Saturday, February 6, 2016

Terjaga......

Lagu malam ini... Wide Awake By Katy Perry

Yeah, I was in the dark
Yeah, dulu aku di dalam kegelapan
I was falling hard
Aku terjatuh dengan keras
With an open heart
Dengan hati terbuka
I'm wide awake
Kini aku benar-benar terjaga
How did I read the stars so wrong?
Bagaimana bisa dulu aku keliru membaca bintang-bintang?

I'm wide awake and now it's clear to me
Aku benar-benar terjaga dan kini jelaslah sudah
That everything you see, ain't always what it seems
Bahwa segala yang kau lihat, tak mesti seperti kelihatannya
I'm wide awake
Aku benar-benar terjaga

Just Selfie.........





Iseng Aja

Malam ini.........


Lagunya malam ini adalah...tetap, Love is by Park Jang Hyeon. Kalau masuk ke pasar-pasar tradisional di Pekanbaru, yang kuingat adalah bahasa khas yang ada di dalamnya...., terdengar bahasa Indonesia semua...., coba didengar lagi, terlihat beda bahasa Indonesia yang terbiasa manortor di acara pesta dengan bahasa Indonesia yang menari suka nginjak-nginjak piring apalagi bahasa Indonesia yang berangpao merah. Semua sangat umum terdengar bagi saia ya....., ntah bagi mikow. Eh btw...busway, engkau dimane ??? Senyap je. Eh lupa...., kalau mau dengar bahasa khas Melayu  yang gua sangat suka, kejauhan kalau main ke kantor walikota atau Kantor Gubernur, main aja dulu ke kantor camat. Suara khas model Kak Ros, Ipin, Upin, Mail bakal terdengar di sini, ishhh apelah kau ni, tak patut hehehehehe......Jadi sepertiya pembuat kebijakan publiknya tetap orang Melayu-lah tapi pelaku di pasarnya.....ya uni-uda, butet-ucok dan koko-cece

Seperti kisah.....dari http://fulgferry.blogspot.co.id/2015/02/kebijaksanaan-vs-uang.html :
 "Ketika Gandhi belajar hukum di University College, London, seorang professor kulit putih, Peters, sangat membenci Gandhi. Di dalam kelas Peters sengaja mengajukan pertanyaan ke Gandhi:
“Gandhi, andai kamu sedang berjalan tiba2 menemukan paket berisi 1 tas penuh uang dan 1 tas penuh dengan kebijakan, mana yang kamu ambil?”
Tanpa ragu Gandhi menjawab “ya uang lah.”
Prof. Peters, tersenyum sinis dan berkata
“Jika itu aku…maka aku akan mengambil kebijaksanaan.”
Gandhi menjawab: “seseorang itu mengambil apa yang tidak dia punya.”
Prof. Peters pun tak bisa berkata apa2.. 

Lantas.....sekarang seolah-olah eike dianggap baru kenal dengan pelaku di pasar yang sangat tangguh, siapa lagi....para Koko dan Cece. Perasaan dari zaman Soeharto, mereka sudah ada. Kalau Zaman Soekarno, auk ah gelap, soale saia ngak hidup di zaman beliau. Setahu saia, para Koko dan Cece ini sangat sangat tekun dalam berusaha dan pekerja keras sejati. Buktinya....perkampungan mereka atau kampung china atau pecinan yang ada di Pasar Bawah. Apalagi menjelang imlek ini, salah satu ruas Jalan di Pasar Bawah akan dihiasi dengan puluhan atau ratusan lampion merah..., bagusnya ke sana malam hari. Selfielah, of course.
Ternyata bukan ukuran di Pekanbaru aja, sampai di Amerika sono ada pecinan, soale dulu saia pernah nonton serial tv zaman dulu.....jagoannya orang bule tapi dia lagi kejar-kejaran ama penjahat di kampung pecinan atau chinatown di amrik sono.....
Setahu saia, para Koko dan Cece ini sangat ekslusif, jarang berbaur, rumah mereka udah mirip kandang, daripada rumah. Dipagari dari tingkat atas sampai lantai dasar, kalau dekat mereka, sensitif mulu....soale berasa diceritain ama mereka hehehehe, soale mereka pakai bahasa wo ai ni, ni ai wo......, dan golongan the haves lah. Pokoknya saia baru pandai naik sepeda, mereka udah pandai naik mobil...., ketika eike naik mobil eehhhh dia yang punya showroom mobilnya......lantas eike mau mencak-mencak juga pengen punya showroom ??? Jadi sales aja gua gengsi hehehehehe. Becanda ! Just kidding :) 
Teringat dulu ada famili jauh kaleee, ibu saia aja sampai susah nerangin darimana ujung familinya.....pokoknya nenek gua sama neneknya sama-sama nenek-nenek kaleee. Maklumlah kalau orang batak, satu marga aja udah berasa dekat......seperti saudaraan walau lain kampung. Apalagi satu kampung dengan alm. nenek perempuan gua yang berasal dari Sipirok, lebih solkot lagi lah hehehehe. Solkot itu dekat, jeng. 
Si Famili anggap saja namanya Ucok De Caprio datang ke Pekanbaru dengan modal seorang istri dan 2 orang anak yang masih balita. SMP ngak tamat, ijazah SD tinggal di kampung, katanya. Pokoknya Ucok De Caprio sepolos-polosnya deh......, ijazah ngak punya, keahlian ngak ada dan kerja ngak punya.
Di Pekanbaru dulu untuk jadi karyawan aja minimal tamat SMA. Berhubung dulu punya teman yang baik hati dan oomnya punya "katabelece" okeh, saia hanya disuruh membawa Ucok De Caprio nemui MR. X dengan alamat bla bla bla. Walaupun tidak ada ijazah apalagi surat lamaran dan tidak ada ujian tertulis apalagi psikotest, MR. X langsung menerima Ucok De Caprio sebagai...sebagai...Cleaning Service di sebuah bank swasta. Gajinya oke sesuai UMR dulu, kerjanya....ya kerja cleaning service. Mendengar menjadi Cleaning Service, si Ucok De Caprio hanya diam....dan di rumah, dia mencak-mencak di depan ibu gua dan istrinya. Intinya dia gengsi jadi Cleaning Service. Kaleee dia mau jadi Direkturnya, salah saia juga kasih pilihan menjadi Cleaning Service. Gua mengingat dia ngak ada ijazah, nulis surat lamaran aja ogah tapi ingin kerja dan dia ???? dia mengingat keturunan raja kaleeee, hehehehe. Raja Parhatete alias parhuta-huta :)) Kali anak istrinya kenyang makan gengsinya, maybe.

