Wednesday, April 24, 2019

Ketika itu

Aihhhh ada postingan di fb yang membuat aku teringat masa kecil. Gambar seorang anak kecil yang kakinya diikat di bawah sadel sepeda, Mirip seperti keadaan aku saat usia 5 tahun, sebelum masuk TK. Karena aku ingat saat TK dulu aku diantar jemput pakai sepeda motor, kalau di Pekanbaru sepeda motor itu disebut Honda astaga star hehehehehehe. 
Saat zaman orangtuaku hanya punya sepeda dan ada beberapa kali aku diajak "raun-raun" alias jalan-jalan sama alm. Bapakku keliling Pekanbaru. Seringnya kearah Pasar Bawah sambil lihat kapal yang bersandar di pelabuhan. Aku ingat ada fotoku sama adikku yang nomor dua memakai celana pendek berfoto dengan latar pelabuhan, tapi fotonya entah kemana. 
Alm. Bapakku membawaku raun-raun ke arah Pasar Bawah sekalian menjumpai teman-temannya di pelabuhan karena alm. ayahku dulu pelaut. Lalu dari pelabuhan diajak ke Jalan Juanda. Satu yang kuingat zaman itu adalah burung yang menutupi kabel listrik, banyakkk sekali. Burung-burung itu bertengger menutupi hampir semua kabel yang ada di depan RTH A. Yani sekarang. Kali dulu kabelnya sudah dibungkus jadi aman bagi burung untuk bertengger. 
Kalau raun-raun pakai sepeda Alm. Bapakku memastikan kedua kakiku "terpasung" dengan baik dibawah sadel. 
Lalu saat orangtua punya sepeda motor, aku juga sering diajak jalan-jalan keliling kota, kuingat pernah nonton "motor cross-motor crossan" di Jalan Gajahmada dulu. Saat kecil dulu ada sebuah pertanyaan yang menurutku sampai sekarang jawabannya kok simpel amat yakk. Jadinya sampai sekarang "agak" membekas. Saat raun-raun dulu, melewati sebuah Studio Radio Swaradia yang kini sudah almarhum, pertanyaanku cuma...."kenapa dinamakan Swaradia ???" Lalu orangtuaku menjawab "karena yang kita dengar suara dia, penyiarnya..." 
Ishhhh sampai sekarang jawabannya keknya ngak ngena dan menurutku terlalu simple. Agak sulit dikit kenapa ???? hehehehe. Itulah pertanyaan dulu yang sekarang masih kuingat karena jawabannya itu lho hehehehe...         

Ringan-ringan saja

Apakah anak bungsu memang pikiran seperti itu ?? Beberapa bulan ini aku lebih sering jalan sama adik bungsuku, berhubung ngak ada kawan. Hehehehe...yakin ??? Ngak apalah orang punya pemikiran begitu, itu lebih bagus untuk menjaga pikiran tetap terasah, agar cerdas dan ahli dibidang urusan kehidupan terutama kehidupan orang lain. 
Balik cerita ke adik bungsuku, ada aja yang membuat seakan-akan seseorang "memiliki niat jahat". Kemarin-kemarin cerita tentang si A atau si B, dan untuk yang diceritakannya aku ngak masalah dan membenarkan ceritanya. Tapi lama-lama cerita si A dan Si B, setelah kucek saldo tabungan, ngak mempengaruhi saldo tabungan hehehehe. Akhirnya ceritanya sering kualihkan menceritakan film mana yang mau ditonton minggu depan. Rencananya mau nonton film yang ringan-ringan aja seperti kemarin nonton Shazam, karena hidupku udah rumit hehehe. Minggu depan rencananya mau nonton film xxx dan menonton ini dilakukan apabila aku sudah menyelesaikan beberapa tugas perbabuan dan seiring pembayaran saat tugas babu itu diambil. "Hadiah" menonton sebagai kompensasi karena otakku perlu direfresh juga. Dulu kompensasinya paling makan tapi efeknya terkadang menyakitkan, lemakku nambah ke samping hehehehe. Hampir lupa yang membuat aku pengen menulis malam ini adalah "over thinking" adikku. Kemarin-kemarin cerita si A atau si B, telingaku masih mau menampung. Tapi tadi sore ketika mau beli buka puasa, dia cerita tentang tukang sate. Tukang sate ??? Apa hubungannya coba. Tetangga bukan, teman sekolah bukan, apalagi teman kuliah, lebih bukan lagi. Nah lho ?? Darimana punya pandangan over begitu.
Sampai-sampai disela-sela aku ketawa ngakak mendengar cerita adikku tentang tukang sate, aku curhat...."Aku sempat berpikir kemarin, apakah anak bungsu emang begitu pikirannya ??? Kau sama seperti xxx xxx (aku menyebutkan nama temanku yang kebetulan anak bungsu juga) tetangganya jahit baju baik-baik dirumah, pikirannya sudah kemana-mana. Apa salahnya pasang headset, dengerin lagu kesukaan kek  atau murotal Alquran kek.. Cie..cie...sok alim yak daku hehehehe. Woles aja. 
Ya sudahlah pokoknya sepanjang mencari makanan buka puasa, aku meledeknya. "Sekarang tukang sate, besok tukang jamu...." Cape dehhhh
Kemarin juga adikku cerita yang membuat aku ketawa ngakak, manakala mengingat masa dia kecil dulu. Saat dia balita dulu, oh ya lupa. Jarak usiaku sama adik bungsuku 17 tahun. Jadi saat dia berumur 5 tahun, aku berusia 22 tahun. Adik bungsuku cerita pernah curhat sama ibuku tentang asal usul dirinya, dia menyangka mungkin bukan anak ortuku. Ibuku menanyakan kenapa punya pikiran begitu, lalu adik bungsuku cerita saat aku mendapat tugas membersihkan kotorannya sehabis buang air besar. Kalau orang Pekanbaru bilang mencebok. Aku tidak pernah menggunakan tangan, tapi kaki. Aku ingat dulu dengan perasaan kesal karena dapat giliran mencebok adik bungsuku di kamar mandi, aku menyuruh dia duduk menjongkok sehabis buang air besar lalu selang air kuarahkan ke pantatnya. Seiring air tercurah deras ke arah pantatnya dan kakiku pun membilas pantatnya. Kuingat aba-aba sewaktu mencebok dulu.
"Duduk ! " Dan adikku pun menurut duduk menjongkok dan kakiku pun membilas pantatnya. Sadisnya. Bukan sadis say, dulu kalau lihat kotoran, nafsu makanku bisa hilang dalam beberapa hari karena teringat si kuning. Issh ceritanya kok jorki sihh, ngak ada cerita lain hehehehehe               

