut hanya 5 meter. Kembali perempuan yang saya tangkap wajahnya, mencoba melirik ke kasir...ehhh ke arah saya, tapi ketika tahu saya perhatikan. Perempuan paruh baya tersebut melempar wajahnya, membelakangi saya. Pengen disamperin buk ??? 
Maaf yey berdua, gua tahan dalam Indoxxx. Karena ketika transaksi belanja saya sudah dibayar, saya menghampiri kendaraan saya yang diparkir di depan kiri Indoxxx dan letak Indoxxx tersebut  di depan rumah perempuan paruh baya tersebut. Jalan paling dekat, kalau mereka lewat depan  kendaraan saya, ambil jalan serong, mereka bisa menghemat langkah kaki paling ngak 10 langkah. Tapi kalau langkah membentuk letter L, dipastikan mereka boros 10 langkah. Ckckckck....segitunya darma πŸ˜›  Ya begitulah, saya tetap diatas kendaraan saya, sambil menikmati buah potong dan mendengar suara penyiar radio yang memutarkan lagu pengantar istirahat siang. Saya tetap mengamati meja kasir berharap 2 wanita tersebut  sudah di meja kasir. Whats the hell, mereka tetap berada dijalur rak pencuci piring, masih ???? ckckck. Hampir lebih setengah jam saya tidak beranjak dari parkir, sengaja. Mau tahu gimana mereka keluar hehehehehe.....
Tapi kedua wanita tersebut tidak keluar juga dari Indoxxx, sampai hampir satu jam kurang dan tiba-tiba "nyonya saya" menelpon dan saya lupa memperhatikan "tawanan" dalam Indoxxx tersebut, tiba-tiba sekilas saya melihat kedua wanita tersebut bergegas masuk ke pekarangan rumah mereka. Astaganaga.....betul-betul jalur L ya hahahahaha.  Siapakah dua wanita tersebut ??
Bukan siapa-siapa, ikatan darah kental itu telah terkubur seiring jasad ayah saya tertimbun tanah di pekuburan sana. Yang dulu terasa menyakitkan semua, tapi kalau kini dan menghadapi tadi....Saya hanya ingin melihat kebenaran dugaan saya. Yappp, tepat sekali. Seperti jalan kuda dalam permainan catur, seperti itulah langkahnya hehehehe, tahu-tahu sudah sampai depan pagar rumah. Saya harus "meminggirkan" mereka kayaknya, menaruh mereka dipinggir-pinggir papan catur. Itu cara "melemahkan"  langkah kuda, si langkah letter L hehehehehe. Caranya ????  Hoammmssss....



   

Panjang kali lebar

Siang tadi, tiba-tiba muncul chat baru dari nomor baru di whatssapp, siapa lagi kalau bukan calon nyonya baru. Seperti biasa, melayani tanpa banyak busa mengenai tugas perbabuan. Dalam chat, calon nyah menulis panjang kali lebar tentang "tugas babu" tersebut, ujung-ujungnya calon nyah baru menanyakan kesanggupan saya. InsyaAllah untuk urusan tersebut, saya bisa. 
Lalu calon nyonya tersebut membalas chat saya dengan panjang kali lebar lagi..lagi dan lagi..., ujung-ujungnya saya seperti pernah membaca permasalahan yang sama...apakah ini calon nyonya beberapa bulan lalu nanya detil ini itu dan dijawab detil til til sesuai keinginnya, karena kalau  tidak, calon nyonya tersebut akan menulis .."maksudnya ?"   atau ...saya ngak paham, bisa dijelaskan..." Setelah itu hilang ditelan bumi....dan kehidupan saya berjalan seperti biasanya dengan ceria dan bahagia ceile. Walau terkadang kebahagiaan tersebut harus diciptakan sendiri seperti menikmati makanan kesukaan ataupun makan baru yang belum pernah dicoba.....apalagi saya tambah status di medsos "ngopi woyy", bahagianya bisa double bahkan triple kali yak ?😻
Apa yang saya harapkan dari minum kopi, ngak ngopi..ngak gaul. Nehi ! Saya hanya suka wangi kopi dan kopi mengingatkan minuman kesukaan almarhum bapak saya. Titik tanpa koma. Menghirup aroma kopi apalagi menikmati manis pahit kopi dilidah, serasa kenangan masa-masa tersebut kembali. Soalnya saya yang selalu punya tugas membuat kopi sore untuk alm. bapak saya. 😭😭😭 
    
Kembali ke cerita calon nyonya baru tersebut, ternyata kejadian tersebut hampir 3 atau 4 bulan lalu. Dan hari ini, calon nyonya ini kembali "menyamar" dan bertanya lagi tentang tugas babu tersebut dengan menggunakan nomor baru. Sayangnya penyamarannya langsung saya buka setelah merasa ada satu point yang sangat diingat ketika dia menulis tentang "Padang sidimpuan" .....
"ini kalau nga salah xxxx ya, marga xxx".... 
Barulah dia mengaku dan saya mendadak sedikit jengkel, karena sudah gaharu cendana pula, sudah tahu, pake nyamar juga πŸ˜‹πŸ˜‹ To the point aja sayyy, jangan panjang kali lebar lagi.....