Beda ama si pelit ilmu ini hehehehe :) Umumnya para Koko dan Cece ini tekun kaleee dan kata alm. Ayah saia dulu...., kalau anak-anak China ini diajar dari bawah, jadi tukang antar pesanan konsumen/pembelinya padahal yang punya toko bokapnya. Ngak langsung duduk di kasir, tahunya terima duit aja. Tapi tadi saia nemui china albino kayaknya deh, ngak seulet orang chinese yang sering kujumpai. Baru beberapa hari kerja...., udah ngak sanggup katanya. "Susah kerjanya kak..."  
Dulu dan sampai kini dari eike kecil ampe mau dewasa hehehehehe, orang chinese menggeluti dengan tekun usaha rumahan ampe perusahaan bonafide, pokoknya sejak saia kecil mereka udah ada, dan kalau tiba-tiba hari ini ada yang baru kenal. Auh deh gelap, kaleee mereka pikir selama ini yang di Pasar Bawah itu orang korea kaleee hehehehe. 
Kembali ke cerita Gandhi......mana kuat pemilik kebijakan ama pemilik modal (uang) ???? Indomaret ama Alfamart ???? Kalau warung kecil udah KO, dah hehehehehehe.....



Thursday, February 4, 2016

MEA




Sumber : http://crmsindonesia.org/knowledge/crms-articles/peluang-tantangan-dan-risiko-bagi-indonesia-dengan-adanya-masyarakat-ekonomi

Peluang, Tantangan, dan Risiko Bagi Indonesia Dengan Adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN

PELUANG, TANTANGAN, DAN RISIKO BAGI INDONESIA DENGAN ADANYA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

Ditulis oleh: Arya Baskoro (Associate Researcher)
 
 
Siapkah anda menghadapi persaingan di tahun 2015? Sudah seharusnya kita bersiap menghadapi ketatnya persaingan di tahun 2015 mendatang. Indonesia dan negara-negara di wilayah Asia Tenggara akan membentuk sebuah kawasan yang terintegrasi yang dikenal sebagai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). MEA  merupakan bentuk realisasi dari tujuan akhir integrasi ekonomi di kawasan Asia Tenggara.
 
Terdapat empat hal yang akan menjadi fokus MEA pada tahun 2015 yang dapat dijadikan suatu momentum yang baik untuk Indonesia. Pertama, negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini akan dijadikan sebuah wilayah kesatuan pasar dan basis produksi. Dengan terciptanya kesatuan pasar dan basis produksi maka akan membuat arus barang, jasa, investasi, modal dalam jumlah yang besar, dan skilled labour menjadi tidak ada hambatan dari satu negara ke negara lainnya di kawasan Asia Tenggara.
 
Kedua, MEA akan dibentuk sebagai kawasan ekonomi dengan tingkat kompetisi yang tinggi, yang memerlukan suatu kebijakan yang meliputi competition policy, consumer protection, Intellectual Property Rights (IPR), taxation, dan E-Commerce. Dengan demikian, dapat tercipta iklim persaingan yang adil;  terdapat perlindungan berupa sistem jaringan dari agen-agen perlindungan konsumen; mencegah terjadinya pelanggaran hak cipta; menciptakan jaringan transportasi yang efisien, aman, dan terintegrasi; menghilangkan sistem Double Taxation, dan; meningkatkan perdagangan dengan media elektronik berbasis online.
 
