Tuesday, June 5, 2018

Pekanbaru 34* C



Cuaca siang tadi betul-betul terik dan hingga sore sisa-sisa terik matahari masih terasa, mau beli perbukaan rasanya malasss sangat, hmmm...semoga cuaca berubah sedikit dalam beberapa hari ke depan. Cuaca panas begini enaknya minum es teler dan alhamdullillah tercicipi juga walaupun isi es telernya tidak semeriah biasanya. Ngomong-ngomong panas, yang membuat panas adalah baca status whatsapp para Bos dan Nyah. Makanya dari dulu paling malas inisiatif berteman di media sosial sama Bos dan Nyah, kalaupun ada yang intip-intif fb saia, terserah. Kadang seseorang butuh hiburan untuk melampiaskan kenyinyiran yang tertunda sama saia hehehehehehe, jadi sekedar melihat fb saia semoga dapat mengobati rasa kesalnya, apalagi melihat pose terhits saia, menopang dagu. Selow beibeh πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹ 

Daripada tertular aura negatif status apapun terlebih di whatsapp, emang lebih baik privasi status. Kalau status masih terbaca, paling "dibisukan" statusnya sehingga komunikasi di whatsapp tetap terjalin. Dan yang ngak aneh selama urusan perbabuan, setelah selesai tugasnya, barulah berani nulis pesan via whatsapp, nyinyirnya seember...

Ya kalau udah seperti itu dan emang ngak ada urusan sama saya dan saya juga ngak ada urusan sama beliau, emang bagus, blokir dan delete. Selesai. 😊😊😊 Daripada ikut menyimak dan menyamak di whatsapp saia terlebih sejak terjun di dunia persilatan kerudung, saia lebih banyak menambah nomor-nomor penjual barang yang saya butuhkan untuk dijual kembali, daripada merecok di whatsapp dengan omongannya setelah selesai tugas, lebih baik nomor tersebut di delete. Ngak sempat baca semua nyinyiran apalagi kalau dulu sms, ngak sempat baca semua pesannya di sms tapi langsung didelete semua pesan, karena takut keimbas aura negatif, bisa amsyong urusan perbabuan dan perkerudungan. Ntar bikin status balasan, ditembak lain eeeh yang kena yang lain. Status ditujukan untuk A, eeehh PMS malah si B. Selalu begitu dan begitulah selalu. Lagipula urusan perbabuan hanya hubungan "kebutuhan" sementara aja dan terakhir selesai, mau kenal dan ngak kenal lagi.....terserah, ngak jadi pikiran lagi karena berganti Nyah dan Bos baru, begitu seterusnya dan selanjutnya.... 
Semoga di bulan-bulan mendatang, apa yang saya harapkan dan cita-citakan tercapai, salah satunya adalah........
"Jangan bikin panas, darma !" πŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›πŸ˜› 

Wednesday, May 30, 2018

somewhere_everywhere

Kalau udah cinta, tai kambing rasa coklat. Kalau udah benci, coklat rasa tai kambing. Tidak perlu heran dan tidak perlu baper ketika mengintip status di beranda face beauty. Anggap aja lucu-lucuan sepanjang hari, tiada hari selucu kamu. Tidak ada sedikitpun kacungrigaan di hati ini hehehehe... 
Disebuah tempat makan yang lagi hits di Kota Pekanbaru, dari sebagian besar meja yang sudah dipesan untuk berbuka puasa, akhirnya saia dan teman dapat meja juga. Pelayanan di resto ini lebih sigap dibandingkan resto dengan nama yang sama yang teletak di Jalan Sudirman. Tepat dibelakang meja terdapat ruangan VIP, terlihat satu keluarga berkumpul untuk merayakan acara pesta ultah dan ruangan itu emang dipesan terlebih dahulu. Hidangan makanan di ruangan VIP tersebut sudah tersedia begitu juga dengan hidangan di depan saia dan meja lainnya. Semuanya menunggu lima belas menit lagi untuk buka puasa. Tiba-tiba satu keluarga datang dan mengambil tempat tepat di meja depan yang letaknya tidak jauh dari meja saia. Dan beberapa menit kemudian hidangan juga tersedia di depan meja keluarga yang baru datang tersebut. 
Dalam ruangan  VIP, anggota keluarga tersebut masih juga belum menyantap makanannya ataupun minumannya dan hanya terdengar nyanyian lagu Happy Birthday, 100 % mereka bukan muslim, mereka satu keluarga besar nasrani. Terlihat dari pernak-pernik perhiasan salib di kalung yang dipakai dari beberapa anggota keluarga besar tersebut, tidak ada aktivitas makan minum diantara anggota keluarga tersebut. Dan ketika pelayanan resto menyatakan bahwa sudah waktunya berbuka, tidak ada suara radio yang memperdengarkan azan magrib walaupun mayoritas yang datang ke resto untuk berbuka puasa. 
Ngak papalah, tidak ada suara azan magrib dan cukupnya aba-aba dari pelayanan yang menyatakan sudah waktunya berbuka. Dan satu keluarga di ruang VIP itupun bersamaan dengan tamu muslim yang berbuka puasa dan menyantap hidangan, satu keluarga besar tersebut juga mulai menyantap hidangan mereka. 
Berbeda dengan satu keluarga yang berada di depan saia dengan wajah dengan ciri khas mata yang sangat bisa ditebak orang mana, sudah sebelum azan magrib tadi menyantap hidangannya. Salah mereka apa ??? Kan mereka bayar makanannya sendiri ???  
Salahnya.....mereka tepat duduk di depan saia, dan saia sempat mengences liat mereka makan es campur tadi hehehehehe. Untuk soal apapun mereka paling utama, terlebih buat lucu-lucuan apalagi teriak paling...... Apakah ini ini soal kacungrigaan mereka terhadap saia atau kacungrigaan saia terhadap mereka, entahlah....yang jadi tanda tanya, sampai hari ini pasti tidak akan ada azan magrib di sana untuk sekedar tanda waktu buka puasa. Ada apa ???? Apakah bukan wilayah NKRI hehehehehehe ??  
#somewhere_everywhere 