  

Friday, April 5, 2019

Seberapa kuat

Malam ini tercium wangi pandan, seperti aroma pandan yang dimasukkan ke dalam kolak pisang. Wangiiii...hmmm...hmmm. Kejadian wangi pandan yang hanya tercium oleh hidungku saja pernah terjadi saat beberapa bulan menjelang umroh 2016 lalu. Sebenarnya aku ngak ada niat untuk umroh, rencananya yang umroh itu ibu sama tanteku. Tidak ada terlintas sedikitpun. Beberapa bulan sebelum umroh, aku sering mencium wangi pandan. Yang terasa saat menemani adik bungsu ke perpustakaan UNRI. Dari awal parkir, masuk ke gedung pustaka sampai leyeh-leyeh manja di bangku taman samping perpustakaan, aku mencium wangi pandan. Adik bungsuku yang ditanya apakah mencium wangi yang sama menjawab tidak mencium apa-apa. Entahlah, wangi pandan itu  terlupa sampai proses akhirnya aku ikut umroh sama ibuku, menggantikan posisi tanteku yang batal berangkat. Karena mengingat ibuku akan sendirian berangkat umroh makanya akhirnya kuputuskan menemani ibuku. Perjalanan umroh pertamaku ini banyak memberikan pelajaran dan hikmah. Terlalu banyak...
Memang ada niat sihh kembali ke tanah suci, minimal umroh jadilah. Aku tahu kalau Allah SWT sudah menggariskan ke sana, semuanya insyaAllah lancar. Ada aja jalannya. Amin, mudah-mudahan ya Allah. 
Kini wangi pandan itu sudah menghilang, insyaAllah "tamu" yang tadi datang orangnya baik dan berasal dari tempat yang wangi. Mudah-mudahan semua harapan dan keinginanku tercapai tahun ini, salah satunya aku pengen Hijabagus, usaha yang kurintis itu seperti yang kuangankan. Apakah itu ??? Nanti juga elo tahu hehehehehe.... Hijabagus yang berasal dari 2 kata yang digabung menjadi satu hijab dan bagus, huruf B yang kuartikan "baik" menjadi penyambung yang tak putus dari rezekiku dengan HIJABAGUS. Mudah-mudahan amin. 
Aku pernah berusaha sekuat tenaga sampai lupa sholat, siang malam sibuk dengan urusan dunia. Memang ada hal yang kuinginkan dapat kuraih tapi akhirnya kini terlepas semua yang kukejar itu dulu. Kalau mengingat dulu, mungkin yang mengenalku merasa aku sok sibuk, padahal sibuk hehehehe. Mantan bos atau nyahku dulu mungkin ada yang ingat sampai subuh begadang sama aku, sampai lupa makan apalagi sholat. Hampr beberapa tahun menjalani dunia jahiliah hihihi tapi akhirnya aku ditunjukkan jalan kembali. Suatu peristiwa demi peristiwa menyadarkan bahwa seberapa kuat aku menggenggam dunia, akan lepas juga, ada masanya terlepas. Namanya juga titipan, harta dan segalanya. πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡ Tapi bagi yang belum merasakan kisah yang kualami, dianggap ini adalah cerita perlebaian atau peralayan, terserah. Up to you, mana yang buat kau enak, lanjutkan...mana yang buatmu tidak enak, hentikan hehehehe.
Nanti saat kamu merasakan hal yang sama, dimana kamu merasa bisa dan akan menggenggam dunia. Tapi ingatlah, semua akan ada limitnya. Yakin, haqqul yakin. Syukuri aja saat tiba dimasa itu, kamu ditunjukkan jalan kembali. Walau banyak penyesalan dan kekesalan saat titipan diambil-NYA, semua tidak akan kembali, seberapa banyak meratapi di media sosial seperti akuh saat itu. πŸ‘ΌπŸ‘Ό 