Ketiga, MEA pun akan dijadikan sebagai kawasan yang memiliki perkembangan ekonomi yang merata, dengan memprioritaskan pada Usaha Kecil Menengah (UKM). Kemampuan daya saing dan dinamisme UKM akan ditingkatkan dengan memfasilitasi akses mereka terhadap informasi terkini, kondisi pasar, pengembangan sumber daya manusia dalam hal peningkatan kemampuan, keuangan, serta teknologi. 
 
Keempat, MEA akan diintegrasikan secara penuh terhadap perekonomian global. Dengan dengan membangun sebuah sistem untuk meningkatkan koordinasi terhadap negara-negara anggota. Selain itu, akan ditingkatkan partisipasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara pada jaringan pasokan global melalui pengembangkan paket bantuan teknis kepada negara-negara Anggota ASEAN yang kurang berkembang. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan industri dan produktivitas sehingga tidak hanya terjadi peningkatkan partisipasi mereka pada skala regional namun juga memunculkan inisiatif untuk terintegrasi secara global.
 
Berdasarkan ASEAN Economic Blueprint, MEA menjadi sangat dibutuhkan untuk memperkecil kesenjangan antara negara-negara ASEAN dalam hal pertumbuhan perekonomian dengan meningkatkan ketergantungan anggota-anggota didalamnya. MEA dapat mengembangkan konsep meta-nasional dalam rantai suplai makanan, dan menghasilkan blok perdagangan tunggal yang dapat menangani dan bernegosiasi dengan eksportir dan importir non-ASEAN.
 
Bagi Indonesia sendiri, MEA akan menjadi kesempatan yang baik karena hambatan perdagangan akan cenderung berkurang bahkan menjadi tidak ada. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan eskpor yang pada akhirnya akan meningkatkan GDP Indonesia. Di sisi lain, muncul tantangan baru bagi Indonesia berupa permasalahan homogenitas komoditas yang diperjualbelikan, contohnya untuk komoditas pertanian, karet, produk kayu, tekstil, dan barang elektronik (Santoso, 2008). Dalam hal ini competition risk akan muncul dengan banyaknya barang impor yang akan mengalir dalam jumlah banyak ke Indonesia yang akan mengancam industri lokal dalam bersaing dengan produk-produk luar negri yang jauh lebih berkualitas. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan defisit neraca perdagangan bagi Negara Indonesia sendiri.
 
Pada sisi investasi, kondisi ini dapat menciptakan iklim yang mendukung masuknya Foreign Direct Investment (FDI) yang dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi melalui perkembangan teknologi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia (human capital) dan akses yang lebih mudah kepada pasar dunia. Meskipun begitu, kondisi tersebut dapat memunculkan exploitation risk. Indonesia masih memiliki tingkat regulasi yang kurang mengikat sehingga dapat menimbulkan tindakan eksploitasi dalam skala besar terhadap ketersediaan sumber daya alam oleh perusahaan asing yang masuk ke Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah sumber daya alam melimpah dibandingkan negara-negara lainnya. Tidak tertutup kemungkinan juga eksploitasi yang dilakukan perusahaan asing dapat merusak ekosistem di Indonesia, sedangkan regulasi investasi yang ada di Indonesia belum cukup kuat untuk menjaga kondisi alam termasuk ketersediaan sumber daya alam yang terkandung.
 
Dari aspek ketenagakerjaan, terdapat kesempatan yang sangat besar bagi para pencari kerja karena dapat banyak tersedia lapangan kerja dengan berbagai kebutuhan akan keahlian yang beraneka ragam. Selain itu, akses untuk pergi keluar negeri dalam rangka mencari pekerjaan menjadi  lebih mudah bahkan bisa jadi tanpa ada hambatan tertentu. MEA juga menjadi kesempatan yang bagus bagi para wirausahawan untuk mencari pekerja terbaik sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Dalam hal ini dapat memunculkan risiko ketenagakarejaan bagi Indonesia. Dilihat dari sisi pendidikan dan produktivitas Indonesia masih kalah bersaing dengan tenaga kerja yang berasal dari Malaysia, Singapura, dan Thailand serta fondasi industri yang bagi Indonesia sendiri membuat Indonesia berada pada peringkat keempat di ASEAN (Republika Online, 2013). 
 
Dengan hadirnya ajang MEA ini, Indonesia memiliki peluang untuk memanfaatkan keunggulan skala ekonomi dalam negeri sebagai basis memperoleh keuntungan. Namun demikian, Indonesia masih memiliki banyak tantangan dan risiko-risiko yang akan muncul bila MEA telah diimplementasikan. Oleh karena itu, para risk professional diharapkan dapat lebih peka terhadap fluktuasi yang akan terjadi agar dapat mengantisipasi risiko-risiko yang muncul dengan tepat. Selain itu, kolaborasi yang apik antara otoritas negara dan para pelaku usaha diperlukan, infrastrukur baik secara fisik dan sosial(hukum dan kebijakan) perlu dibenahi, serta perlu adanya peningkatan kemampuan serta daya saing tenaga kerja dan perusahaan di Indonesia. Jangan sampai Indonesia hanya menjadi penonton di negara sendiri di tahun 2015 mendatang.
 