Thursday, May 17, 2018

Teror is...............

Teror Is......

Dari kemarin pengen nulis tentang kejadian penyerangan teror is di Pekanbaru juga kebetulan setelah kejadian penyerangan tersebut saia berniat ke bank swasta di Jalan A. Yani yang letaknya tidak jauh dari Mapolda Riau di Jalan Jenderal Sudirman. Bukannya saya tidak mengetahui hari itu adalah teroris's day, karena pesan di wa saia menampilkan berita dan gambar tentang penyerangan teror is di Mapolda. Sampai-sampai "Bos" saia membuka ponselnya dan dengan keras membaca berita tentang penyerangan teroris di Mapolda. Saia tahu hari itu dan tetap kekeh sukekeh keluar karena menyangkut kejadian uang yang saia setor di ATM kemarin dan belum selesai proses pindah ke tabungan, proses setor tunai langsung terhenti, proses setor tunai tidak terupdate dilayar ATM dan uang saia masih tetap didalam mesin ATM. Dan segera lapor satpam karena kejadiannya sudah lewat jam kantor yakni jam 17.11 Wib. 
Selama pengurusan cingkunek saya di bank tersebut, terdengar kasak-kusuk antar pegawai CS tentang kejadian penyerangan teroris di Mapolda dan ketakutan seandainya terorisnya menyerang bank mereka, juga kasak-kusuk tentang kebijakan pimpinan mereka yang tetap beroperasi saat itu padahal kantor cabang bank tersebut yang letaknya di Panam dan jaraknya kiloan meter dari TKP, hari itu tidak beroperasi sementara.
Selesai urusan saia di bank tersebut, saia melanjutkan perjalanan menuju gedung Telkom yang masih satu jalan dan letaknya sejajar Mapolda namun jaraknya agak jauh, urusan ke Telkom sekalian membayar tagihan. Melewati jalan depan Mapolda di jalur kiri, jalanan lengang tapi disisi kanan yang letaknya persis di depan Mapolda, macet total. Untung telkom buka walaupun arah pulang dibelokkan ke belakang gedung, biasanya lewat dari depan keluarnya pun bisa dari depan. 
Untuk korban penyerangan teroris pada hari itu saia turut mengucapkan bela sungkawa dan bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga tabah. 
Pekanbaru dari dulu rasanya aman-aman saja tapi entahlah zaman now teroris membidik Pekanbaru setelah Surabaya, apakah setelah itu "K" biar sesuai urutan SPK alias Surat Perintah Kerja atau Surabaya Pekanbaru K....... dan entah kebetulan..entah emang tidak sengaja, lagi-lagi label brand ternama itu selalu ada sebagai asesoris pelaku Teroris. Cek foto kita dulu kejadian lalu dan sekarang....

