"Janganlah mati lampu, PLN....pleaseee..."
Tugasnya saia masih ada :(
Kartini..."habis gelap terbitlah terang" :)
PLN......"terbit terang, habis tu gelap" :(
Gua......terbirit-birit ngerjakan tugas, gondoknya...lupa ngesave.
Saturday, October 3, 2015
Permainan :)
Yang kamu baca adalah sebuah cerpen yang saia tulis dari apa yang saia rasakan, namanya rasa....dilidah saia kopi terasa nikmat tapi mungkin dilidahmu terasa pahit. Sebuah cerpen alias cerita pendek naratif fiktif. Ketika saia benar, apakah anda salah. Tentu tidak kan ??? Atau ketika saia salah, apakah anda benar. Tentu tidak juga kan ???? Atau ketika saia salah, anda salah...apakah mereka benar ????? Banyak kalee ya ternyata selain saia, anda dan tentu saja mereka...hehehhehee....
Ada "garis" yang kita buat dari pedoman....., terserah anda mau mempedomani apa :)
Asal jangan keluar garis, anda bisa "digantikan" ama yang lain. Itu salah satu aturan permainan masa kecil saia, bermain setatak. Saat dulu yang saia yakini saia punya "ucak" lasap alias ucak topcer. Ucak adalah sebuah batu yang dilempar dan lasap artinya batu tersebut tidak pernah keluar dari garis yang telah dibuat sebelumnya. Dan selasap-lasapnya ucak, ucak saia juga sering mengelinding keluar garis, sehingga saia digantikan oleh teman main saia dulu. Teman saia juga punya "ucak" lasap. Saia tersenyum ketika ucak lasap saia menjadi tiket saia untuk tetap bertahan dipermainan setatak tersebut, teman saia duduk dipinggir garis menunggu giliran, sampai kapan ???? sampai ucak lasap saia mengelinding keluar garis dan teman main saia pun tersenyum senang juga karena tiba masanya dia yang bermain.
Yang ngak enak itu main ama orang yang punya ucak lasap juga dan ucaknya keluar garis selayang. Ketika diambil kayu kecil dan digaris mengikuti garis gambar setatak tersebut, ternyata ucaknya bergerak. Artinya ucaknya dianggap keluar garis dan berarti giliran saia lagi untuk bermain. Tapi dia ngotot merasa tidak keluar garis, saia juga ngotot merasa dia keluar garis....kalau sudah "kareh-mengareh" alias "adu ngotot" merasa benar, kayu kecil yang jadi hakim sebagai ukuran ucap lasap keluar garis, bisa jadi saia ambil untuk melempar teman saia karena merasa dia bermain "ceradiak" alias bermain curang dan teman saia juga ngak mau kalah melempar batu yang menjadi ucaknya ke arah saia, karena dia merasa benar dan saialah yang bermain "ceradiak".
Atau bisa jadi ngak terjadi apa-apa..., teman saia mengalah atau saia mengalah sehingga permainan tetap berlanjut sampai dipanggil ibu saia atau ibunya dia pulang, untuk mandi....
Atau bisa jadi saia pulang dan teman juga pulang karena merasa permainan tidak lagi mengasyikkan...."cerdik kali kau, udahlah...aku ngak main lagi..." dan pulang ke rumah masing-masing..
Atau bisa jadi...kami ganti permainan lainnya karena ada teman yang nimbrung dan punya ide bermain karet. "Mari bermain...melompat lebih tinggi melebihi rentangan karet !" :)
Dalam permainan...."kita menunggu giliran, saat kamu bermain, saia menunggu giliran dan ketika saia bermain, kamu menunggu giliran bermain...." Itu permainannya. Tapi kalau kamu bermain, saia juga bermain. Itu namanya main masak-masakan :) "Masak apa bu ?????"
Ada "garis" yang kita buat dari pedoman....., terserah anda mau mempedomani apa :)
Asal jangan keluar garis, anda bisa "digantikan" ama yang lain. Itu salah satu aturan permainan masa kecil saia, bermain setatak. Saat dulu yang saia yakini saia punya "ucak" lasap alias ucak topcer. Ucak adalah sebuah batu yang dilempar dan lasap artinya batu tersebut tidak pernah keluar dari garis yang telah dibuat sebelumnya. Dan selasap-lasapnya ucak, ucak saia juga sering mengelinding keluar garis, sehingga saia digantikan oleh teman main saia dulu. Teman saia juga punya "ucak" lasap. Saia tersenyum ketika ucak lasap saia menjadi tiket saia untuk tetap bertahan dipermainan setatak tersebut, teman saia duduk dipinggir garis menunggu giliran, sampai kapan ???? sampai ucak lasap saia mengelinding keluar garis dan teman main saia pun tersenyum senang juga karena tiba masanya dia yang bermain.