Nikmat itu seperti memakan kue coklat itu, setelah diicip dan hampir abis, baru ingat bodi. Bengkaklah bodiku ini........

Thursday, April 4, 2019

Nyummiii....

Hari-hari ini itu terasa manis dan menyenangkan kalau diselingi dengan icip-icip blackforest atau kue coklat dan sebangsanya. Mood booster ! πŸ˜‹πŸ˜πŸ˜ Ternyata setelah bertahun-tahun melupakan toko kue jadul tersebut, entah kenapa kemarin pengen icip-icip kue pastry. Pengen lagi berhubung beberapa minggu lalu beli pastry tuna di sebuah tempat perbelanjaan, dapat harga promo pula. Tapi karena terlalu jauh untuk beli di Jalan Pattimura Gobah, sementara di Jalan Sudirman yang dekat rumah ada. Jadi sekalian jalan, belanja jilbab buat dagang dengan transfer via atm ke supplier jilbab di ATM BNI Sudirman dan lanjut singgah di toko kue yang letaknya tidak jauh dari gedung BNI  tersebut. Belanja buat dagang dan perut sejalan sehaluan, terasa damai sentosa dikepala hehehehe. 

Tidak perlu memberatkan kepala lagi kalau antara tempat satu dengan tempat lain yang dituju ibarat menyusun strategi "perang", mana jalan tercepat dan teraman dari utara ke selatan, lalu kembali ke selatan lagi tapi pulangnya harus melewati barat hehehehe. Hadeehhhh. Ujung-ujungnya tiba dirumah tepar, kecapean.      

Kembali ke cerita kue pastry, kembali ke toko jadul yang memang menjual kue pastry dari isi coklat sampai ayam suir. Ternyata masih jual kue pastry tapi model kuenya sudah berbeda namun rasa sama. Alhamdullillah. Pilihan isi ayam suir sudah tidak ada lagi, yang ada rasa isi coklat, selai strawberry dan berry lainnya yang tidak jadi kesukaan πŸ˜€πŸ˜€ Ternyata ada jual kue coklat dan blackforest, saya pikir kedua kue bisa dikatakan blackforest, tapi mbak penjaganya bilang kue tersebut kue coklat dan yang model serutan coklat itu baru kue blackforest. Apa katamu ajalah, mbak. Setelah dirasa, rasanya...hm....hmmmmmm nyoklat kaliiii. Enyak..enyak. Jadi mood booster terbaik tapi membuat pipi membuaseerrrr alias nduutttt...ndut. 

    

  

Tuesday, April 2, 2019

Love and Respect

April 2019.....


 Siang ini sebenarnya masih ada yang masih harus diselesaikan, tapi mood saya masih menyebar kesana-kemari. Untuk menyatukan mood siang ini ditambah memang sedang  puasa ganti, jadinya segelas cendol bisa membatalkan puasa, hehehehe. Semoga semua tugas perbabuan ini bisa selesai, minimal 2 atau 3 dalam hari ini sehingga menjelang tanggal 5 April ini bisa dijemput Nyonyah bos saia. Karena tanggal 7 April ini saya pengen nonton ama adik saya seperti minggu kemarin. Kemarin nonton film request adik bungsu saya yaitu film Friendzone, dan tanggal 7 April nanti mau nonton film request saya, judulnya...... 

Kenapa mesti tanggal 7 April ??? Soalnya tayang perdana secara serentak di bioskop ya emang tanggal segitu. Besoklah kalau jadi nonton filmnya, saya tulis judul filmnya. Takut dicontek hahahahahaha, ng ding. Takut ketemu sama seleb yang hobi nonton juga dan sepertinya suka baca blog ini. Pede ya saya..... Pede ajalah soalnya naluri persaingan itu terasa nyata hihihihi. Nyatanya dimana ??? Dimana-mana eksis bok. Udahlah somponglah puasa ini ceritain doi.