 
Referensi:
 
N.n. (2013). Indonesia Hanya Menduduki Peringkat Empat di ASEAN. 
 
Association of Southeast ASIAN Nations (2008). ASEAN ECONOMIC COMMUNITY BLUEPRINT. Jakarta: Asean Secretariat.
 
Fernandez, R. A. (2014, Januari). YEARENDER: Asean Economic Community to play major role in SEA food security.
 
Plummer, M, G., &Yue, C, S. (2009). Realizing the ASEAN Economic Community: A Comprehensive Assessment. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies.
 
Santoso, W. et.al (2008). Outlook Ekonomi Indonesia 2008-2012: Integrasi ekonomi ASEAN dan prospek perekonomian nasional. Jakarta: Biro Riset Ekonomi Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter

Wednesday, February 3, 2016

Sometimes I need to be Alay - Kisah Cintaku

Sometimes I need to be Alay - Kisah Cintaku


Ini kisah cintaku malam ini, cie..cie...cie...., selalu ikutan eksis disetiap adu sirkuit percintaan orang. Itu maunya orang lho, supaya jadi seru mirip main oper-operan bola voli kaleee. Kalau gua dulu nyempil model gini...., mungkin bolehlah dianggap sebagai hama wereng. Tapi ???? Kenal dan dikenalkan aja belum, tahu wajahnya aja belum. Kesalahannya hanya gua membalas niat teman yang ingin mengenalkan seseorang dengan kata-kata...."ya ngak apa-apa, boleh aja....". 
Dan stop sampai disitu, tidak ada acara saya kenal maupun dikenalkan. Pas mereka resmi menikah, baru tahu dan dikasih tahu teman...Oooh itu yang dulu mau dikenalkan si...tiiit tiiiit tiiiit. Ya udah, hanya sebatas itu.
Tapi yang bikin jengkel dan semak hati dibuatnya adalah gua selalu dianggap hama wereng. Buktinya...."iya...ma, katanya kamu dulu suka juga sama Tuan Abrakadabra itu." ......
Ntar ya...ada berapa ya gua dimasukkan sebagai nominasi...nggg..ngggg, ada 3 atau 4 pasangan nikah, gua dianggap sebagai nominasi juga. "Darma itu juga suka sama......, tapi akhirnya dia pilih Si Cantikyangselaluuntukmu atau si Unyu-Unyuyangtakdapatmembaca, atau Si Meonggadisgalauyangtakgalaudisini atau milih si Imut-imut yangtaktersakitiselaludisini......
Padahal dulu belum kenal dan hanya sebatas niat mau dikenalkan teman, wajah orang yang dikenalkan pun belum tahu "heiheisiapadia". Amazingnya gua udah digosipkan SUKA.... 
Dan pada akhirnya bagian gua hanya dianggap KOPI pahit alias Kopi-lih dia dari aku. Apesssslah.....







Kali orang menilai gua sebagai hama wereng atau dianggap udah suka, karena mungkin sama-sama pake baju hitam. Hahahahahaha......coba liat di foto itu hehehehehee. Kenal belum, tahu enggak, tempe apalagi.....tapi udah nyebar gosip karena ya......warna baju kalee sama hehehehehehe... :)))
Good night... selamat malam :)

Fokus...fokus...fokus.....


Seandainya...................................ini menjadi milik eike hehehehehe......