Kejadian 14 Januari 2016 sekitar pukul 10.39 Wib peristiwa teror bom di kawasan sekitar Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat

Pelaku Teror di Mapolda Riau Tanggal 16 Mei 2018 jam 09.00 pagi




Pelaku teror alias teroris ternyata penggemar berat merek "Nike" hehehehe dengan sepatu yang masih sama-sama baru dipakai untuk "acara" tersebut kayaknya. Diberanda face beauty bertebaran tagar #kamitidaktakut. Apalagi ditakut-takuti ya, ngak ??? Teroris ini pun munculnya saat menyambut ramadhan dan kebetulan pulak di gedung Gubernuran, depan Mapolda selesainya acara UAS, ustad kebanggaan memberikan tausiah. 
Penyebar teror alias teroris menciptakan kondisi yang tidak nyaman dan aman. Ternyata zaman sekarang, rasa yang dulu pernah ada berlahan sirna. Rasa itu adalah rasa nyaman dan aman yang pernah ada, ceileee...  Semua serba serbu alias "meriah". Apakah harus dilakukan sayembara mirip cerita dulu kala, siapa yang sanggup memberikan rasa aman dan nyaman maka akan dijadikan raja kerajaan. Saksikanlah pilkada Riau yang sebentar lagi dan juga Pilpres tentunya......
Apalagi secara tidak sengaja terbaca di Baliho yang terpasang di sebuah jalan tentang penyelenggaran Asien Games tanggal 18 Agustus  sd 2 September 2018 di Palembang, jangan gegara teroris, acara ini jadi batal ya hehehehehe πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹
Akhirul tulisan remeh-temen ini, selamat berpuasa dan memperoleh berkah di Bulan Ramadhan ini 😍😍😍😍 
   

Thursday, May 3, 2018

Chaos VS Chaos

Chaos VS Chaos

Musim sablonan chaos dan perang chaos hehehehe.... "Dia Sibuk Kerja" Vs #Gantipresiden2019, menjadi penonton sajalah saia sambil mendalami kehidupan ini, toh setolol atau secerdas apapun manusianya dapat menilai dan punya penilaian sendiri selama era Jokowi. Cara sederhananya adalah dengan melihat status di face beauty sebelum dan sedang berlangsungnya era Jokowi saat ini. Merah meriah eeeyyyy, ramai sekaleee. 
Apa musti begituh untuk menaikkan atau menurunkan nilai saham atau investasi di Bursa Efek atau bisnis trading ?? Posisi buy atau sell salah satunya dipengaruhi keadaan politik dan ekonomi baik dalam maupun luar negeri, makin bergejolak...maka diyakini ada pihak yang memanfaatkan sebagai peluang menghasilkan laba. Siapakah pengambil ceruk tersebut ? Udah malam malas mikir hehehehe...merah meriah eyyy, kenangan zaman. Setiap zaman pemerintahan dari Soeharto sampai dengan Jokowi, siapapun yang pernah merasakannya, apa yang kau rasa ??? Mustikah saia menyablon dan memakai chaos "Piye kabare, penak zamanku toh ?" Peace ! Democrazy itu ketika pilihanku bukan pilihannya dan pilihannya bukan pilihanku. Lantas ada yang teriak ..."muslim macam apa kalian ???" Yang jelas bukan muslim musiman, yang menjamur saat mau pilkada/pilpres. Peace yo !     


   