Bagusnya cerita calon Bos Baru, tadi malam adik bungsu saya cerita kalau kenalan temannya butuh babu untuk tugas abang kenalannya. Dan barusan tadi calon bos baru menghubungi saya dan seperti biasa dari seberang sana dia berkata tanpa dosa....."Assaalamualaikum....." 
Dan saya membalas salamnya dan dia melanjutkan..."Bang Darma, saya bla..bla..."
Dengan cepat dan sigap saya meralat, "saya kakak..." 
Begitulah selalu, nga penting amat tapi teramat sering nga penting amat hehehehehe... 
Dia janji mau datang minggu depan, doakan yaaa dibayar lunas langsung, biar saya traktir nonton. 
Eitsss....boleh sih ditraktir sekalian dijemput juga ke rumah tapi hmmm....itu saya yang dulu kayaknya hehehehehe. 
Karena kini seakan saya dinilai masih seperti dulu, bayangkan doi chating sama teman yang lain janjian ketemu dan saya juga mesti jemput teman yang diajaknya chating, kalau itu sih belum menyebalkan kali hehehehe 😀😀😀😀😀 
Yang buat kesal dan menyebalkan adalah doi chatingan sama teman yang dulu ada masalah sama saya dan sedikit maksa ketemu mantan teman dulu yang ada masalah tersebut. Issshhhhh...sepele amat kali yakkkk. 
Kini, masalah dia mau bantu atau ngak, saya ngak mikir bakal mau. Saya berharap dalam bulan ini adik bungsu saya diterima kerja ditempat dia melamar via pos kemarin. Amiinnnn. Menyakitkan meminta bantuan itu harus pamrih diawal dulu huhuhuhu....
Karena dulu saya minta syarat tentang pengurusan E-KTP aja dijawab ..."bukan bidangku..." 
Maaf sayyyy, mungkin dulu saya begitu.....
Tapi beginilah saya jadinya karena kamu.... 
Terkadang kamu atau saya berpikir merasa sudah baik bahkan terlalu baik, ternyata kata-kata arif dan bijaksana di medsos terpampang indahnya.....
..."Jangan berhenti berbuat baik....."
Tapi jangan pulak terlalu baik. Cukup...."baik saja". Jadi kalau mau ngajak, datang ke rumah aja ya sayy, nanti perginya pakai kendaraan saya. Gimana ???? Oke friend ? 
Udahhh yaaa...mood saya udah berkumpul didada dan otak saya mengirim sinyal..."ayo kerja".....hehehehehe. Peace love and respect !      

Friday, March 15, 2019

si Letter L

Tadi siang ada cerita miris lucu, pokoknya campur sari. Ini bukan tentang nyonya atau boss baru. Tapi tentang "saudara" yang dulu pernah saya panggil dengan sebutan xxxx, menandakan hubungan tali persaudaran itu dekat dan kental secara teori, ternyata di lapangannya encer cer cer.... Siang tadi ketika mau berangkat ke Jalan Riau, saya singgah di Indoxxx. Mau beli pulsa sekalian jajan buah potong seperti biasa. Ketika antri di meja kasir, tetiba tatapan saya tertuju dua orang wanita yang berdiri membelakangi saya dan lagi sibuk melihat rak berisi pencuci piring, salah satunya sempat saya tangkap sisi wajah samping kanannya yang saya ingat sekali, potongan separuh wajahnya itu cepat-cepat membalikkan badannya, sehingga saya betul-betul hanya melihat punggung dua wanita tersebut. Bagaimana kalau kita test hehehehehe ?? Saya pura-pura tidak tahu juga lah say hehehehe. Saya menjauh meja kasir, melihat minuman dingin. Dan kembali ke meja kasir, tapi kedua perempuan tersebut seperti dilem dirak pencuci piring, kayaknya pura-pura ngobrol berdua tapi suaranya tidak terdengar, walau jarak saya di meja kasir dengan mereka yang berdiri di rak tesebut hanya 5 meter. Kembali perempuan yang saya tangkap wajahnya, mencoba melirik ke kasir...ehhh ke arah saya, tapi ketika tahu saya perhatikan. Perempuan paruh baya tersebut melempar wajahnya, membelakangi saya. Pengen disamperin buk ??? 
Maaf yey berdua, gua tahan dalam Indoxxx. Karena ketika transaksi belanja saya sudah dibayar, saya menghampiri kendaraan saya yang diparkir di depan kiri Indoxxx dan letak Indoxxx tersebut  di depan rumah perempuan paruh baya tersebut. Jalan paling dekat, kalau mereka lewat depan  kendaraan saya, ambil jalan serong, mereka bisa menghemat langkah kaki paling ngak 10 langkah. Tapi kalau langkah membentuk letter L, dipastikan mereka boros 10 langkah. Ckckckck....segitunya darma πŸ˜›  Ya begitulah, saya tetap diatas kendaraan saya, sambil menikmati buah potong dan mendengar suara penyiar radio yang memutarkan lagu pengantar istirahat siang. Saya tetap mengamati meja kasir berharap 2 wanita tersebut  sudah di meja kasir. Whats the hell, mereka tetap berada dijalur rak pencuci piring, masih ???? ckckck. Hampir lebih setengah jam saya tidak beranjak dari parkir, sengaja. Mau tahu gimana mereka keluar hehehehehe.....
Tapi kedua wanita tersebut tidak keluar juga dari Indoxxx, sampai hampir satu jam kurang dan tiba-tiba "nyonya saya" menelpon dan saya lupa memperhatikan "tawanan" dalam Indoxxx tersebut, tiba-tiba sekilas saya melihat kedua wanita tersebut bergegas masuk ke pekarangan rumah mereka. Astaganaga.....betul-betul jalur L ya hahahahaha.  Siapakah dua wanita tersebut ??
Bukan siapa-siapa, ikatan darah kental itu telah terkubur seiring jasad ayah saya tertimbun tanah di pekuburan sana. Yang dulu terasa menyakitkan semua, tapi kalau kini dan menghadapi tadi....Saya hanya ingin melihat kebenaran dugaan saya. Yappp, tepat sekali. Seperti jalan kuda dalam permainan catur, seperti itulah langkahnya hehehehe, tahu-tahu sudah sampai depan pagar rumah. Saya harus "meminggirkan" mereka kayaknya, menaruh mereka dipinggir-pinggir papan catur. Itu cara "melemahkan"  langkah kuda, si langkah letter L hehehehehe. Caranya ????  Hoammmssss....