"Assalamualaikum..., kakak. Saya deal dan saya mau trf uangnya...."

Saya berharap begitu aja kalau sudah tahu, tapi kok masih menempe bertanya..."apakah ini bla..bla..bla..., bisa bla...bla...bla..., saya ada bla bla..... sampai 20 km...."

Santai darma ! Rezeki tidak kemana tapi kalau sudah bertanya, disodok lagi sampai deal transfer hahahaha.... Makasih daun keladi, kalau ada...nambah lagi 😁😁😁 

Sunday, March 10, 2019

Boss Baru

Diawal minggu kedua Maret 2019, suhu dunia perfesbukan masih memanas dan waktunya saya kembali ke blog, mencurahkan perpolitikan yang ada di kepala saya dengan segala rumitnya. Eeeeee...tidak la yau, lebih baik saya memulai kisah tentang tugas perbabuan dan berbagi cerita tentang bos dan nyah saya, khususnya the new comer.  Mendapat calon bos baru itu sesuatu, tidak diseriusi kali dan tidak pula dicandai, santai aja....ngotot mah jauuuuhhhhh. Pokoknya santai, diawal chat via whatsapp biasanya dia mulai memperkenalkan diri, curhat dikit, nanya harga sampe nanya yang ngak penting, seperti...."kakak udah menikah ?"..... "ada suaminya..." Kalau menghadapi pertanyaan ini, saya milih pass, fokus jawaban saya adalah bisa, ok, baiklah, maksudnya atau ng papa, ya terimakasih. Kalau sudah tahap serius, kasih alamat sekedarnya dulu. Logikanya kalau besok-besok si bos memang sudah niat dan datang sesuai alamat yang diberikan, tinggal sodokkan sedikit ke tempat saya yang tidak jauh dari alamat yang saya beri. Nasib baik pas datang langsung bayar lunas, alhamdullillahhh....tapi kalau dibayar uang muka, ngak masalah juga, alhamdullillah...Tapi kalau yang seperti barusan ini ??? Asli pait-pait diawal, pait-pait juga akhirnya, kayaknya....
Saya terangkan harga dan segala tetek bengeknya, sepertinya saya bicara sama mahkluk angkasa. Dia ngotot pake aturannya, lho...lho...lho.... Baiklah, saya cooling down dan tetap manis menulis...."begini ya say, kalau masalah itu seperti yang saya bilang diawal kemarin bla..bla..bla..."
Tapi dia menjelaskan semua yang buat saya menelan ludah, lama-lama diblokir juga nih orang. Akhirnya saya blokir karena sudah ngak tahan ngomong mutar-mutar, maju mundur maju mundur pahit...pahit... 
Intinya saya harus mengerjakan perintahnya dan setelah itu "pesanan" tersebut minta digojekkan. Baiklah, say...lantas wajar duong saya nanya pembayaran saya. Eetdah, dia malah memberitahu pembayarannya kalau ini kalau itu....Issshhhh, pokoknya dia ngak bisa datang ke tempat saya karena ngak ada yang nganterin, pesanannya tersebut digojekkan. Lama-lama terkikis juga ilmu sabar yang didapat dari pengajian online itu hahahahaha. Monyet kepala nenek kau, jangan seenak perutmu, emang siapa kamu....
Saya tidak menulis begitu, sayangnya tapi itu yang ada dikepala. Saya menjawab cepat dan bergetar menekan pilihan di hape..."BLOKIR". Ya, setelah merasa sudah batasnya karena dengan enaknya calon nyah baru itu menulis..."kan saya sudah bilang pembayarannya......(kalau ini kalau itu).....kayak mana sihhh ?"
Isshhh nyemot amat nih orang, "emang elu siapa" dan itu balasan terakhir dan lantas mendahului amarah yang mulai naik ke ubun-ubun, saya segera menekan...."blokir". Seketika amarah yang seperti ombak datang, tiba-tiba surut...rut...rut.... hehehe
Tapi selang sejam kemudian tetiba nomor baru masuk ke chaw whatssapps...Alamakkkk. Ular melingkar dipagar pak umar, ular melingkar dipagar pak umar, ular melingkar dipagar pak umar. Coba diulang-ulangi dari pelan ke cepat...tambah lama makin cepat, dipastikan lidahmu keseleo. Ular ini lagi ???? Mirip ular dipagar pak umar, melingkar-lingkar kalau ngomong hahahahaha. Tapi sebagai customer service, bagian keuangan, bagian pengadaan, sekretaris dan direktris utama...ya namanya usaha sendiri, semua jabatan rangkaplah. Usaha kecil pulak, selagi bisa dikerjakan sendiri semua, ya....apa salahnya. Balik lagi, menghadapi calon nyah begini, sebagai customer service yang ala kadarnya, saya menjawab pertanyaan kenapa memblok dirinya. Rangkaian kalimat disusun semanis mungkin, masa belum ketemu muka sudah ludah-ludahan, kan ngak lucu, di whatapps pula. Takutnya mirip teman saya dulu..dulu kaliiiii, kalau marah via sms suka menulis...cuihh...puih...cuihhh...cuihhh....
Pokoknya gerakan dijadikan kalimat, jadinya seperti ini kali ya...
Cuiiihhh......aku ngak sudi bla--bla..bla.....