Yang ngak enak itu main ama orang yang punya ucak lasap juga dan ucaknya keluar garis selayang. Ketika diambil kayu kecil dan digaris mengikuti garis gambar setatak tersebut, ternyata ucaknya bergerak. Artinya ucaknya dianggap keluar garis dan berarti giliran saia lagi untuk bermain. Tapi dia ngotot merasa tidak keluar garis, saia juga ngotot merasa dia keluar garis....kalau sudah "kareh-mengareh" alias "adu ngotot" merasa benar, kayu kecil yang jadi hakim sebagai ukuran ucap lasap keluar garis, bisa jadi saia ambil untuk melempar teman saia karena merasa dia bermain "ceradiak" alias bermain curang dan teman saia juga ngak mau kalah melempar batu yang menjadi ucaknya ke arah saia, karena dia merasa benar dan saialah yang bermain "ceradiak".
Atau bisa jadi ngak terjadi apa-apa..., teman saia mengalah atau saia mengalah sehingga permainan tetap berlanjut sampai dipanggil ibu saia atau ibunya dia pulang, untuk mandi....
Atau bisa jadi saia pulang dan teman juga pulang karena merasa permainan tidak lagi mengasyikkan...."cerdik kali kau, udahlah...aku ngak main lagi..." dan pulang ke rumah masing-masing..
Atau bisa jadi...kami ganti permainan lainnya karena ada teman yang nimbrung dan punya ide bermain karet. "Mari bermain...melompat lebih tinggi melebihi rentangan karet !" :)
Dalam permainan...."kita menunggu giliran, saat kamu bermain, saia menunggu giliran dan ketika saia bermain, kamu menunggu giliran bermain...." Itu permainannya. Tapi kalau kamu bermain, saia juga bermain. Itu namanya main masak-masakan :) "Masak apa bu ?????"
Friday, October 2, 2015
In My Place :)
Mulai lanjut ngerjain pr saia, doakan selesai ya :) lagunya malam ini dari Cold Play ..."In My Place"
In my place, in my place
Di tempatku, di tempatku
Were lines that I couldn't change
Ada garis yang tak dapat kuubah
I was lost, oh yeah
Aku tersesat, oh yeah
I was lost, I was lost
Aku tersesat, aku tersesat
Crossed lines I shouldn't have crossed
Lintasi garis yang harusnya tak kulintasi
I was lost, oh yeah
Aku tersesat, oh yeah
Homo Homini Lupus
Tips melihat karakter diri :)
Caranya sangat sederhana dan sangat mudah, tidak perlu pendapat orang, karena orang belum tentu tulus menilai. Karena saat "diatas", pastikan pujian adalah pujian non modus dan saat saia dibawah, saia harap semua cibiran malah makian hanyalah sebagai "MOTIVASI". Cara mengenal karakter diri sangat mudah :)
Buka Facebook dan scroll ke halaman atau status pertama saat eksis di dunia maya sampai sekarang ! :)
Semoga bermanfaat hehehe......
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari blog : http://dyahratih.blogspot.co.id/2010/10/homo-homini-lupus-dan-homo-homini.html
"Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya” atau juga disebut “Homo
homini Lupus ” istilah ini pertama kali di kemukakan oleh plautus. Siapa pun bisa menjadi musuh. Manusia yang satu bisa “memakan” dan
mengorbankan manusia lain demi tujuan yang ingin dicapai. “Bellum omnium
contra omnes” (perang semua melawan semua)."
Apalagi di era globalisasi yang ditopang oleh sistem pasar bebas. “Kalau
mau tetap eksis, harus berani bersaing dengan yang lain” itulah jargon
yang seringkali dimunculkan.
HOMO homini lupus. Artinya, manusia menjadi serigala bagi sesamanya. Mungkin ucapan itu berlebihan. Mungkin juga ada benarnya. Bukankah kadang-kadang kita berperilaku seperti serigala terhadap orang lain: mengancam, menakut-nakuti, membentak, menjebak, memperdaya, mendengki dan merebut.
Besok saia baca lagi tentang Homo yang lainnya.... :
.
Thursday, October 1, 2015
Keep on moving :)
Gua sangat suka lirik lagu ini dan "keep on moving...."
