Sunday, May 14, 2017

Oppa, daebak !!

Pr gua dikkiiiit lagi selesai, tapi bawaan bodi ngak fokus mulu, "ada aqua ?" Istirahat sekejap, malam tadi bahan-bahan udah dapat dan lagunya pun ada. Hal yang menegangkan kemarin cuma menemani adik bungsu gua memahirkan kepandaian mengemudinya, daripada gua jantungan terlebih ketika adik gua di belakang kemudi, gua milih tidur-tiduran, ngak banyak koment seperti kemarin-marin, buat panik malah jadi tegang antara gua dan adik gua, mana siaran radionya berita mulu mengenai menangkal radikalisme di lingkungan kampus, kalee program "goes to campus", penyuluhan...bagusnya sekalian buat program darmabakti, jadi pengajar alias dosen terbang, atau program bela bangsa hehehehehe, wajib militer kayak pemain drama korea hihihi. "Oppa, daebak !!! Wajib militer ngak mesti masuk kamp toh, penataran P4 seminggu kayak dulu zaman Soeharto, jadi tahu toleransi itu bukan hal yang baru. Dulu selesai P4 dapat sertifikat, ngak dapat karangan bunga kayak sekarang...."dari kami yang cinta bhineka tunggal ika". 
Walaupun setelah dapat sertifikat terkadang masih ada yang melanggarnya termasuk gua. Contoh soal dari pelajaran PPKN untuk anak kelas I SD yang gua caplok di http://www.pendidikankewarganegaraan.com/2016/05/soal-ukk-pkn-sd-kelas-1-semester-2, gua caplok 3 soal aja hehehehe 

 1. Kita harus rajin belajar agar menjadi anak yang....
    a. malas
    b. penakut
    c. pandai 

2. Semua peraturan yang ada di sekolah hendaknya....
    a. dipatuhi
    b. dibaca
    c. dihafalkan

3. Lampu lalu lintas berwarna merah, kendaraan harus ....
    a. hati-hati
    b. berhenti
    c. berjalan
Sebagai orang yang sangat cukup menyanyah, katanya. Eleh 😉 Dari 3 pertanyaan diatas, pasti jawabannya betul semualah termasuk jawaban gua. Cemenlah, soal kelas I SD pun tapi kalau dilapangan ? 
Gua    :    "Ada yang tahu di depan lagi apa, pak ? Ramai kali polisi"
X        :    "Razia, mbak. Kayaknya mbak bakal kena jaring"
Gua    :    "Masa sih pak, surat-surat saia lengkap, kok dan masih berlaku."
X        :    "Itu polisi bahasa, mbak. Bahasa yang mbak pergunakan banyak 
                  melanggar aturan. Ehak "
Gua    :     "Ohhh ya. Sorilah. Oh ya pak, nanti lewat jalan Sudirman ngak ?"
X        :     "Iyalah, kenapa ? ada razia juga ? Saya mematuhi aturan berbahasa 
                   Indonesia yang baik dan benar, kok. Ejaan saya sesuai KKBI dan tata 
                   bahasa saya teratur sesuai tata bahasa Indonesia yang disempurnakan 
                   mendekati moksa hihihihi...."
Gua     :    "Moksa ?? Udah mirip aliran ilmu kanuragan tingkat tinggi, pak hehehehehe, 
                  gua aja baru belajar kuda-kuda. Saya mau kasih tahu di depan ada razia orang 
                  baper mirip bapak !" (ngeloyor pergi sambil meninggalkan aroma ubi rebus 
                  yang dimakan 2 hari lalu. lega lepas dari saluran inih).
X         :     Kamu tidak tahu tata krama ! Tidak tahu sopan santun !
Gua     :     Sebagai netizen seharusnya bapak mengerti bahwa seorang netizen 
                  seperti saia hehehehe tidak luput dari kehabisan kuota ! 
                  Kalau gak, udah mirip perang Belanda Indonesia, 
                  bisa berabad-abad hihihihihi. 
                  Cup...cup..., ntar saia kirim karangan bunga 

Bentar lagi mau memasuki Bulan Ramadhan, mohon maaf lahir bhatin karena banyak yang gua tulis membuat hatimu luka ceile, sampai menyayat hati, berdarah-darah sampai darahnya membeku dan cair lagi. Pokoke menusuk dalam sedalam Lautan Atlantik dan seluas Samudra Hindia, lebay yak ? Yak lah 😂

M.O.H.O.N_M.A.AF_L.A.H.I.R_B.H.A.T.I.N





Saturday, May 13, 2017

Dari Pekanbaru with love, kitorang basudara !