Seandainya doi pas menulis kalimat terdengar panggilan dari hape lainnya, doi mungkin menulis...
Kringg...kring.....sebentar dulu, ada panggilan masuk. Sudah dulu ya...

dan kemudian dia melanjutnya membalas sms..."hmmm...aku tuh benci sama kamu arggghhh argggggh, guk guk guk...., kamu tuh cuih cuih..., arggghhh hatsyimm hatsyimmm..."
Ada ternyata orang sesontoloyo ini hehehehehe, manusia 11 M. Hahahaha, udahlah besok-besok kalau ada kesempitan dan kesempatan dikenalkan manusia 11 M ini, doi bilang sendiri kok, Suzanna (alhmh) aja kalah kaya hhahahahihihihihuhuhuhuhuhu...Sedeng !

Kembali ke ular melingkar di pagar pak umur, eh ngaklah. Si calon nyah baru. Akhirnya hal-hal yang remeh temeh jadi terselesaikan dengan remehnya. Apa ngak remeh temeh, bentar dulu ya, ada boss baru. Mau bayar. Ceileee....minggu ceria.... 

  
          

     

Tuesday, October 23, 2018

Ngak ada judul



Hujan dari pagi sampai sore tadi membuat udara malam ini terasa sejuk dan perut masih kenyang karena sore tadi saya menyempatkan membeli gorengan, sisanya masih ada kalau mau hehehehe. Apesnya sudah sampai dirumah baru kelihatan galon air masih nangkring di jok belakang, galon kosong itu tadi malam udah dibawa mutar-mutar dari Indomaret, Alfamart dan swalayan. Malangnya nasib dikandung badan,ceile.....air isi ulang untuk merek xx hampir rata-rata kosong.song..song. Keliling keliling cari air galon, bensinpun sudah tinggal sepetak dan ini juga mutar-mutar cari SPBU. Berhubung dulu malas antri karena untuk mengisi premium di SPBU, saya udah ganti dengan Pertalite. Eh malam  tadi mendadak sudah 2 SPBU menyatakan Pertalite kosong juga. Barulah  di SPBU ketiga tersedia Pertalite. Sebagai rakyat kecil dengan bodi yang besar, saya baru merasa sudah sepantasnya memang Indonesia sebagai negara paling bahagia urutan 96 dari 156, hehehehe kidding.  
Saya ngak mau pake kata-kata "susah" untuk saat sekarang karena masih banyak yang merasa bahagia eh. Saya tetap bahagia urutan 96 karena....uang ada, barangnya ngak ada. Susah itu....barang ada tapi uang ngak punya. ⥁
Seandainya andaikata jikalau seumpamanya kalau barangnya ada, uangnya ngak punya...setidaknya saya bisa kerja kerja kerja, cari uit. Tapi kalau ini mungkin diluar kemampuan saya seandainya uangnya ada, barangnya yang dibutuhkan ngak ada. Betul kata Alm. Bapak saya dulu..yang sakit itu kalau uangnya ada tapi barang yang dibutuhkan ngak ada. Untungnya ngak sesadis yang terjadi di Zimbabwe tahun 2008, uang 100 Milliar Dollar Zimbabwe hanya bisa beli 3 butir telur dan 1 Dollar AS senilai 250 triliun dollar Zimbabwe. Tapi untuk apa dipikirkannya yak, saya belanjakan pakai rupiah...I Love Rupiah. 1 Dolar AS masih Rp. 15.186. Masih jauhhhhh kan dari Zimbabwe ??? Suka begitu kan ?? Sebelum tercekik masih bisa selfie-selfie ketawa bahagia, sudah "sakaratul maut" baru insyaf, baru teringat baca Laa Ilaaha Illallah....
Kalau ngeles "untuk memuliakan", pilihlah kata-kata yang menyejukkan tapi apesnya kok divideokan gitchu ??? Sengaja pamer ??? atau pamer sengaja ??? Atau tidak sengaja pamer ??? Atau pamer tidak sengaja ???   

 Alhamdullilah akhirnya bisa diakses juga....πŸ’˜πŸ’—πŸ’–πŸ’•