Thursday, April 26, 2018

Andai aku jadi orang kaya

Tadi sore saat selesai mengantar pesanan jilbab untuk seorang teman, saia mencicipi mieso kriuk. Sambil menyantap mieso yang rasanya ngak ngebosenin, saia sempat menonton  acara reality show karena tempat makan mieso tersebut dilengkapi tipi yang lumayan besar yang tepasang dinding. Acara reality show bagi-bagi uang untuk "orang yang dianggap kurang mampu". Hari gini dikasih uang 12 juta adalah sebuah rezeki besar termasuk bagi saia tentunya hehehehe. Uang sebanyak 12 juta itu bebas dibelanjakan dengan syarat dan ketentuan berlaku yakni dibatasi waktu yang ngak sampai 1 jam. Kalau ngak salah cara ini dulu pernah ada, apakah ini replikasi acara yang pernah dibawakan oleh Helmy Yahya dulu ??? I don't knowlah...
Dalam episode yang saia tonton terpilih pesertanya si Bapak dengan profesi tukang kebun dan berhak menerima uang sebanyak 12 juta tersebut. Tergopoh-gopoh dari tempat tinggalnya menuju pasar sambil diiringi dengan host pembantu dengan timernya dan seorang pak Pol. Tergopoh-gopoh lari dari rumah, menyetop angkot dan sampai pasar termasuk hitungan waktu dan host pembantu berteriak "menyemangati" "Ayo pak, waktunya tinggal 25 menit lagi..."
Bayangkan sampai pasar waktu yang tersisa hanya 25 menit sementara uang 12 juta kurang 100 ribu harus dibelanjakan. 100 Ribu udah dikeluarkan untuk ongkos angkot, kayaknya sebuah acara yang akan mengharu biru bagi saia, dan akan meneteskan  air mata bahwa masih ada orang yang ternyata lebih susah dari saia tapi saia kok miris nontonnya, terkesan acara tersebut untuk "memuaskan" kegilaan segelintir orang-orang berduit, kayaknya akan menyenangkan menjual acara model tersebut. Orang yang kurang mampu dipancing jadi konsumtif dan berpikir pendek dengan uang 12 juta kurang 100 ribu dalam hitungan menit. 
Serius ya saia menontonnya hehehehe, karena miris sekali melihat si Bapak berlari dari rumah sampai naik angkot, entah setttingan atau bukan, membuat saia menyadari bahwa kemiskinan itu perlu menjadi bahan tontonan betapa tidak menyenangkan ternyata jadi orang susah, duit berkuasa dari orang yang kaya ! Mbok sedikit mempertimbangken bahwa 12 juta kurang 100 ribu kalau dibuat modal usaha  berkebun/berdagang sangat bisa. 
Seperti acara reality show yang pernah dibawakan Donald Triump yakni The Apprentice, peserta dari berbagai latar belakang pendidikan dari tamatan Harvard sampai hanya tamatan SMA dituntut bersaing untuk dapat menjual produk atau berkaitan dengan bisnis. Karena tujuan akhir acara tersebut si pemenang acara tersebut akan menjadi pegawai di perusahaan Donald Triump. 
Jadi dengan duit 12 juta kurang 100 ribu atau katakanlah 5 juta "disaingkan" untuk dapat mengembangkan usaha sesuai bidang masing-masing peserta, kalau si Bapak berprofesi berkebun maka disaingkan dengan tukang kebun lainnya, penilaian dapat dilihat dari nilai atau hasil panen. Juga dapat diberi bimbingan dari insiyur-insiyur pertanian tentang cara atau teknik bertani/berkebun yang baik dan kalau perlu harus menghasilkan cara baru dalam menghemat waktu panen dan hasil panen yang optimal. Kali kelamaan durasinya yakkkkk hehehehehe bisa bulanan menunggu panen. 
Kalau disuruh ke pasar belanja dalam hitungan menit ???  Emak-emak skuter matiklah harusnya jadi peserta, wesssssshhhhhh bablas tandas dalam hitungan 15 menit. Entahlah piak, orang udah pake ojol untuk bela-beli, kita masih jalan kaki ke pasar malah jadi tontonan, betapa bodohnya zaman milenial ini ! 

Friday, April 20, 2018

Par ompung-ompung

Dari kemarin mau keliling "menjunjung" lapak saia tapi...efek menumpukkan pr, belum sempat. Pokoknya minggu ini sok sibuklah, sibukkkk sekali. Selama lebih kurang 4 bulan terjun bebas di dunia perlapakkan, ada satu tempat yang ingin sekali saia kunjungi mengingat dulu pernah melihat seorang bapak-bapak melakukannya dan saia lihat si Bapak baru nyampe di tempat itu, langsung diserbu warga yang tinggal disana. Kali kehadiran si Bapak itu merupakan hiburan tersendiri di tempat itu yang memang jauhhhh dari segala-gala. Tempat apakah itu ???? Dia tidak berpintu dan berjendela, kalau mau keluar....harus dipecahkan. Apakah itu ??? Ntarlah dikasih tahu pada episode berikutnya hehehehe. Salah satu hal yang membuat semua belum terlaksana adalah nyali alias keberanian. Saia belum kuat iman, ntar jauh-jauh ternyata semua menjawab..."udah punya..." atau  ada yang minta barang lain yang ngak ada atau ada yang pengen beli tapi bayarnya tahun depan sementara doi cerita mau beli kulkas harga 8 juta hahahahahaha ... atau...banyak lagi penolakan halus acara jual beli tesebut. Dan saia belum cukup kuat menerima penolakan apalagi yang kemarin amit-amit sombongnya, dengan melipat tangan dan ogah menyentuh barang dagangan saia, nyinyiran saia kenapa datang ke tempatnya saat junjung bawa lapak, kenapa kemarin-kemarin ngak muncul. Hellow kampret ! Pertama, udah beberapa teman yang cerita dan datang ke tempat doi direject juga dengan sombong, Kedua, rumahnya jauh..Ketiga, yaelaaaa kayak ngak tahu siapa doi aja, emang enak dengar doi nyindir-nyindir kekurangan saia. Ya sudahlah satu mahkluk hidup itu punya tempat tersendiri di memori, dari sini ke atas...dari atas ke sini, dari sini ke sana, dari sana kesini...CUKUP TAHU. Biasalah orang kaya, maklum saja 😊😊😊 Ya oma..ya oma...
Eh sampai lupa cita-cita karena sibuk mengurus mahkluk hidup satu itu, ceileee... Balik ke cerita "tempat" yang ingin saia kunjungi itu sudah pernah saia ceritakan ke beberapa orang teman, ada beberapa teman mengasih saran dan yang membuat saia ngakak adalah saran seorang teman untuk menyamar aja. Hmmmm kalau menyamar bagusnya saia jadi seperti apa ya......