THE CLIMB By MILEY CYRUS
I can almost see it
Hampir bisa kulihat
That dream I'm dreaming but
Impian-impianku itu namun
There's a voice inside my head sayin,
Suara di kepalaku berkata
You'll never reach it,
Kau takkan pernah menggapainya
Every step I'm taking,
Tiap langkah yang kujalani
Every move I make feels
Tiap gerakan yang kulakukan terasa
Lost with no direction
Hilang tanpa arah
My faith is shaking but I
Keyakinanku goyah namun aku
I gotta keep trying
Aku harus tetap berusaha
Gotta keep my head held high
Harus tetap dongakkan kepalaku
CHORUS
There's always gonna be another mountain
Akan selalu ada gunung (penghalang)
I'm always gonna wanna make it move
Aku akan selalu ingin memindahkannya
Always gonna be an up-hill battle
Akan selalu ada perang di atas bukit
Sometimes I'm gonna have to lose
Kadang aku harus kalah
Ain't about how fast I get there
Bukan soal seberapa cepat aku sampai
Ain't about what's waiting on the other side
Bukan pula soal apa yang sedang menunggu di seberang sana
It's the climb
(Tapi) soal pendakiannya
The struggles I'm facing
Perjuangan yang kuhadapi
The chances I'm taking
Peluang yang kuambil
Sometimes might knock me down but
Kadang mungkin aku kalah namun
No I'm not breaking
Aku takkan hancur
I may not know it
Aku mungkin tak tahu
But these are the moments that
Namun ini adalah saat-saat
I'm gonna remember most yeah
Yang akan paling kuingat
Just gotta keep going
Harus terus melangkah
And I, I gotta be strong
Dan aku, aku harus kuat
Just keep pushing on
Terus berjalan
Cause...
Karena...
CHORUS (2x)
Keep on moving
Teruslah bergerak
Keep climbing
Teruslah mendaki
Keep the faith baby
Teruslah yakin
It's all about
Semua ini soal
It's all about
Semua ini soal
The climb
Pendakian
Keep the faith
Teruslah yakin
Keep your faith
Teruslah yakin
Hampir bisa kulihat
That dream I'm dreaming but
Impian-impianku itu namun
There's a voice inside my head sayin,
Suara di kepalaku berkata
You'll never reach it,
Kau takkan pernah menggapainya
Every step I'm taking,
Tiap langkah yang kujalani
Every move I make feels
Tiap gerakan yang kulakukan terasa
Lost with no direction
Hilang tanpa arah
My faith is shaking but I
Keyakinanku goyah namun aku
I gotta keep trying
Aku harus tetap berusaha
Gotta keep my head held high
Harus tetap dongakkan kepalaku
CHORUS
There's always gonna be another mountain
Akan selalu ada gunung (penghalang)
I'm always gonna wanna make it move
Aku akan selalu ingin memindahkannya
Always gonna be an up-hill battle
Akan selalu ada perang di atas bukit
Sometimes I'm gonna have to lose
Kadang aku harus kalah
Ain't about how fast I get there
Bukan soal seberapa cepat aku sampai
Ain't about what's waiting on the other side
Bukan pula soal apa yang sedang menunggu di seberang sana
It's the climb
(Tapi) soal pendakiannya
The struggles I'm facing
Perjuangan yang kuhadapi
The chances I'm taking
Peluang yang kuambil
Sometimes might knock me down but
Kadang mungkin aku kalah namun
No I'm not breaking
Aku takkan hancur
I may not know it
Aku mungkin tak tahu
But these are the moments that
Namun ini adalah saat-saat
I'm gonna remember most yeah
Yang akan paling kuingat
Just gotta keep going
Harus terus melangkah
And I, I gotta be strong
Dan aku, aku harus kuat
Just keep pushing on
Terus berjalan
Cause...
Karena...
CHORUS (2x)
Keep on moving
Teruslah bergerak
Keep climbing
Teruslah mendaki
Keep the faith baby
Teruslah yakin
It's all about
Semua ini soal
It's all about
Semua ini soal
The climb
Pendakian
Keep the faith
Teruslah yakin
Keep your faith
Teruslah yakin
For Wina Damanique
Gua belajar dikit dari doi untuk menertawakan susah sehingga lupa diri telah kesusahan :) Thanks for all.