Kapuyuak Bareben

Gua teringat kisah Nabi Musa AS yang memiliki salah satu mukjizat yakni tongkat bisa membelah lautan menjadi jalan sehingga Nabi Musa dan pengikutnya selamat ke seberang lautan dan ketika Fir'aun dan pengikutnya mengejar Nabi Musa dan melewati lautan yang berubah menjadi jalan tersebut, seketika lautan yang terbelah itu menyatu dan menenggelamkan Fir'aun dan pengikutnya. 
Dari demo pendukung Al-Maidah 51, mayoritas pendukungnya mencirikan umat Islam walaupun ada sebagian dari foto-foto yang sempat gua memperlihatkan saudara lain keyakinan juga ikutan. Jujur aja pendukung Al-Maidah 51 identik Islam dan kenapa ada yang nyinyir menyindir sampai berjilid-jilid. Kale gua dan elu belum lahir saat perang melawan Belanda dulu tapi jangan lupakanlah walaupun hanya belajar dari buku sejarah, perang melawan penjajahan dulu menerapkan strategi gerilya, karena modalnya hanya bambu runcing dan keinginan bebas merdeka dari penjajahan. Begitu juga dengan Vietnam (dulu) menerapkan strategi perang gerilya dan "mempermalukan" Amerika yang notabene negara superpower, digdaya dan sakti madraguna segala markas besar sampai kantor pusat PBB berada di Amerika. Amerika harus mengakui betapa melelahkan perang sampai berbulan-bulan bertahun tahun melawan Vietnam dan kalah begitu juga dengan Belanda sampai berabad-abad di Indonesia, akhirnya hengkang juga, 3 1/2 abad ! 
Kemarin melihat demo delapan puluh delapan juta lilin (segitu yak, lebih kurang gua minta maaf, karena ada yang komen di salah satu solidaritas lilin dunia, udah nembus hampir sampai Amerika juga, pasti sampai ke markas PBB hehehehe, jadi gua memprediksikan segitu, kan angka 88 adalah angka moncer hahahahahaha. Fengshuinya ngak putus-putus hehehehehe tapi baru gua mikir sekarang, kalau ditebas dan dipisahkan kepala 8 yang atas dan bawah, hasilnya nol juga malah double). Ya sudahlah, cahaya lilin memang tampak indah saat malam apalagi jika dilihat dari atas tapi akan hilang indahnya saat siang. Jujur aja perayaan menggunakan lilin hanya ada saat tradisi natal dan imlek. Cek lapak kita, gan !

-----------------------------------------------------------

Perayaan Natal bukan hanya identik dengan pohon cemara, lonceng, dan Sinterklas. Natal akan semakin syahdu jika ditambah lilin yang biasa digunakan dalam upacara peribadatan. Bagaimana lilin bisa menjadi bagian dalam perayaan Natal?

Mengutip tulisan Ben Taylor dalam situs Swide, lilin memang telah lama digunakan dalam upacara. Penelusuran soal itu berujung pada sebuah festival Romawi kuno bernama Saturnalia. Festival itu biasanya dilakukan setiap tanggal 17 Desember menurut penanggalan Julian.
(Sumber : http://www.cnnindonesia.com/hiburan/20141225163517-241-20480/perjalanan-lilin-sampai-ke-perayaan-natal/)
--------------------------------------------------------------

Gua sengaja mengutip perayaan yang menggunakan lilin selain acara ulang tahun hehehehehe. Gunanya supaya "laut yang terbelah itu" dapat menjadi kesimpulan pendapat gua, soalnya gua asal tuduh duluan hehehehehe... Lagipula ngak pa-palah nambah gizi otak. 