   

Panjang kali lebar

Siang tadi, tiba-tiba muncul chat baru dari nomor baru di whatssapp, siapa lagi kalau bukan calon nyonya baru. Seperti biasa, melayani tanpa banyak busa mengenai tugas perbabuan. Dalam chat, calon nyah menulis panjang kali lebar tentang "tugas babu" tersebut, ujung-ujungnya calon nyah baru menanyakan kesanggupan saya. InsyaAllah untuk urusan tersebut, saya bisa. 
Lalu calon nyonya tersebut membalas chat saya dengan panjang kali lebar lagi..lagi dan lagi..., ujung-ujungnya saya seperti pernah membaca permasalahan yang sama...apakah ini calon nyonya beberapa bulan lalu nanya detil ini itu dan dijawab detil til til sesuai keinginnya, karena kalau  tidak, calon nyonya tersebut akan menulis .."maksudnya ?"   atau ...saya ngak paham, bisa dijelaskan..." Setelah itu hilang ditelan bumi....dan kehidupan saya berjalan seperti biasanya dengan ceria dan bahagia ceile. Walau terkadang kebahagiaan tersebut harus diciptakan sendiri seperti menikmati makanan kesukaan ataupun makan baru yang belum pernah dicoba.....apalagi saya tambah status di medsos "ngopi woyy", bahagianya bisa double bahkan triple kali yak ?😻
Apa yang saya harapkan dari minum kopi, ngak ngopi..ngak gaul. Nehi ! Saya hanya suka wangi kopi dan kopi mengingatkan minuman kesukaan almarhum bapak saya. Titik tanpa koma. Menghirup aroma kopi apalagi menikmati manis pahit kopi dilidah, serasa kenangan masa-masa tersebut kembali. Soalnya saya yang selalu punya tugas membuat kopi sore untuk alm. bapak saya. 😭😭😭 
    
Kembali ke cerita calon nyonya baru tersebut, ternyata kejadian tersebut hampir 3 atau 4 bulan lalu. Dan hari ini, calon nyonya ini kembali "menyamar" dan bertanya lagi tentang tugas babu tersebut dengan menggunakan nomor baru. Sayangnya penyamarannya langsung saya buka setelah merasa ada satu point yang sangat diingat ketika dia menulis tentang "Padang sidimpuan" .....
"ini kalau nga salah xxxx ya, marga xxx".... 
Barulah dia mengaku dan saya mendadak sedikit jengkel, karena sudah gaharu cendana pula, sudah tahu, pake nyamar juga πŸ˜‹πŸ˜‹ To the point aja sayyy, jangan panjang kali lebar lagi.....

"Assalamualaikum..., kakak. Saya deal dan saya mau trf uangnya...."

Saya berharap begitu aja kalau sudah tahu, tapi kok masih menempe bertanya..."apakah ini bla..bla..bla..., bisa bla...bla...bla..., saya ada bla bla..... sampai 20 km...."