Anggi

Abis berurut malam ini dan badan terasa segarrrr, sebelum melanjutnya pr malam ini, liat foto ini di beranda Fb teman. Jadi ingat ama adikku yang nomor 2. Beda usia kami cuma terpaut 1 tahun, jadinya dulu suka dijadiin "anak kembar" oleh Ibuku. Kalau dibeliin baju pas lebaran dulu, pasti modelnya sama cuma beda warna aja. Dia dibelikan warna merah, aku warna biru. Kalau dijahitkan baju juga, pasti modelnya sama. Tapi yang berbeda mungkin ukuran kaleee, aku masih pake ukuran M anak-anak, dia udah pake ukuran XL malah double XL..., soale paling nduuut sejak zaman SD. Masa bisa rok pramukanya, bisa muat untuk 2 orang hehehehehe. Dia cengeng tapi penurut dan aku pendiam tapi baik heheheehehe. Isssh ada yang ngak suka, biarin....mang enak dapat "siksaan dunia" mikirin jelek eike mulu hehehehehe. "Biarlah dia menjadi malaikat putih bersayap." Setiap orang berhak menjadi apapun ! Asal jangan jadi pembalut bersayap aja hehehehe. 
Tuhhhh kannnnn, dengerin nasehatnya :) Soale limited edition, hanya untuk gua hahahahaha. Dia ?? Mang mau dia dikasih nasehat, dikritik aja langsung meradang. Alim sih tapi munafik ! Gua ??? Udah kayak setan kalau disandingkan ama dia hehehehe. 
Oh ya, ini foto yang membuat gua teringat adik gua yang nomor 2 dan sekarang tinggal di Bogor.
Soale gua suka iseng ama dia, dia dulu cengeeeeeng banget dan tukang kadu. Gua pernah ditimpuknya pake batu di kepala hingga bocor, itu waktu gua SD. Gua lupa entah masalah apa..Dulu kalau main, pasti ortu harus bawa dia main juga. Tapi dia penurut sih dan gua tukang perintah hehehehehe. Jadi dari rumah keluar sama-sama tapi diluar rumah main dengan teman berbeda, anak cengeng ama anak cengeng dan setan ama setan hehehehehe. Ntar pulang, bareng...kalau enggak ??? "Mana anggimu ?? Kata ortu dan terpaksa balik ke tempat main, jemput si gembrot. Anggi itu artinya adik dalam bahasa batak. Paling kesallll kali kalau pulang sekolah telat gegara singgah di rumah orang, numpang nonton film Ratapan Anak Tiri atau Megaloman atau Google V atau dia main sama temannya dan ujung-ujungnya berantem dan nangis, siapa yang disalahkan. GUA. saia. Eike. Pokoknya hal itu memuakkan, kemarin sempat-sempat cerita lewat hp ama dia, cerita masa-masa bongak dulu.
"Kau kan juga ikutan kena marah sama Bapak kalau aku ada apa-apa. Soalnya kau kan kakaknya...."
Ingat sih kata-kata alm. Bapakku..."kau kan akangna, kau ngak bisa jaga adikmu." Udahhhhh, ikutan dimarahi. Tapi karena sering senasib sepenanggungan, dia dulu penurut kalee. Pulang sekolah gua diikuti ama teman cowok dari belakang, gua paling kesal ama tuh cowok. Mulutnya kayak perempuan. Gua masih ingat nyuruh adikku menghantamkan tas kopernya ke cowok sialan itu. Dengan sekuat tenaga dan tanpa ragu, adikku menghantamkan tasnya. Kok tahu sekuat tenaga. Yaelaaa, tuh cowok langsung jatuh ke tanah. Tapi kalau gua kesal ama dia, gua pernah malam-malam coretin mukanya kayak di foto atas tapi pake lipstik atau spidol ehehehehe. Kamu pikir dia protes ?? Ngak bakalan protes. 
"Ya iyalah, secara adikmu kan penurut, " kata Jeng Kelin sotoy. 
Bukan itu. Mana ada orang lagi tidur nyenyak bisa protes hehehehehe. Sampai hari ini mungkin dia percaya kaleee kalau hantu yang mencoret mukanya hehehehehe. Soale ngak ada laporan aduan ke ortu sampai detik ini soal coret moret di mukanya dulu hehehehehehe....         

Tuesday, February 2, 2016

Parulos abit karung




Songon parulos abit karung: “i tarik le tu incat ngalian pat, isanggopi pat nangkan ngalian musema ulu.


Sudena carito on na ikarang-karang dei soni, inda kisah nyata on, oni muda adong goar-goar na sarupo di bagasan ni carito on, ngada na i sangajo i dale, so suman dei carito ni alak kita Mandailing. 

Saia minum cendol dulu, gan ! :)

Selamat siang...., selamat beraktivitas...
semoga hujan selebat-lebatnya




 

.........China Perantaun Jennie Maria Xue

Simpan dulu, ntar gua baca.........

Karakter Sukses China Perantauan

oleh Jennie Maria Xue

Sumber : http://www.jenniexue.com/karakter-sukses-china-perantauan/



Menurut sejarah, Negara Tiongkok sarat dengan berbagai masalah politik, sosial, dan ekonomi. Ini merupakan salah satu sebab mengapa orang Cina Daratan cukup banyak yang migrasi ke negara lain. Asia Tenggara dan Indonesia merupakan salah satu tujuan mereka, bahkan mayoritas penduduk Singapura adalah keturunan etnis Cina. 
Saya menggunakan terminologi “Cina” untuk menunjuk mereka yang berbudaya Cina dan merupakan terjemahan dari “Chinese” atau “China.” Saya sendiri termasuk kategori ini, sehingga tidak ada niat apapun dalam penggunaannya untuk tujuan derogatori. Bagi yang lebih senang menggunakan terminologi “Tionghoa” dan “Tiongkok,” silakan substitusi terminologi yang dipakai.
Salah satu karakteristik orang Cina yang sangat kasat mata adalah kekayaan finansial yang dimilikinya. Ini menjadi stereotip yang sejak kecil saya alami. Padahal kekayaan finansial belum tentu dinikmati dan sangat relatif bagi setiap orang. Tidak jarang kita temui orang Cina yang bekerja sebagai petani di Kalimantan, misalnya.
Untuk kepentingan proses pembelajaran bisnis, artikel ini mempelajari karateristik sukses berbisnis mereka. Tentu merupakan generalisasi, karena “kadar entrepreneurship” setiap orang tentu berbeda-beda. Jadi, mari kita baca artikel ini dengan mata dan pikiran yang kritis.