Pertama, haruskah saia menyamar seperti gaya ompung-ompung manggaleh. Ntar saia dikira sisa-sisa pejuang kemerdekaan RI πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘ 
















Lebih seremnya, seorang teman ngasih saran, supaya saia model kek gini. Hmmm....ntar dianggap meresahkan, dianggap bawa bom lagi. Padahal saia bawa bom kentut aja.
















Alaa..kamu pake modus nyamar, bilang aja gengsi. Ya kan...ya kan. Isshhh ngak gengsilah cumaaa....tempat itu...tempat itu, tempat tinggal seseorang yang dulu suka sama.....
Udahhhh ahhh, cerita iseng malam ini  πŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›

  

Thursday, April 5, 2018

Tiada hari serujak hari ini


Malas sangatlah untuk memulai pr malam ini, padahal dari kemarin sudah kesana kemari, supaya sedikit fresh. Mau buat pr belum mood, mau menulis remeh-remeh di blog juga ngak tahu menulis tentang apa, padahal kan ngak dibaca orang hahahahaha. Bodo amat hehehehehe 😎😎😎 
Mau cerita pelakor lagi (hahahahaha), sampai-sampai ada yang merasuk dikira beneran. Itu salah satu kegunaan menulis menurut saia, dapat mempengaruhi lebih tepatnya meracuni pikiran beberapa teman, buktinya kemarin ada yang nyindir-nyindir di depan saia,. Huhuhuhu...tapi kalau saia ngak melakukannnya, kenafa tersinggung, ya ngak ?? Santai aja macam di pantai tapi dalam hati mengutuk-ngutuknya...."eeee monyet macam ngak tahu aja kalibermu.." 
Musti kudu harus dalam hati mengucapkannya secara saia cinta damai hehehehe, apalagi damai pakai maaf. Ya, orang berniat dalam hatinya siapa tahu kan ??? Kanlah. Padahal kejahatan itu rumusnya hanya Niat + Kesempatan. Kalau udah ada niat dan ada kesempatan, pastilah jadi sebuah kejahatan, tapi Bang Napi bilang kejahatan itu karena ada kesempatan...kesempatan. Waspadalah ! Waspadalah ! Niatnya dimana ???  Kali dianggap emang semua udah punya niat hehehehehe. Sudahlah, walaupun puisinya udah dipersiapkan dari rumah, anggap aja emang si Ibu Konde tidak berniat menyakiti dan Beliau melihat keadaan Indonesia terlebih wanita Indonesia, yang dianggapnya tidak berkebaya tidak Indonesia, tidak berkonde Tidak Indonesia, wujud Ibu Indonesia itu seperti Ibu Kita Kartini, putri Indonesia. Harum, namanya. 
Menjalankan syariat agama masing-masing yang jelas-jelas dijamin dalam UUD 1945 tentang kebebasan beragama dan negara juga mengakui Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila. Kalau berganti menjadi bercadar, itu salah satu bukti ketaatan para Ukhti menjalankan perintah agamanya, mungkin ketakutan pasti semua perempuan Indonesia suatu saat kelak akan bercadar, padahal pilihan baju muslimah itu beragam. Di Pekanbaru sendiri dikenal "baju kurung", baju ini merupakan baju tradisional perempuan khas Melayu, kalau liat sinetron-sinetron Indonesia mungkin sedikit langka perempuan memakai baju kurung. Tapi kalau melihat sinetron atau film Malaysia atau tampilan pesohor dari negara seberang seperti Siti Nurhaliza, model baju kurung ini banyak bertebaran. Jadi mestikah tudung atau penutup rambut sebagai pelengkap baju kurung diganti konde atau baju kurung khas Melayu diharuskan berganti kebaya biar dibilang Saia Indonesia, Saia Pancasila. Padahal sejak zaman baheula, baju kurung ini merupakan baju khas perempuan Melayu. 
Memang kebiasan dari zaman dahulu kala mungkin melihat gambaran Indonesia itu hanya tampilan wanita Jawa saja ???  Hellow, Indonesia itu dari Sabang sampai Merauke, bukan dari Sabang sampai Medan ! Bukan pula dari Sabang sampai Tanah Abang, terlebih sangat tidak tepat kalau Indonesia itu dari Sabang sampai konde. 
Isshhhh saia udah jadi tuhan ya hahahahaha. Kalau saia memberikan pendapat, saia dibilang hoax dan begitu juga kalau dia memberikan pendapat, sudah pasti saia bilang hoax. Yaaa mirip debat Adian sama Ali Sera di ILC, seperti itulah hehehehe. Dulu saia melihat Adian saat acara debat sebagai salah satu wakil mantan mahasiswa yang ikut dalam sejarah reformasi tahun 1998, saia suka....
Begitulah tampilan aktivis kampus membacakan orasinya saat zaman reforamasi dulu, penuh semangat, berapi-api, bicaranya sesuai kondisi saat itu. Pokoke demi...demi lah  
Saia waktu itu ?? Saat aktivis kampus orasi dan ada yang membakar sebuah ban di lapangan sebagai tanda keseriusan acara, saia dan beberapa orang teman duduk manis dibawah pohon kelapa hibrida depan kampus sambil kenalan sama aparat yang jaga hahahahahaha. Tapi pas giliran saia memperkenalkan diri, tiba-tiba ada yang teriak dari arah luar pagar kampus...Si Aparat langsung gerak cepat mengejar si provokator. Sialan, mustikah saia teriak juga supaya dikejar ??? 
"Turunkan harga BBM, turunkan tarif listrik" atau turunkan "mantan mahasiswa" yang orasi saat zaman reformasi itu. Karena setelah duduk manis jadi anggota dewan, ternyata sama seperti yang pernah dia harapkan untuk turun tahta dulu, malah ikut-ikutan tertidur di ruang sidang ! Mungkin dia lelah, bisa jadi. Atau mungkin dia target dengan judul "pengaruh tidur terhadap penurunan citra diri pada ruang sidang...."     
Lalu ada yang ngasih pendapat "orang cerdas itu bla...bla..bla..." 
Alat ukur cerdasnya hanya rasa-rasa yang dirasa atau panjang tulisan, lama tinggal di luar negeri serta menggunakan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan dijadikan dikit-dikit jurnal dan tak lupa sempurna asli kelompok mereka hehehehehe. Sorrr dirasa, gasss, ngak sorrr dirasa libaskan, ya ngak ? Padahal kalau mau jujur..."orang pintar itu......minumnya tolak angin..." Huhuhu... Peace ! 