Santai darma ! Rezeki tidak kemana tapi kalau sudah bertanya, disodok lagi sampai deal transfer hahahaha.... Makasih daun keladi, kalau ada...nambah lagi 😁😁😁 

Sunday, March 10, 2019

Boss Baru

Diawal minggu kedua Maret 2019, suhu dunia perfesbukan masih memanas dan waktunya saya kembali ke blog, mencurahkan perpolitikan yang ada di kepala saya dengan segala rumitnya. Eeeeee...tidak la yau, lebih baik saya memulai kisah tentang tugas perbabuan dan berbagi cerita tentang bos dan nyah saya, khususnya the new comer.  Mendapat calon bos baru itu sesuatu, tidak diseriusi kali dan tidak pula dicandai, santai aja....ngotot mah jauuuuhhhhh. Pokoknya santai, diawal chat via whatsapp biasanya dia mulai memperkenalkan diri, curhat dikit, nanya harga sampe nanya yang ngak penting, seperti...."kakak udah menikah ?"..... "ada suaminya..." Kalau menghadapi pertanyaan ini, saya milih pass, fokus jawaban saya adalah bisa, ok, baiklah, maksudnya atau ng papa, ya terimakasih. Kalau sudah tahap serius, kasih alamat sekedarnya dulu. Logikanya kalau besok-besok si bos memang sudah niat dan datang sesuai alamat yang diberikan, tinggal sodokkan sedikit ke tempat saya yang tidak jauh dari alamat yang saya beri. Nasib baik pas datang langsung bayar lunas, alhamdullillahhh....tapi kalau dibayar uang muka, ngak masalah juga, alhamdullillah...Tapi kalau yang seperti barusan ini ??? Asli pait-pait diawal, pait-pait juga akhirnya, kayaknya....
Saya terangkan harga dan segala tetek bengeknya, sepertinya saya bicara sama mahkluk angkasa. Dia ngotot pake aturannya, lho...lho...lho.... Baiklah, saya cooling down dan tetap manis menulis...."begini ya say, kalau masalah itu seperti yang saya bilang diawal kemarin bla..bla..bla..."
Tapi dia menjelaskan semua yang buat saya menelan ludah, lama-lama diblokir juga nih orang. Akhirnya saya blokir karena sudah ngak tahan ngomong mutar-mutar, maju mundur maju mundur pahit...pahit... 
Intinya saya harus mengerjakan perintahnya dan setelah itu "pesanan" tersebut minta digojekkan. Baiklah, say...lantas wajar duong saya nanya pembayaran saya. Eetdah, dia malah memberitahu pembayarannya kalau ini kalau itu....Issshhhh, pokoknya dia ngak bisa datang ke tempat saya karena ngak ada yang nganterin, pesanannya tersebut digojekkan. Lama-lama terkikis juga ilmu sabar yang didapat dari pengajian online itu hahahahaha. Monyet kepala nenek kau, jangan seenak perutmu, emang siapa kamu....
Saya tidak menulis begitu, sayangnya tapi itu yang ada dikepala. Saya menjawab cepat dan bergetar menekan pilihan di hape..."BLOKIR". Ya, setelah merasa sudah batasnya karena dengan enaknya calon nyah baru itu menulis..."kan saya sudah bilang pembayarannya......(kalau ini kalau itu).....kayak mana sihhh ?"
Isshhh nyemot amat nih orang, "emang elu siapa" dan itu balasan terakhir dan lantas mendahului amarah yang mulai naik ke ubun-ubun, saya segera menekan...."blokir". Seketika amarah yang seperti ombak datang, tiba-tiba surut...rut...rut.... hehehe
Tapi selang sejam kemudian tetiba nomor baru masuk ke chaw whatssapps...Alamakkkk. Ular melingkar dipagar pak umar, ular melingkar dipagar pak umar, ular melingkar dipagar pak umar. Coba diulang-ulangi dari pelan ke cepat...tambah lama makin cepat, dipastikan lidahmu keseleo. Ular ini lagi ???? Mirip ular dipagar pak umar, melingkar-lingkar kalau ngomong hahahahaha. Tapi sebagai customer service, bagian keuangan, bagian pengadaan, sekretaris dan direktris utama...ya namanya usaha sendiri, semua jabatan rangkaplah. Usaha kecil pulak, selagi bisa dikerjakan sendiri semua, ya....apa salahnya. Balik lagi, menghadapi calon nyah begini, sebagai customer service yang ala kadarnya, saya menjawab pertanyaan kenapa memblok dirinya. Rangkaian kalimat disusun semanis mungkin, masa belum ketemu muka sudah ludah-ludahan, kan ngak lucu, di whatapps pula. Takutnya mirip teman saya dulu..dulu kaliiiii, kalau marah via sms suka menulis...cuihh...puih...cuihhh...cuihhh....
Pokoknya gerakan dijadikan kalimat, jadinya seperti ini kali ya...
Cuiiihhh......aku ngak sudi bla--bla..bla.....