Satu hal yang saya amati dari bertualang di mancanegara adalah karakter orang Cina pada umumnya yang progresif di luar keluarga namun konservatif di dalam. Dengan kata lain, orang Cina sangat menghargai ilmu pengetahuan terbaru dan tren-tren kultural terbaru yang merupakan bentuk kesempatan-kesempatan baru. Disamping itu, mereka sangat sayang dengan keluarga mereka. 

Karakter “tahan banting” alias bermental baja dengan rasa iri yang minimal juga merupakan salah satu kunci sukses mereka. Berbagai masalah dihadapi dengan kepala dingin, bukan dengan rasa iri dan dengki karena dua hal ini tidak bisa memecahkan masalah bahkan memperkeruh. Sinergi seringkali dilakukan dengan partnership bisnis sebagai salah satu bentuk pemecahan masalah.
Mereka juga menggunakan kekalahan sebagai momentum untuk menukik ke atas dengan mengadopsikan hal-hal dan strategi-strategi baru. Agresifitas disertai dengan realitas dan keberanian memulai dan follow through (meng-eksekusi-kan) membantu revitalitasi pasca-kegagalan.

Dalam karakter etnis-etnis lain (bukan mengacu kepada karakter etnis tertentu), cukup banyak yang lebih senang “nrimo” dan “mangan ora mangan asal ngumpul.” Bagi para pedagang Cina, dua karakter ini tidak membantu bisnis. Mereka berjiwa besar, berani kalah, berani memulai kembali, dan berstrategi agar konsumen senang dan belanja lagi. Juga berstrategi agar memenangkan kompetisi tanpa mengguncangkan persahabatan antar pedagang yang merupakan kunci keberhasilan bersama.

Persahabatan dengan para konsumen juga membangkitkan rasa kepercayaan dan kenyamanan berbelanja. Kualitas produk dan kualitas pelayanan penting sebagai komponen sukses. Sikap konservatif dalam hal keuangan dan pengeluaran juga diberangi dengan fleksibiltas strategi sesuai tren dan kemauan konsumen.
Ketekunan dan kesabaran dalam bekerja dan membangun bisnis merupakan kekuatan luar biasa. Jika orang lain bekerja 10 jam per hari, tidak jarang mereka bekerja 14 hingga 18 jam. Sisa waktunya hanya untuk makan, mandi  dan tidur saja. Filsafat mereka sederhana: Bekerja untuk makan. “Makan” di sini berarti memberi nafkah bagi keluarga mereka. Bandingkan dengan filsafat “mangan ora mangan asal ngumpul” yang tidak mengutamakan “makan.” Bagi orang Cina, makan adalah inti keberhasilan karena setiap orang perlu energi untuk berkarya. 

Pengalaman dan ketrampilan bisa diasah kemudian, yang penting mereka telah melihat peluang dan berani memulai. Dan ini sudah cukup untuk menjadikan mereka “konsolidator” yang mengumpulkan berbagai sumber daya dan ketrampilan orang lain, sehingga bisa membentuk produk-produk yang dijual. Saya kenal beberapa pebisnis media dan consumer products yang sama sekali buta akan bidang tersebut, namun mereka pandai mengumpulkan mereka yang berpengalaman di bidangnya.
Setiap keluarga Cina sangat mengutamakan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka. Begitu mereka punya uang sedikit, anak-anak mereka disekolahkan di sekolah-sekolah terbaik dunia atau negara tersebut. Tujuannya agar para generasi penerus mempunyai landasan kuat secara intelektual sehingga mampu menganalisa peluang-peluang bisnis serta memandang dunia secara makro dan berpandangan jauh ke depan. 

Semakin baik pendidikan yang diterima, semakin besar pula kemungkinan mereka mendapatkan relasi yang baik di masa depan. Juga mereka mendapatkan pelajaran terbaik tentang tren-tren di masa depan. Dari awal, mereka belajar bahwa selain pendidikan yang baik memberikan pengakuan sosial, ini juga merupakan kesempatan networking seumur hidup. 

Spirit entrepreneurship yang dimiliki dibarengi dengan kemampuan mengenali tren serta kapitalisasinya, perlu diasah sejak dini. Cukup banyak keluarga pebisnis menerapkan sistem apprenticeship (magang) bagi generasi muda dengan melibatkan mereka dari awal. Tertanam jiwa yang sadar akan “tidak ada sukses yang mudah, semua perlu ketekunan dan mental baja.” 

Bisa dimengerti mengapa bisnis mereka melesat di seantero dunia. Pola pikir dan kebiasaan membentuk karakter sukses. Keadaan sosial, kemiskinan dan minimnya rasa aman menjadi pemicu kerja. Itu saja.