Bahagia itu senang-senang......:)
Kalau ada yang ngak suka gua, itu sih derita elu..., mang gua hidup hanya nyenangin elu. Hellowww !!! Kesenangan itu dapat dibeli dengan uang tapi bahagia itu diciptakan oleh hati. Jangan tunjuk muka gua dan berucap saia orang yang tidak bahagia karena ngak bisa senang-senang. Eleh, seperti muka yang berbeda, seperti itulah rasa bahagia berbeda masing-masing orang. Jangan paksa definisi bahagia elu dengan alat ukur senang-senang aja yeee. Pr gua selesai juga bisa membuat gua bahagia. Simple ajalah. Kalau senang-senang membuat elu bahagia, kenapa gua resah. Tapi elu yang resah kalau gua ngak bisa senang-senang :) Mungkin kalau gua ngesot dari tempat koro-koro sana-sini, baru gua dianggap normal sebagai orang yang bahagia. Ckckckck....mahal banget ongkos membuat elu bahagia ternyata :)) Mungkin besok-besok gua hanya bisa menunduk liat elu naik mobil karena.......gua naik heli hahahahaha.....
Pekanbaru kala senja
Masa lalu kotaku, Pekanbaru kala senja.....
Masa depan kotaku, seperti ramalan mama loren dulu
"Saia tidak dapat menembusnya, ada yang menghalangi..."
Siapa lagi, asaplah :))) Salam Azab :)
PLN dan Asap, beradu sakti, bersaing ketat
Menjadi trending topik...
PLN yang menguasai hajat hidup orang banyak
Asap menguasai hujat banyak orang hidup
Keduanya dimerger jadi galau tingkat dewa
Semangatku yang membaja untuk mengerjakan pr-pr
Seketika seperti ongol-ongol saat asap menutup hidung
dan saat PLN menutup mataku tanpa cahaya....
"Nikmat apa lagi yang kamu dustai ???" heheheehe..
Seringgit Dua Ringgit
Foto disamping ini adalah saat acara pernikahan sepupu di kampungku, tapi saia tidak berbicara mengenai pestanya. Aku hanya bercerita mengenai lingkungan kecil orang tapanuli selatan yang kukenal saat aku datang ke pesta apalagi dengan statusku yang single happy heheheeheee. Resahnya ibu-ibu atau yang sering kusapa dengan sebutan nantulang atau juga para nanguda...."belum juga, nang..., ala le baya....jangan milih-milih lagi.." begitu kalau yang kudengar didepan, tapi dibelakang....heheheheheee....
Aku pernah menghadiri pesta orang kampungku dan kalau ada yang pernah mampir ke telingaku mengatakan asalku dari sipiongot, pastikan itu hanya sindiran halus untuk mengatakan saia asalnya dari orang udik, pedalaman kaleee atau parhuta-huta nian, kampung banget nget heheheheehee. Saia sih EGP, setidaknya coba bandingkan aja kalau kamu mampir di pesta-pesta orang tapanuli selatan dan aku pernah beberapa kali. Dan tetap saja, borgok atau ringgit rupiah menjadi perhiasan untuk menunjukkan "kelas". Orang tapanuli selatan yang kukenal lebih cenderung memakai perhiasan ringgit rupiah. Itu lho koin emas sebesar uang logam seratus lama dulu, dijadikan mainan kalung juga ditangan kanan melinggar gelang rupiah. Empat atau tiga koin emas alias ringgit rupiah diikat atau dijadikan gelang. Ditambah sebelah kiri melinggar gelang putar. Anggap saja pake harga lama, 1 koin emas ringgit rupiah berkisar 7 sampe 8 juta. Itu untuk koinnya aja belum kalau kalung sebagai tempat menggantung si ringgit rupiah. Ckckck...persis toko emas berjalan. Aku suka menjuluki orang yang menggunakan ringgit rupiah sebagai "toke horbo" alias pemilik berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus kerbau.
Memang untuk urusan makanan atau minuman yang dihidangkan saat pesta orang tapanuli selatan yang kukenal terkesan sederhana, dan untuk urusan ini kalau mau diejek "kampungan", ya...memang begitu adanya, namanya manipol hehehehe. Demi seringgit dua ringgit rupiah mengirit budget makanan dan minuman, relalah heheehehehee....saia aja rela hehehehe.....
"Jangan bilang sipiongot kalau belum pernah hadir ke pesta orang tapanuli selatan." Ntar saat datang ke pesta mereka, mana tahu kamu yang jadi orang sipiongot hehehehe.....planga plongo kayak kampungan hehehehe...."Halak dia de mu yu ???"......hehehehe.....Horas
Subscribe to:
Posts (Atom)
Alhamdullilah akhirnya bisa diakses juga....💘💗💖💕
-
Santai...menikmati hari ini 😍😍😍 Hmmm....menunggu "durian runtuh"😘😘 Bersabarlah darma ! 😋😋😋 Semoga se...