      

Tuesday, April 3, 2018

Untukmu di Venus sana




Demikianlah Perempuan. Dia hanya ingat kekejaman orang pada dirinya walaupun kecil, dan dia lupa kekejamannya sendiri pada orang lain padahal begitu besar!

Tenggelamnya Kapal ‘Van Der Wijck



-----------------------------

Saia suka mendengar ucapan seorang laki-laki dari radio yang didengar beberapa hari yang lalu......Dia hanya ingat kekejaman orang pada dirinya walaupun kecil, dan dia lupa kekejamannya sendiri pada orang lain padahal begitu besar! 
Respon golongan "saia ini, saia itu" menanggapi puisi seorang Ibu Indonesia berkonde memang lucu, menurut saia. Lucunya dimana ??? Disamping menyalahkan juga melampirkan beberapa "oknum" penganut Islam yang kasusnya sedang ditangani oleh pihak kepolisian. Ini kan negara hukum, sayang. Jangan takutlah abu tours yang kamu ungkit itu ngak sedang hepi-hepi di Singapura sekarang, "oknum " penganut Islam itu saat ini sama kedudukannya dalam hukum seperti yang halnya yang tercantum dalam Pasal 27 Ayat 1 UUD 1945. Dari First Travel sampai Abu Travel, sudah ditangani oleh pihak berwajib. Sementara ada sebagian yang saat ini saat ini malah mirip "duta besar" di negara sendiri dan mempunyai "kekebalan diplomatik". Tutup matamu, tapi tidak hatimu. Penganut agama Islam seperti saia di Indonesia saat tidak terlalu istimewa walaupun secara jumlah menang diangka. Kamu mau membuktikan "oknum"  penganut agama Islam menipu sesamanya, ngak usah jauh-jauh pake bawa kasus first travel sampai abu travel. Dari rumahmu saja. Anak ketahuan berbohong, ketahuan mencontek, ketahuan mencuri, ketahuan...... 
Agamamu Islam, toh ???? Tohlah...apa ??? Ngak ya. Bangsat ! Kenapa sibuk benar ngurusi agama orang ? Lu kira Belanda dan Jepang yang dulu bercokol di sini itu agama Islam ?? 



Untuk seseorang nun jauh di Venus sana πŸ‘ΆπŸ‘ΆπŸ‘Ά Kita sama-sama lihat kedepan seperti apa hukum berpihak terhadap Ibu Konde satu itu aja hari ini.   


Demikianlah Perempuan. Dia hanya ingat kekejaman orang pada dirinya walaupun kecil, dan dia lupa kekejamannya sendiri pada orang lain padahal begitu besar!