------------------------------------------------------------------    

Awal sejarah penyalaan lilin
Penyalaan lilin di momen Natal memang tidak secara tiba-tiba terjadi dan kemudian tersebar dan diadopsi oleh hampir seluruh gereja di berbagai belahan negara. Adapun sejarah awal penyalaan lilin ini bisa ditelusuri dari beberapa tradisi berikut:
1. Lilin dinyalakan di abad pertengahan
Awal pertama penyalaan lilin saat perayaan Natal terjadi di abad pertengahan, di mana lilin besar digunakan untuk mewakili bintang Betlehem. Inilah yang mungkin menjadi awal dari tradisi penyalaan lilin di minggu Advent.
2. Penyalaan lilin di Festival Yahudi
Selain itu, lilin juga sudah digunakan di acara Hanukkah atau Festival Cahaya Yahudi yang saat itu juga dirayakan selama musim dingin. Selama perayaan Hanukkah selama delapan malam, lilin akan dibiarkan menyala di tempat lilin yang dikhususkan yang disebut ‘hanukkiyah’.
3. Penyalaan lilin di Festival Kwanza
Ternyata penyalaan lilin juga dilakukan dalam festival Kwanza yang digelar di Amerika Serikat setiap musim dingin. Terdapat tujuh lilin yang digunakan dalam festival ini dimana lilin-lilin tersebut di tempatkan sdi sebuah tempat yang dinamakan kinara.
4. Penyalaan lilin dalam perayaan Christmas Carol
Penggunaan lilin yang sangat terkenal adalah saat perayaan Christmas Carols. Ini biasanya menjadi momen paling teduh dalam ibadah gereja karena hanya menggunakan lilin sebagai penerang selama ibadah.
5. Lilin dipakai sebagai lampu bagi pohon Natal
Di jaman dulu, sebelum kehadiran Di jaman dulu, sebelum kehadiran lampu-lampu pijar warna warni yang biasa dijadikan sebagai dekorasi pohon Natal, pohon Natal diterangi dengan lilin. Sampai akhirnya lampu pijar muncul, dan lilin tak lagi diperlukan sebagai hiasan pohon natal.
(Sumber : http://www.jawaban.com/read/article/id/2016/12/09/58/161208105806/) 

---------------------------------------------------------------------

Lilin
Di setiap sudut Vihara Ibu Agung, yang terletak di Jalan Sulawesi, Pattunuang, Wajo Kota Makassar. Lilin yang berderet di salah satu sudut, mulai dari ukuran terkecil hingga lilin terbesar, menyala bersamaan. Ukuran lilin yang tak biasa dijumpai, tertata rapih dan menerangi vihara. Pencahayaannya memang diharuskan remang-remang.
Menurut Hindranata, Kepala Vihara Ibu Agung, lilin ini diwajibkan menyala terus selama perayaan Imlek ini. Benda ini tidak dibolehkan padam hingga perayaan Cap Go Meh. 
"Penyalaan lilin di tahun baru Imlek memiliki arti khusus. Pembeli atau si pembakar, menurut kepercayaanya, bisa memberikan keberkahan, rezeki, jodoh, serta penerangan di dunia akhirat. Semakin besar lilinnya, semakin besar juga rejekinya.
(Sumber :  http://hiburan.rakyatku.com/read/36744/2017/01/29/)

-----------------------------------------------------------------------

Gua juga pernah hidupkan lilin untuk merayakan ultah PLN yang dalam setahun bisa berkali-kali, paling itu aja. Lupa, eh waktu kecik, saat ultah. Gegara ucapan ultah ke salah satu teman beberapa tahun lalu, gua diceramahi, itu bukan ajaran agama kita bla bla bla. Untung cara penyampaiannya enak sehingga hati gua ngak retak-retak hehehe. Ya sudahlah, berdasarkan bacaan diatas gua menyimpulkan bahwa perayaan lilin identik dengan Kristen dan China. Jujur ajalah, ya walaupun di foto ada juga yang pake jilbab, itu diluar urusan saia hehehehehehe. Gua bukan bermaksud apa-apa tapi hanya membuktikan setelah 2 jenis demo dengan perlakuan aparat yang berbeda, jangan sebut NKRI harga mati lagilah atau paling berbhineka, malu sama kucing meong meong..... 
Dari atas ketika kedua gambar demo Al Maidah 51 dengan demo 88 juta lilin disatukan, ternyata laut itu sudah terbelah mirip laut yang dibelah Nabi Musa. Udah mirip bendera, kelompok merah dan putih. Pungkiri ini dengan alasan yang tepat, gua bakal nerima hehehehehe. Lautan yang terbelah itu akan menjadi jalan Musa A.S atau tempat tenggelamnya Fir'aun. Saksikan 2019, ngak sampai 2 tahun-lah. Salam kapuyuak bareben ! ✌😎 