Katanya naik angkot :)

Lagu malam ini lagu kebangsaan angkot waktu zaman gua sekolah dulu....."Mr. Boombastic By Shaggy." Dulu di Pekanbaru booming angkot dengan musik yang disetel kencaaaaaaaang banget nget, udah mirip diskotik berjalan. Zaman gua sekolah mendengarkan musik-musik angkot, serasa mirip diruang ICU adek, bang hehehehehe. Musik berdembam-dembum, pacu jantung serasa lebih cepat berdetak. Dibanding minum jamu dengan naik angkot, lebih pahit rasanya naik angkot zaman dulu......suara musiknya yang over kaleee. Apalagi kalau duduk pas dipojok dekat speakernya yang sebesar kulkas, ampuuunnnnnnn...kalau lagu-lagu melow yang disetel ngak masalah, ini lagu house music. Semakin ada razia polisi, semakin kepahitan hidup itu terasa kaleeeee, dibawa mutar-mutar oleh supir angkot masuk jalan alternatif malah keluar masuk gang, demi menghindari razia polisi dan tetap dengan musik yang disetel kencaaaaangggg. Pokoknya dulu angkot adalah rajanya..., diprotes langsung ke supirnya juga ngak diopeni, dulu tipe penumpang yang idealis itu umumnya pelajar si putih abu-abu atau putih dongker, milih angkotnya musti ok, supirnya musti ganteng dan rela mati berdiri dibawah terik panas demi mendapat fasilitas yang diidamkan...kalau gua selagi tujuannya sama, jarak sama serta ongkos sama, rapopo.....angkot butut dan supirnya udah tua...., tujuannya sama kok pasar kodim. Let's go ! Kalau naik tanpa tujuan, itu yang bahaya...soale suka diajak muter-muter sama supir angkot hehehehehe......bisa-bisa dari Pasar kodim kembali ke Pasar Kodim hehehehehe....
Mending naik angkot ngak pake argo, dapat taksi.....???? Where do you go ???
Everything depends on you ! :)  Dan yang ngak enak naik angkot adalah....gua udah kayak timbunan goni, dipipih-pipihkan agar bangku empat muat untuk empat orang, ngak peduli kalau keempat-empat penumpang di bangku empat ukurannya big size model gua, itu namanya kejepit hidup hehehehehe, gua harus pandai-pandai melipat badan supaya muat huhuhuhuhu......ditambah didepan berjejer keranjang belanjaan penumpang lain dan disamping gua speaker pulak. Dan "DJ depan" mutar lagu......"Tokyo Drift" yang dijadiiin house mix dugem...., gua tobat berpasangan ama speaker hehehehehehe...Ribuuuttttttt Amatttttt. Mana didepan gua duduk bapak-bapak udah mirip kereta api, merokok teyusssss ditambah cowok tepat duduk didepan gua,sedikit-sedikit angkot yang lajunya ampun-ampunan dan direm mendadak, kesempatan cari-cari pegangan....kemana lagi, ke dengkul gua. "Maaf dek...", katanya untuk kesekian kaliiii....Dan gua musti mengeratkan tas di dada seerat-eratnya, soale....ntar tangannya terpleset ke sana. Mang semua penumpang mau selamanya duduk di atas angkot, ngak kaleeeeee....semua berdoa supaya cepat sampai ke tujuan masing-masing.......
"Maaffff dek, ntar lewat terminal ngak angkot ini ????" tanya seorang lelaki yang duduk didepan gua.
"Ini angkot labor pak, bapak salah pilih angkot....."
"Lhoooo....bukankah ini angkot ????"
Yaelaaaaa pak, angkot aja ada tujuan masing-masing..."Emang bapak mau kemana ???"
"Mau naik angkot," jawab lelaki itu seputih salju sepolos hati sesejuk jiwa senyaman raga sejuta kasih damai di bumi damai di langit........
Kalau hanya naik angkot...ya udah......Aku menghembus ubun-ubun laki-laki itu sambil membaca mantera berulang-ulang...."dari debu kembali ke debu...dari api kembali ke api...dari pasar kodim kembali ke pasar kodim. .Puaaaahhhhhh pergilah !!! :)) "


4 TAHUN KEMUDIAN..................

Seseorang lelaki tampak menunggu angkot....."mau kemana pak ???"
"Mau naik angkot, dek !!!!..."
"Kemana ?????"
"Ke Medan dek..."

 
Nb : Ini hanyalah cerita fiksi, rekaan belaka, tidak ada maksud untuk memperumit keadaan di angkot dan perekonomian global. Ceileee...mak mak. Jika ada kesamaan tokoh, nama maupun ceritanya, bukanlah disengaja. Kalaupun sengaja, mohon dianggap tidak disengaja.