Monday, April 2, 2018

Saia tidak tahu

Anak Melayu makan tahu
Makan sebiji dibalik pintu
Sungguh terlalu engkau, ibu
Sudah tak tahu tapi cendana pula
Mengaku Islam tak tahu juga hahahahahaha

Anak Melayu Berkain kebaya
Kebaya dipakai dihari pesta
Si Ibu membanding tanpa jeda
Azan dicela dan cadar juga
Ntah hapa maksud si buah manggis
Diikat tali si tiga-tiga
Mau menangis tapi apa daya
Ntar pilkada baru bertopeng muslimah


Anak berudu bermain tali
Tali sepanjang buaian bayi
Si Ibu maju berpuisi sehari
Semenjak kini mendengar tiap hari

Kelamai makanan si anak gedongan
Pakai kelapa dari kebun pak Latif
Kalau damai itu menyenangkan
Kenapa harus provokatif ?

Kulantun kata mengeja nama
Sukmasukmasukmasuk sukmasuk masuk
Masuklah niat si gang tiga
Haiyaaa domba diadulah di lapangan
Aduhai ragu ingin bilang
Dipintu kubur ditanya agama
Tusuk konde bertahta permata
Tinggal semua dialam dunia

Sudah gaharu cendana pula
Masih tak tahu, menempe juga


-----------------------------------------------------------------------------


Saya tidak tahu syariat Islam...
Bla..bla..bla..bla..

Makanya belajar, kalau ngak tahu
Biar dikasih tahu
Sudah tak tahu tapi nak ngasih tahu
Kan sok tahu padahal ngak tahu
Apakah tahu ???
Saya tidak tahu syariat.....

Nyinyir itu sepanjang kata :

Saia tidak tahu.........
Saia tempe πŸ‘ΈπŸ‘ΈπŸ‘Έ


-----------------------------------------------------------------------------------

Diruang sidang

A     :    Apakah ibu Islam
B     :    Saya tidak tahu syariat Islam.
A     :    Baiklah, apakah itu tahu arti Islam
B     :    Saya tidak tahu syariat Islam.
A     :    Baiklah, pass. Apakah itu tahu arti syariat
B     :    Saya tidak tahu syariat Islam.
A     :    Maaf ibu, kita hanya membahas kata syariat. Kita tidak membahas Islam, 
             wong ibu juga  udah mengaku.
B     :    Saya tidak tahu syariat
A     :    Apakah ibu tahu ?
B     :    Saya tidak tahu syariat
A     :    Maaf ibu, kita hanya membahas kata tahu. Kita tidak membahas syariat, 
             wong ibu juga  udah mengaku.
B     :    Saya tahu bla..bla..bla..bla........ (nyinyir sepanjang 5 km dengan kecepatan 200km/jam)


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia


Syariat/sya·ri·at/ n Isl hukum agama yang menetapkan peraturan hidup manusia, hubungan manusia dengan Allah Swt., hubungan manusia dengan manusia dan alam sekitar berdasarkan Alquran dan hadis: Alquran adalah sumber pertama dari -- Islam;-- palu-memalu, hakikat balas-membalas, pb baik dibalas dengan baik, jahat dibalas dengan jahat;

----------------------------------------------------------------


Setidaknya engkau tidak tahu Islam tapi mengerti sedikitlah tentang arti syariat : yang artinya mengatur juga tentang hubungan manusia dengan manusia. Setidaknya engkau tidak tahu, sejujurnya pun tidak tahu, tidak mengapa. Tidak menambah pahalaku juga kalau engkau tidak tahu apa-apa, mestikah engkau mencela manusia lain yang punya sedikit tahu tentang syariat yang dijalaninya terlebih Syariat Islam. Ingin tahu jawabmu apa ?

Saya tidak tahu.......   


 