Seandainya doi pas menulis kalimat terdengar panggilan dari hape lainnya, doi mungkin menulis...
Kringg...kring.....sebentar dulu, ada panggilan masuk. Sudah dulu ya...

dan kemudian dia melanjutnya membalas sms..."hmmm...aku tuh benci sama kamu arggghhh argggggh, guk guk guk...., kamu tuh cuih cuih..., arggghhh hatsyimm hatsyimmm..."
Ada ternyata orang sesontoloyo ini hehehehehe, manusia 11 M. Hahahaha, udahlah besok-besok kalau ada kesempitan dan kesempatan dikenalkan manusia 11 M ini, doi bilang sendiri kok, Suzanna (alhmh) aja kalah kaya hhahahahihihihihuhuhuhuhuhu...Sedeng !

Kembali ke ular melingkar di pagar pak umur, eh ngaklah. Si calon nyah baru. Akhirnya hal-hal yang remeh temeh jadi terselesaikan dengan remehnya. Apa ngak remeh temeh, bentar dulu ya, ada boss baru. Mau bayar. Ceileee....minggu ceria.... 

  
          

     

Tuesday, October 23, 2018

Ngak ada judul



Hujan dari pagi sampai sore tadi membuat udara malam ini terasa sejuk dan perut masih kenyang karena sore tadi saya menyempatkan membeli gorengan, sisanya masih ada kalau mau hehehehe. Apesnya sudah sampai dirumah baru kelihatan galon air masih nangkring di jok belakang, galon kosong itu tadi malam udah dibawa mutar-mutar dari Indomaret, Alfamart dan swalayan. Malangnya nasib dikandung badan,ceile.....air isi ulang untuk merek xx hampir rata-rata kosong.song..song. Keliling keliling cari air galon, bensinpun sudah tinggal sepetak dan ini juga mutar-mutar cari SPBU. Berhubung dulu malas antri karena untuk mengisi premium di SPBU, saya udah ganti dengan Pertalite. Eh malam  tadi mendadak sudah 2 SPBU menyatakan Pertalite kosong juga. Barulah  di SPBU ketiga tersedia Pertalite. Sebagai rakyat kecil dengan bodi yang besar, saya baru merasa sudah sepantasnya memang Indonesia sebagai negara paling bahagia urutan 96 dari 156, hehehehe kidding.  
Saya ngak mau pake kata-kata "susah" untuk saat sekarang karena masih banyak yang merasa bahagia eh. Saya tetap bahagia urutan 96 karena....uang ada, barangnya ngak ada. Susah itu....barang ada tapi uang ngak punya. ⥁
Seandainya andaikata jikalau seumpamanya kalau barangnya ada, uangnya ngak punya...setidaknya saya bisa kerja kerja kerja, cari uit. Tapi kalau ini mungkin diluar kemampuan saya seandainya uangnya ada, barangnya yang dibutuhkan ngak ada. Betul kata Alm. Bapak saya dulu..yang sakit itu kalau uangnya ada tapi barang yang dibutuhkan ngak ada. Untungnya ngak sesadis yang terjadi di Zimbabwe tahun 2008, uang 100 Milliar Dollar Zimbabwe hanya bisa beli 3 butir telur dan 1 Dollar AS senilai 250 triliun dollar Zimbabwe. Tapi untuk apa dipikirkannya yak, saya belanjakan pakai rupiah...I Love Rupiah. 1 Dolar AS masih Rp. 15.186. Masih jauhhhhh kan dari Zimbabwe ??? Suka begitu kan ?? Sebelum tercekik masih bisa selfie-selfie ketawa bahagia, sudah "sakaratul maut" baru insyaf, baru teringat baca Laa Ilaaha Illallah....
Kalau ngeles "untuk memuliakan", pilihlah kata-kata yang menyejukkan tapi apesnya kok divideokan gitchu ??? Sengaja pamer ??? atau pamer sengaja ??? Atau tidak sengaja pamer ??? Atau pamer tidak sengaja ???   

Saturday, October 6, 2018

Satpam Kecil

Awalnya tahu si kucing suka tiduran kalau malam diatas kap mobil beberapa waktu yang lalu dan pertama kali diusir, suruh pindah tempat gitu, tapi tetap ujung-ujungnya naik lagi ke atas kap mobil.
Ya sudahlah, dibiarin. Sebenarnya kecemasan saia hanyalah kalau kucingnya tidur sambil ngompol hehehehe. Dan tadi saat pulang malam, si kucing udah nunggu dengan duduk manja di pembatas rumah. 
Kucing itu sebenarnya bukan kucing milik saia, ngak tahu siapa pemiliknya, ya seperti cerita dulu tentang kucing-kucing yang pernah "ngekos" dirumah, ngak tahu asal atau pemiliknya siapa, tahu-tahu udah ngekos. 
Ketika barusan dengar suara gaduh diluar, kayaknya dari rumah tetangga, saya menyibak gorden jendela dan spontan melihat kucing "si satpam" kecil itu juga ikutan terjaga. Antara ngantuk dan kepo seperti itulah raut wajah si kucing. Selfie kejap ya cing ? Cekrek...cekrek...  Udah dulu ya...saia lanjut tugas membabu πŸ˜‡πŸ˜Š