    

Monday, February 1, 2016

That everything you see, ain't always what it seems



Kalau orang mancing cemburu, saya ogah meladeni hehehehehe....
Lebih baik menjauh...terserah doi mau ngapain juga hehehehehe....
Malas ikutan panas main permainan anak-anak :)))

Kalau ngak ketemu hari ini, Insyaallah besok ketemu......
Daerah kekuasaan-NYA mau diobok-obok juga ??? Ckckckck.....
Selamat malam....... :)


 













Secret part 2

Maaf aja yeee, jeng.....emang dari dulu orang tua gua terutama Alm. Bapak gua emang rada-rada gimana gitu ama anak-anak perempuannya, maklum tujuh-tujuhnya perempuan semua, jadi kalau terlalu diproteksi, gua rasa ngak la ya, masih wajar ajar....buktinya waktu gua kecil, gua masih bisa bebas main kok dengan teman-teman sebaya di lapangan samping rumah mulai main kasti, debok, patuk lele, tali merdeka, cakbur, benteng, kelereng, main kartu. Tapi ada satu permainan yang bikin Alm. Bapak gua agak meradang....yakni main domino. Yang kalah main batu/domino, mukanya dicoreng ama arang. Dulu kan kita main rada-rada cerdik atau cengkelat gitu. Pasti ada salah satu teman yang jadi tumbal alias hajab pore. Ngak bakal menang tuh teman yang jadi tumbal, soale yang main udah kode-kodean. Biasanya yang sering jadi tumbal adalah teman yang kita benci banget, lantaran banyak hal...bisa jadi teman yang dijadikan tumbal itu terlalu cengeng, kemengkekan, sok manja, pokoke kisok banget dalam hal apalah.....siap-siap jadi tumbal. Dan ketika asyik main batu, gua dipanggil adik pulang, katanya alm. bapak gua manggil...., pasti adik gua ngadu ke ortu soale dia mau main batu, gua larang. Pokoknya entah alasan apa, pokoknya gua melarang adik gua ikut main, gua lupa. 
Pulang ke rumah...langsung alm. Bapakku menanyakan gua main kemana...." ke rumah Si...., pa."
Alm. Bapakku gua langsung menyembur...., "main domino kau ya, mau jadi bandit hah..."
Gua menunduk, sialan darimana alm. Bapak gua tahu kalau gua ke rumah teman ....main domino, pasti aduan adik gua.  "Dasar pengadu pengadak, makan taik segerobak."
Gua menunduk aja dengar omelan alm, dalam hati merutuk-rutuk tapi omelan alm. bapak gua udah hilir mudik dari telinga kiri ke kanan, kanan ke kiri. Ngak open lagi saia hahahahaha, pusing bok dengar ceramahnya banyak kali, pokoknya yang gua tahu gua kena marah karena main domino. Titik !!!....ujung-ujungnya..."Dengar ngak yang di bilang !!! " 
"Dengar, pa..." sahut gua masih menunduk.
"Apanya yang dengar !!!" teriak alm. Bapak gua.
Issssh andaikan dulu oom google temanan ama Alm. Bapakku dan ngasih info kalau teriak-teriak marah kek gitu, milyaran sel di otak bisa pecah dan akibatnya...."Nggg...nggg...ngak boleh main domino..." kataku takut-takut.
"Bukan itu !!! "
Hah..jadi apa dong, soale dengar omelan alm. bapak gua aja udah pusing, yang gua tahu gua kena marah itu karena ketahuan main domino, mang ada unek-unek alm. Bapakku lainnya...soale gua udah ngak fokus amat mendengar omelan Alm. Bapak gua, soale emang tahu salah kok, jadi kalau dimarahi..pasti !!. Mendengarkan omelan...., nggg..nggg paling 10 atau 15 menit pertama fokus mendengarkan omelan, selebihnya gua melamun hehehehehe.....Hal-hal yang suka gua lamunin adalah ...kalau gua kena marah tegak di dekat kursi, gua lebih perhatikan jahitan kursi, kok bisa dijahit model itu ya atau memperhatikan....motif taplak meja, kok gambar bunga  yang satu kecil daripada bunga yang satunya lagi.....jadinya....
"Kau ya, kalau dibilangin pasti membantah !!! Udah sana mandi", teriak Bapak gua pada akhirnya...Dan pada akhirnya tsunami itu pun reda hehehehehe
Kan lucu alm. Bapak gua, gua diamin dibilang bantah, padahal tidak ada satupun omelan Alm. Bapak gua yang gua bantah, gua udah kayak payung liberty kok....diaaaaaaaaammmmm.
Makanya lebih baik kalau gua diomelin, gua melamun. Soale didiamin ataupun protes, ujung-ujungnya dikatai "Kau ya dibilangin pasti membantah"
Bersuara dan tidak bersuara, tetap membantah. Kaleee alm. Bapak gua kehabisan kosa kata atau gua membosanin kalau dimarahi kaleeee, diam kayak patung. Padahal lagi melamun hehehehehe..... "Itu kok jahitan taplak mejanya kurang rapi ya...." hehehehehe......
Itu hal-hal yang secret dulu kalau gua dimarahi...kalau lama-lama ngomel didepan gua, gua ujung-ujungnya suka melamun daripada mendengarkan omelan hehehehehehe. Tau deh ada orang yang ngomelin gua di depan kelas dulu, ujung-ujungnya gua melamun eh ngak ding gua spelling alias mengeja tulisan di buku yang ada di mejanya...... "Teori Organisasi"....Ti-i-ou-ar-ai...Ou-ar-ji-ei-en-ai-es-ei-es-ai...bla...bla...bla.....hehehehehe.....

   
 

 Alhamdullilah akhirnya bisa diakses juga....💘💗💖💕