Saturday, March 31, 2018

Situ Sini, Situ Sini Saia

 
Perbedaan menjadi anak orang kaya dan susah itu....orang kaya akan menyekolahkan anak-anaknya di sekolah elit sesuai memang dengan kemampuan mereka. Kalau ada orang kayah menyekolahkan anaknya di sekolah biasa, kali ada beberapa pertimbangan, salah satunya ngak repot antar jemput karena sekolah anaknya dekat rumah.
Bagi si Balada anak orang kaya, pasti tahu senangnya jadi orang kaya. Jadinya manja-manja banyak, orang pasti maklumlah. Anak orang kayah, teringat film Mean Girls yang dibintangi Lindsay Lohan. Lazim sampai di Amerika sana ternyata ngak berbeda di dunia persilatan di sini, anak orang kaya di"subsidi" sama ortunya dengan fasilitas nomor 1. Ngak usah pura-pura lugulah mirip Cady Heron dalam film Mean Girls, di belahan dunia manapun apalagi masuk high school society, pembagian kasta lebih terasa, karena sama-sama kaya setidaknya ada yang disombongkan. Lha model saia yang sekolah dipelosok aja, apa yang mau disombongkan, sama-sama susah pun. 
Tapi pernah sih merasakan beda kasta walau di sekolah yang biasa dulunya dan untungya hanya merasakan dua semester, selebihnya saia bebas merdeka dalam bergaul dan teman-teman saia rata-rata baik semua karena "orang kayahnya" udah pindah keluar kota mengikuti kepindahan tugas ayahnya.
Cuma perbedaan kasta yang dirasakan ngak sesadis drakor "The Heirs" yang terang-terangkan membagi pergaulan kelompok anak di sekolah tersebut mirip struktur organisasi perusahaan. Anak-anak kelompok komisaris bergaul dengan selevelnya, kelompok manager juga begitu bergaul dengan yang selevel dengannya dan yang apesnya kelompok pekerja/karyawan, kelompok terakhir inilah yang sering dibully. Darimana sihhh perbedaan kasta pergaulan anak-anak di sekolah dalam drakor The Heirs, ya dari ortunya lah hehehehehe. Apakah saia terlalu berimajinasi tingkat dewa gegara nonton film ??? Entahlah....terkadang ada bantahan keras, ngak semua begitu ! Tapi begitulah umumnya, ngak ??? 
Makanya hal-hal lazim dapat diterima dan akan mendapat respon yang sama, yang enaknya kalau sesama kelompok, responnya seragam.....namanya se-ia sekata,  setuju ???? Setinju ! Dan tiba-tiba ada yang teriak berbeda suara, bakal karam seperti nasehat lancang kuning berlayar malam kalau ngak pandai "nakhoda" si Android memposisikan masuk kelompok mana hehehehe. 
"Alamatlah koment..alamatlah koment akan tenggelam." (sing : Lancang Kuning mode on).  
Bangsatnya lagi kalau yang koment muslim/muslimah, Nabi Junjungan dibawa-bawa. Ckckckck... Lucunya syahadat ngak pernah, sholat ngak pernah  apalagi puasa di Bulan Ramadhan, tiba-tiba tobat dan mendengarkan ceramah Ustad, gunanya ????  Jadi bahan santapan rohanilah, jadi umpan di statusnya hehehehe. Padahal dari tempat ibadah masing-masing sebenarnya sudah "diajari" saling berbeda. Ngak percaya ??? Beberapa puluh tahun lalu saia pernah secara tidak sengaja membaca buku teman saia yang mencatat kotbah sekolah Minggu tentang puasa, kebetulan saat itu Bulan Ramadhan.
Pura-pura tidak tahu dan tutup mata aja saat itu agar semua tampak baik-baik saja. Terpenting saia masih berteman baik. Walau diajari berbeda, lazimnya orang baik akan tetap baik, dan teman saia tersebut salah satunya dan saia juga salah duanya hehehehehe. Berpantun dulu yeee

Satu due bunge raye
Kamu bukan teman saye
(Saia juge tak tun tuang tak tun tuang)

Satu due jalak merah 
Yang kalah, jangan marah
(Saia juge tak tun tuang tak tun tuang)

Satu due makan kelepon
Move on dong
(Saia juge tak tun tuang tak tun tuang)

Satu due buang kentut
Tak patut 
(Saia juge tak tun tuang tak tun tuang)

Satu due orang menabung
Selamat bergabung
(Saia juge tak tun tuang tak tun tuang)

Kalau cerita anak orang susah....jangan ditanya, saia harus sadar diri dong. Kerja dan jangan malas. Tetiba doi niat banget buat status agar saia tersindir sampai mata kaki. Woles......buah semangka berdaun sirih juga lah dikau. Aneh ! Ngak pernah jumpa semangka berdaun sirih tapi lagunya ada. Sama anehnya dengan......

Cakap elok, elok yang datang
Cakap tak elok, tak elok yang datang
Dirasa jugalah garam dapur orang
Mana tahu dang selama ini hanya merasa gula itu garam
Garam itu gula, sekali mencicipi garam betulan
Baru takajuik body, nge-fly seolah-olah hepi semua
Ternyata.....garam itu asin, cyyyynnnnnn 

Saia ini, saia itu
Saia ini itu, saia itu ini
Saia itu itu, saia ini ini
Situ sini, situ sini saia
Udah mirip belum ????
Hehehehehe...


Wednesday, March 21, 2018

Manusia Setengah Brekele

Manusia Setengah Brekele 😜

Medsos itu dunia yang penuh warna, makin tambah berwarna semenjak beberapa tahun belakangan ini termasuk hadirnya manusia setengah brekele berikutnya tulisan yang sangat menyanjung Yang Dipertuan Agungkan dan mencela keyakinan orang berdasarkan hasil observasi selama di warung kopi, tapi sayangnya doi kebal hukum huhuhuhu. 

 Alhamdullilah akhirnya bisa diakses juga....πŸ’˜πŸ’—πŸ’–πŸ’•