--------------------------------------------------------------------------
Keliling keluar negeri dengan paman google ternyata Belanda paling parah menerima kaum minoritas Islam di negaranya, cek kasus Geert Wilders-lah, phobia akutnya mirip elu hehehehehe ! Kalau PBB?? 
Dari dulu udah tahulah kalau PBB ke negara-negara Timur paling menekan dengan HAM. Pembantaian muslim Bosnia Herzegovina sampai muslim Rohigya, harus di desak Uni Eropa atau Negara-negara OKI. Lagipula kalau sekarang Belanda masuk ke Indonesia mencampuri kasus Ahok, apa gak mirip "wasit" seperti perang Bosnia Herzegovina ??? 

-----------------------------------------------------------------------

Sebuah pengadilan Belanda mengeluarkan putusan, bahwa Kerajaan Belanda turut bertanggung jawab atas terbunuhnya lebih dari 300 Muslim Bosnia di Srebrenica, pada Juli 1995 saat perang Bosnia berkecamuk.
Pasukan penjaga perdamaian Belanda dinyatakan abai dalam melindungi kaum Muslim Bosnia saat kota itu jatuh ke tangan tentara Serbia. Lebih dari tujuh ribu orang terbunuh dalam peristiwa itu.
Waktu itu kaum Muslim Bosnia yang mengungsi di markas tentara Belanda, diserahkan kepada tentara Serbia.
Peristiwa Srebrenica itu dianggap sebagai pembantaian paling buruk di Eropa sejak Perang Dunia Dua.
Pengadilan ini dilangsungkan berdasarkan gugatan para keluarga korban yang mengatas-namakan "Bunda Srebrenica."
Dalam putusannya hakim menyatakan bahwa pasukan penjaga perdamaian Belanda, Dutchbat, tidak menjalankan tugas dengan seharusnya dalam melindungi 300 Muslim Bosnia itu, dan mestinya sadar mengenai kemungkinan akan terjadinya genosida.
(Sumber : http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/07/140716_srebenica_belanda)
    

  

Friday, May 12, 2017

Tarrraaaaa......

Istirahat kejap...sambil dengarkan lagu Yo Te Amo by Chayanne lanjut dengan penyanyi yang sama me enamore de ti....Berasa-rasa telenovela dulu....Awesome 😊😊 Udah beberapa kali cobain es pisang ijo, akhirnya baru kali ini dapat rasa yang sesuai dan tentunya enyak, menurut gua. Pengen makang es pisang ijo lagi kodong




Si la vida me permite a lado tuyo
Creceran mis ilusiones no lo dudo
Si la vida la perdiera en un instante
Que me llene de ti para amar despues de amarte...vida
No tengas miedos ni dudas
(choro) este amor es demasiado bueno
Que tu seras mi mujer
(choro) yo te pertenezco todo entero
Mira mi pecho lo dejo abierto
Para que vivas en el

Tidak ada Pesta Yang Tidak Berakhir


Bermula dari surat Al-Maidah yang artinya jamuan/hidangan. Hidangan pembuka telah selesai disantap pakai dan tanpa pakai sendok. Teringat seseorang memperumpamakan Al-quran sebagai sendok bahkan ada yang menggunakan gambar kuda. Ya sudahlah, lupakan 😇😇😇😇
Dilanjutnya hidangan utama (pilkada) dan saat ini adalah jamuan/hidangan terakhir. 

Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya. Jamuan/hidangan yang enak dan penuh warna menu maupun aneka cara penyajian sering dijumpai saat pesta, paling umumnya yang gua lihat saat pesta pernikahan, namun "tidak ada pesta yang tidak berakhir". 😉








Surat Al-Maidah adalah surat ke 5 seperti bulan masehi kali ini (Mei) dan Al-Maidah terdiri dari 120 ayat. Sebagai penutup jamuan/hidangan, ayat 120 berisi :

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

   

 Alhamdullilah akhirnya bisa diakses juga....💘💗💖💕