Friday, October 5, 2018

Tips Gorengan Renyah

2018


Beberapa bulan lagi tahun berganti 2019, sebuah catatan penting di tahun 2018 bagi saia adalah "Jangan mudah percaya sama orang terlebih "TEMAN".  Tapi ya sudahlah, hikmahnya adalah.... Penyesalan selalu datang setelah pendaftaran, dan kalau dibiarkan terus-terusan dalam penyesalan namanya penganiayaan hehehehe....Ditipu teman yang dikenal bahkan dari zaman SD itu, rasanya bikin sesak, mual, pengen muntah, mau teriak, pengen demo, tapi takut dituduh makar, pencemaran nama baik. Ceile....nama baik ??? Tuing..tuing.... Ya sudahlah, seperti permainan sulap uang kertas lima ratus zaman SD dulu. Salah satu sisinya menampilkan gambar rumah :

Saia         :    Tok..tok...., assalamualaikum..., buk..buk..., ada tiiiittttt...tiiiitttt (sensor)
Suara 1    :    Waalaikumsalam..., oh si tiiittttt ada. Dia lagi dibelakang

Dan begitu uang kertas 500  ratus rupiah dibalik, nampaklah si monyet itu lagi selfi sekseh, tanpa dosa dan merasa tidak bertanggungjawab. Begitulah alkisah teman 500  ratus rupiah


Andaikan doraemon memberikan kesempatan ke mesin waktu, ingin sekali saia kembali ke masa-masa mulut manis berbisa itu. Udahlah, hikmahnya banyak kali dan ruginya untuk ukuran saia juga terlalu banyak. Baiklah daripada menyesali, bagusnya saia menangisi hehehehehe.
Btw busway, lebih baik menyalin ulang tips yang saya "capture" dari fb tetangga mengenai bagaimana caranya biar gorengan renyah, maaf ya bukannya menyindir gorengan ratna galih, ini betul-betul pertanyaan bu-ibu yang resah gelisah atas hasil gorengan yang tidak sekrispi kalau beli gorengan diluar. Saya paling hobi membaca tips-tips begini supaya kelak berguna bagi nusa dan bangsa. 






Baiklah ini rangkuman tips dari ibu-ibu dari sabang sampai meroket, dari irian sampai bandara, dari bandara sampai kemana saja hehehehe. Cekidot :
Tips ibu 1     :  Tepung dicampur  kapur sirih dan telur
Tips ibu 2     :   Campur tepung maiziena
Tips ibu 3     :  Tepug terigu, tepung maizena, baking soda plus air es.
Tips ibu 4     :   Kasih margarin sedikit
Tips ibu 5     :   Tepung beras campur tepung kanji terus telur
Tips ibu 6     :   Tepung terigu campur tepung beras tambah kapur sirih sedikit dan garam sedikit
Tips ibu 7     :   Tepung campur baking powder dan air es
Tips ibu 8     :   Tepung terigu campur tepung beras dikit sama tepung sajiku golden chrispy
Tips ibu 9     :   Kasih mentega diadonan, tambahkan air es
Tips ibu 10   :   Kalau adonannya menggunakan air es, maka ditambahkan mentega sedikit
Tips ibu 11   :   5 sdk tepung terigu, 8 sdk tepung beras, secubit baking soda, garam, es batu 3 ketul
                         ukuran kecil. Jangan encer, agak kental. Kalau mau digoreng masukkan es batu ke
                         adonan
Tips ibu 12   :   Kasih tepung kanji sedikit
Tips ibu 13   :   8 sdm tepung terigu, 2 sdm maizena dan tambah sedikit santan kental jika suka

Seserius group tersebut membahas gorengan biar renyah, pasti ada aja manusia zaman jahiliyah hadir, komentnya bagaikan jaka sembung bawa golok, ngak nyambung goblok !  Atau ada yang kasih komentar ibarat lagu kalau ada sumur diladang, bolehlah kita menumpang mandi....alamatlah semua pemilik sumur akan menyerbu kalau perlu sedot sampai ke lemak-lemak yang ngasih komentar, udahlah numpang eeehhh buat naik tensi komentnya hehehehe.  Peace love and respect πŸ’“πŸ’“

 

 Alhamdullilah akhirnya bisa diakses juga....πŸ’˜πŸ’—πŸ’–πŸ’•